Halaman Facebook Twitter Warta Lumajang Langganan Berita
Jalan PB. Sudirman Jadi Jalan Terpadat Jelang Idul Fitri
Rabu, 23 Juli 2014 19:29 WIB
Wartalumajang.com - Lebaran Idul Fitri yang tinggal beberapa hari menjadikan seluruh pertokoan di Lumajang penuh sesak dengan pembeli. Budaya memborong pakaian dan jajanan jelang Idul Fitri masih mewarnai sejumlah pertokoan di Lumajang. Sore hari dan pasca Sholat tarawih menjadi saat yang paling ...
2 Kuli Bangunan Tersengat Listrik, Satu Diantaranya Meninggal
Rabu, 23 Juli 2014, 14:42 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com – Nasib sial dialami dua kuli bangunan yang tengah menggarap rumah milik Agus yang ada di jalan R [ ... ]

Warga Lumajang Antusias Ikuti Penetapan Hasil Pilpres Lewat TV
Rabu, 23 Juli 2014, 12:20 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com - Momen penetapan hasil Pilpres 2014 oleh KPU yang disiarkan secara langsung oleh sebagian besar st [ ... ]

Jelang Pengumuman Pilpres 2014 Polisi dan TNI Gelar Patroli Skala Besar
Selasa, 22 Juli 2014, 16:28 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com - Dalam rangka antisipasi kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan saat dan pasca pengu [ ... ]

Hadirkan Ketua PWI Jatim, Humas Pemkab Gelar Temu Pers
Selasa, 22 Juli 2014, 14:54 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com – Bertempat di Panti PKK Lumajang, hari ini Bagian Humas Setda Lumajang menggelar temu pers deng [ ... ]

Kamis, 01 Mei 2014 09:04
Pekerja Informal Di Pedesaan, Kapan Akan Diperhatikan
Jika mau bicara soal kemiskinan, maka tidak lepas dari persoalan buruh di Indonesia. Banyak warga miskin di Indonesia dimana penyebab utamanya adalah kecilnya penghasilan sebagai buruh. Buruh di Indonesia identik dengan pekerja pa...

Aspirasi

Kamis, 05 Juni 2014 19:14
Jelang Pilpres, Perang Dimedia Jejaring Sosial Berlangsung Sengit
Biasanya menjelang perhelatan Piala Dunia, hiruk pikuk penggila bola mulai mengemuka. Namun perhelatan akbar dicabang olahraga paling popular ini sepe...

