Halaman Facebook Twitter Warta Lumajang Langganan Berita

Geliat Ekonomi Jalan Lintas Timur Lumajang

Salah Satu kawasan JLT dibagian selatanSalah Satu kawasan JLT dibagian selatanWartalumajang.com - Walau belum juga diresmikan hingga kini, Jalan Lintas Timur (JLT) Lumajang ternyata terus bergeliat secara ekonomi. Berdirinya sejumlah rumah makan kecil disepanjang JLT, merupakan sebuah bukti bahwa jalan tersebut telah mulai memberi manfaat ekonomi.

Sejak dari Pertigaan Lampu Merah Tukum hingga wonorejo sepanjang kurang lebih 7 KM, puluhan warung dan usaha lainnya terus bermunculan. Selain rumah makan, berdiri juga bengkel, usaha dibidang pertanian, seperti penjualan pupuk, bahkan pedagang mobilpun ada yang sengaja menempatkan mobilnya disana dengan tulisan "Dijual".

"Siapa yang menyangka akan bisa ramai seperti ini pak. Kalau saja bus dan kendaraan besar lainnya dilewatkan jalur ini, mungkin jalan ini akan semakin ramai. Sayangnya bus jurusan Jember melalui Kencong tak juga diwajibkan melalui jalur ini," kata salah seorang warga Sumberejo yang membuka sebuah usaha di JLT.

Yang menarik disejumlah rumah makan di JLT, sebagian rumah makan, walau hanya menyediakan makanan sederhana, namun beberapa diantaranya ada yang menjadi pusat hiburan juga. Diantaranya mereka menyediakan fasilitas karaoke dengan tarif yang sangat terjangkau.

"Kalau disini nyanyi satu jam hanya empat ribu pak. Kalau mau satu lagu ya hanya Rp. 500 perlagu. Kadang ada juga yang nyanyi ngasih seadanya. Kita terima saja pak, yang penting sudah makan disini," kata salah seorang pemilik warung.

Sementara itu sejumlah pengemudi kendaraan lebih suka melintas dan makan di JLT karena jalannya yang sangat lebar. "Saya suka makan disini karena jalannya sangat lebar pak. Jadi kita parkir itu sangat aman dan dipastikan tidak akan mengganggu pemakai jalan lainnya," kata Sunandar pengemudi truk asal Pasuruan yang hampir tiap hari melintas di JLT.

Semula kehadiran JLT ini diharapkan dilintasi oleh bus jurusan Lumajang Jember lewat Kencong. Jika hal ini dilakukan, maka angkutan kota dari Tukum masuk kota akan berfungsi dengan baik, karena selama ini bus masih bisa melintas dan menaikkan penumpang didalam kota.

Sayangnya kebijakan untuk menggunakan JLT sebagai jalur bus dan kendaraan besar hingga saat ini masih belum dibuat sebuah aturan tetap. Sehingga bus-bus dari J Jember yang melalui jalur kencong mash bebas melenggang mencari penumpang diseluruh sudut kota Lumajang.

Bagikan
Web Designer