Birokrasi

Masyarakat Akan Dirikan Pos Kamling Perlintasan Kereta Api

Kamis, 17 Juli 2014
Masyarakat Akan Dirikan Pos Kamling Perlintasan Kereta Api <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:317px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang Drs. Winhatno</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang Drs. Winhatno HS. meminta kepada wali murid untuk mencari tahu penggunaan dana yang berasal dari biaya daftar ulang yang dipungut dari para siswa. Ini penting untuk diketahui walimurid karena dikhawatirkan biay daftar ulang yang dipungut pihak sekolah digunakan untuk kegiatan-kegiatan yang sebenarnya telah dibiayai oleh pemerintah. Hal ini disampaikan Winhatno ketika dikonfirmasi soal biaya daftar ulang yang dipungut oleh beberapa SMA Negeri di Lumajang yang diwajiban kepada siswa yang naik ke kelas dua dan kelas tiga.</p> <p>Salah satu sekolah yang mengenakan buaya daftar ulang ini untuk sementara diketahui dilakukan oleh SMA Negeri Candipuro Lumajang sebesar Rp. 300 ribu persiswa dan satu SMA Negeri lainnya di Lumajang yang sudah mengumumkan uang kesiswaan sebesar Rp. 500 ribu periswa. Sementara bagi siswa yang baru, tahun lalu misalnya, juga dikenakan biaya insidental yang besarannya bahkan mencapai jutaan rupiah.</p> <p>“Ndak apa-apa mas, ditelusuri saja penggunaan dana itu. Kalau alasannya untuk biaya ekstra kurikuler yang ditanyakan saja, apa saja yang dibiaya hingga biayanya sebesar itu. Kalau ternyata sudah dibiayai dengan dana pemerintah dan masih melakukan pungutan kepada siswa, ya jelas harus ada sangsinya nanti,” kata Winhatno kemudian.</p> <p>Bahkan Winhatno mempersilahkan wartawan di Lumajang untuk menanyakan kepada sekolah untuk apa saja biaya daftar ulang tersebut digunakan. Jika memang ada dugaan penggunaannya tidak benar, maka hal itu harus dihentikan. “Saya kira wartawan harus melakukan kontrol terhadap masalah ini. Saya sendiri juga sudah mengingatkan kepada kepala sekolah untuk tidak terlalu banyak melakukan pungutan kepada siswa. Tapi memang biaya ekstra kurikuler itu biayanya tidak kecil mas. Contohnya di SUT untuk biaya pembayaran listrik saja jumlahnya cukup besar,” kata Winhatno kemudian.</p> <p>Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Lumajang H. Bukasan SP.d MM, kepada media ini mengatakan, pungutan yang dibebankan kepada siswa seharusnya dihentikan, karena sudah banyak cakupan biaya operasional sekolah yang telah dibiayai pemerintah yang salah satunya dari Dana BOS. “Janganlah sekolah menetapkan aturan yang memberatkan orang tua siswa. Situasi seperti ini, agar tidak semakin memberatkan orang tua siswa,” kata H. Bukasan. <em><strong>Akankah Sekolah Gratis Hanya Mimpi (Bersambung)</strong></em></p> "> Kepala Diknas : Wali Murid Harus Tahu Untuk ...
  • "> Biaya Daftar Ulang Saat Kenaikan Kelas Marak...
  • "> Amankan Pilpres, Polres Kerahkan Kekuatan Pe...
  • "> Pemerintah Tak Tegas, Perda Penertiban PK5 d...

    Hukum

    Kajari Minta Pemkab Tidak Intervensi Dalam Kasus Korupsi DLH

    Selasa, 08 Juli 2014
    Kajari Minta Pemkab Tidak Intervensi Dalam Kasus Korupsi DLH <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:415px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Kedua tersangka ketika hendak dimasukkan kedalam Lapas Lumajang</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Dua tersangka kasus dugaan korupsi di tubuh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkab Lumajang akhirnya dijebloskan kedalam sel tahanan penjara Lapas Lumajang, karena kedua tersangka tersebut hingga kini tidak mau mengembalikan uang kerugian negara yang mencapai Rp. 176 juta.</p> <p>Setelah melalui proses panjang Kejaksaan Negeri (Kejari) Lumajang akhirnya menjebloskan Sulsum Wahyudi, SKM dan Ir. Hadi Chomsari tersangka dugaan korupsi di DLH Lumajang kedalam penjara, kedua tersangka diduga bersalah menyalahgunakan jabatannya yang mengakibatkan kerugian negara.</p> <p>Nurchoyin, SH, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Lumajang usai mengantan kedua tersangka ke Lapas Lumajang mengatakan hal ini dilakukan agar proses pemeriksaan terhadap kedua tersangka dapat berjalan cepat. “Selain itu kedua tersangka juga tidak mau mengembalikan kerugian negara,” katanya.</p> <p>Bukti kuat munculnya kerugian negara ini setelah pihak kejaksaan mengirimkan berkas perkara ini ke BPKP untuk dilakukan audit, dan hasil audit menyatakan adanya kerugian negara. Meskipun ada jaminan dari Bupati Lumajang terhadap kedua tersangka tersebut namun karena keduanya bersikukuh tidak mau mengembalikan kerugian negara maka keduanya tetap harus ditahan. “Inikan undang-undang tidak ada kaitannya dengan bupati, ini penegakkan hukum, maka kita kesampingkan itu,” ungkap Nurchoyin.</p> <p>Proses penahanan ini diawali dengan pemanggilan terhadap dua tersangka untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan dan penandatanganan berkas berita acara dan keduanya mengakui segala perbuatannya.</p> <p>Sedangkan untuk proses selanjutnya pihak kejaksaan berjanji akan memproses secepatnya dan setelah berkas penuntutan selesai maka akan langsung diserahkan ke pengadilan tipilor di Surabaya. “Untuk penahanan ini maksimal selama 20 hari, dan diperkirakan persidangan akan dimulai setelah hari raya,” ujar Nurchoyin.</p> <p>Untuk diketahui, kasus dugaan korupsi ini muncul setelah DLH melaksanakan proyek pengerjaan media jalan, taman dan air mancur di pertigaan Wonorejo yang menggunakan anggaran APBD tahun 2011-2012, saat itu Sulsum Wahyudi menjabat Kepala DLH dan saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang, sedangkan Hadi Chomsari saat itu diinformasikan sebagai PPTK DLH.</p> "> Dua Tersangka Kasus Dugaan Korupsi DLH Dijeb...
  • "> Jual Dextro, Pemuda Labruk Lor Dicokok Polis...
  • "> Kasus Dugaan Korupsi DLH Lumajang Segera Dil...
  • "> Dikemas Dalam Botol Air Meniral Bekas, Penju...

    Politik

    Herman Affandi : Kita Minta Relawan Prabowo Hatta Juga Tenang

    Jumat, 11 Juli 2014
    Herman Affandi : Kita Minta Relawan Prabowo Hatta Juga Tenang <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:480px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">foto ilustrasi</span></span>Wartalumajang.com </strong>– Kemenangan pasangan Jokowi-JK di Kabupaten Lumajang tidak membuat Tim Sukses dan Relawan istirahat dalam melakukan tugas-tugas sebagai Tim Sukses dan relawan. Wakil Sekretaris TimSes Jokowi-JK Kabupaten Lumajang H. Bukasan MP.d masih terus mengamankan perolehan suara hingga proses perhitungan selesai. Katanya, walaupun di Lumajang sudah menang melalui proses perthitungan sementara, namun pihaknya tetap melarang kepada simpatisan dan relawannya untuk mengekspresikan kemenangan ini dengan cara yang berlebihan.</p> <p>“Tugas kita belum selesai. Sekarang yang harus kita lakukan adalah mengamankan hasil perhitungan suara sampai ketingkat penghitungan resmi di KPU Lumajang nantinya. Bahkan kita sudah minta kepada seluruh saksi untuk mengamankan form C1, karena itu memang sebagai bukti kuat atas angka-angka perolehan suara pasangan Jokowi-JK di Lumajang,” kata Bukasan.</p> <p>Berkaitan dengan kemenangan pasangan Jokowi-JK ini, Bukasan meminta kepada seluruh pendukung pasangan Jokowi-JK untuk menahan diri, tidak melakukan konvoi kemenangan dan memilih diam sampai seluruh proses perhitungan selesai.</p> <p>“Kita sudah sampaikan kepada seluruh relawan untuk bisa menahan diri dan tidak melakukan konvoi sebagai bentuk kegembiraan. Karena Pak Jokowi sendiri sudah meminta kepada kita semua untuk diam sampai proses perhitungan di KPU selesai,” kata Bukasan kemudian.</p> <p>Dalam Pemilu Presiden yang berlangsung 9 Juli kemarin, pasangan Jokowi-JK berhasil menang di 16 Kecamatan dan hanya dilima kecamatan dimanasa pasangan Prabowo-Hatta menang. Lima lima kecamatan yang berhasil dimenangkan pasangan Prabowo Hatta adalah Kec. Klakah, Ranuyoso, Randuagung, Kedungjajang, dan Gucialit. Sedangkan 16 kecamatan lainnya, Jokowi unggul dengan selisih suara lebih dari 62 ribu suara.</p> "> TimSes Jokowi-JK Lumajang : Kita Amankan Per...
  • "> Relawan Jokowi-JK Bagikan Tabloid “Obor ...
  • "> BHT Yakin Dapat Menangkan Prabowo-Hatta di L...
  • "> Gerbong Hari Tanoe Diyakini Tak Pengaruhi Pe...

    Aneka Rupa

    MPPM Timur Peringati Pekan Bung Karno Dengan Nobar Bersama Warga Disekitar Situs Sejarah

    Senin, 02 Juni 2014
    MPPM Timur Peringati Pekan Bung Karno Dengan Nobar Bersama Warga Disekitar Situs Sejarah <p><strong> </strong></p> <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:448px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">H. Herman Affandi bersama salah satu atlit catur junior Lumajang</span></span>Wartalumajang.com</strong> - Para atlit catur junior Lumajang berhasil meraih prestasi gemilang dalam Kerjurda Catur Jawa Timur yang berakhir hari ini, kamis (29/5) di Bondowoso. Dalam pertarungan antar pecatur se-Jatim, Lumajang akhirnya meraih tiga medali emas. Jumlah ini hanya berselisih dua medali emas dari atlit catur Surabaya yang berhasil meraih 5 medali emas.</p> <p>Tiga pecatur yang meraih emas masing masing M. Agus Kurniawan dari Kelas Junior Putra A, Fariha Mariroh dari Kelas Junior Putri B dan Ega Dwi Wijayanti dari Kelas Junior Putri C. Ketiganya berhasil menyabet medali emas setelah mengalahkan lawan-lawannya utusan dari Kabupaten/Kota se-Jatim. Dalam event Kejurda ini Lumajang berhasil menggeser Sidoarjo yang pada Kejurda sebelumnya bertengger di Peringkat ke 2 di Jawa Timur.</p> <p>Ketua Pengcab Percasi Lumajang H. Herman Affandi ketika dihubungi media ini melalui ponselnya mengatakan, prestasi ini sekaligus menaikkan peringat Lumajang yang pada event sebelumnya hanya berada diperingkat ke 5 se-Jatim. "Saya sangat puas dengan hasil ini, karena kita mengikuti event ini ditengah tidak adanya dana APBD. Karena sampai sekarang untuk dana APBD belum juga turun ke cabang olahraga," kata H. Herman Affandi.</p> <p>H. Herman juga menyatakan keberhasilan ini utamanya sangat didukung oleh orang tua atlit yang rela merogoh kantong sendiri untuk bisa mengikuti Kejurda ini. Selain itu pembinaan dari Percasi Lumajang termasuk para atlit juga ikut mendukung bagi diraihnya prestasi ini.</p> <p>"Kita sebenarnya sangat berharap kepada Pemkab agar dana pembinaan olahraga itu segera turun. Apalagi minggu depan ini M. Agus Kurniawan akan berangkat ke Macao untuk sebuah event internasional. Jujur kita tidak bisa berbuat banyak untuk keberangkatan atlit kita," kata Herman kemudian.</p> <p>M. Agus Kurniawan memang salah satu atlit catur Lumajang yang selama ini sering mengharumkan nama Lumajang dan Indonesia dalam berbagai event Internasional. "Semangat orang tua dan para pelatih cukup membantu mas," kata Herman menyambut peningkatan atlit catur Lumajang.</p> "> Atlit Catur Junior Lumajang Raih Peringkat D...
  • "> Ramainya JLT di Malam Minggu...
  • "> Berangkat Dengan Dana Sendiri Atlit Catur Lu...
  • "> Nama Tokoh Sejarah Lumajang Perlu Diabadikan...

    Peristiwa

    Jalan PB. Sudirman Jadi Jalan Terpadat Jelang Idul Fitri

    Rabu, 23 Juli 2014
    Jalan PB. Sudirman Jadi Jalan Terpadat Jelang Idul Fitri <p><strong> </strong></p> <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:336px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Rumah tempat korban tersengat listrik</span></span>Wartalumajang.com </strong>– Nasib sial dialami dua kuli bangunan yang tengah menggarap rumah milik Agus yang ada di jalan Raya Panjaitan no. 60 Citrodiwangsan Lumajang, saat tengah merenovasi rumah tersebut Avan dan Sodik, warga Desa Boreng Kecamatan Lumajang tersengat listrik hingga satu diantaranya terpental dan terjatuh dari atap rumah.</p> <p>Saat itu Sodik yang tengah melakukan pekerjaan renovasi rumah tersebut sedang membenahi bagian atap bangunan, sedangkan dua rekannya menunggu dibawah. Salah satu rekannya merasa curiga karena tidak terdengar suara aktivitas Sodik, sehingga ia minta kepada Avan untuk melihat keatas.</p> <p>Setelah dilihat keatas, nampak Sodik tengah dalam kondisi berkelojotan tersengat listrik, melihat kondisi tersebut Avan bermaksud menolong, namun karena tidak dibekali dengan pengetahuan yang cukup soal kelistrikan akhirnya Avan juga ikut tersengat listrik, bahkan dia juga terpental dari atap bangunan.</p> <p>Kejadian yang terjadi pagi ini, Rabu (23/7), sekira pukul 08.00 Wib sempat membuat warga sekitar geger hingga keluar dari rumah. Mendapat informasi kejadian tersebut, petugas dari Polres Lumajang segera meluncur ke lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP, bahkan Kapolres Lumajang AKBP Singgamata, SIK, yang juga tiba dilokasi kejadian langsung ikut membantu menurunkan korban dari atap atau genting rumah tersebut.</p> <p>Usai evakuasi kedua korban, AKBP Singgamata kepada sejumlah wartawan mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman soal kejadian tersebut apakah ada unsur kelalaian atau kecelakaan murni. “Ada dua korban yang tersengat listrik dan saat dilokasi keduanya masih hidup,” katanya.</p> <p>Informasi yang diperoleh media ini menyebutkan satu diantara dua korban tersebut yaitu Avan dinyatakan meninggal dunia ketika dalam perjalanan menuju ke rumah sakit, sementara satu korban lagi hingga berita ini ditulis dalam kondisi kritis.</p> "> 2 Kuli Bangunan Tersengat Listrik, Satu Dian...
  • "> Warga Lumajang Antusias Ikuti Penetapan Hasi...
  • "> Jelang Pengumuman Pilpres 2014 Polisi dan TN...
  • "> Hadirkan Ketua PWI Jatim, Humas Pemkab Gelar...

    Wisata Budaya

    Sejarawan Asal Belanda Harry Poeze, Kunjungi Situs Biting

    Rabu, 12 Pebruari 2014
    Sejarawan Asal Belanda Harry Poeze, Kunjungi Situs Biting <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:216px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Salah satu temuan di Desa Kedungmoro Kec. Kunir</span></span>Wartalumajang.com</strong> - Aliansi Masyarakat Pelestari Sejarah (AMPAS) Lumajang menilai Lumajang memiliki peninggalan sejarah yang sangat besar dan beragam. Namun sejumlah peninggalan sejarah tersebut hingga saat ini belum dikembangkan secara serius oleh Pemkab Lumajang, bahkan terkesan diabaikan sehingga merugikan kepentingan masyarakat yang wajib tahu tentang sejarah dan masa lalu Lumajang.</p> <p>Hal ini disampaikan Koordinator AMPAS Lumajang Lutfia Amerta, hari ini, kamis (30/1). Dalam kesempatan yang sama Lutfi menyatakan keinginannya agar situs-situs peninggalan sejarah diselamatkan seperti yang sudah dilakukan terhadap situs Biting Kutorenon Lumajang. Beberapa situs lainnya yang diharapkan bisa diselamatkan adalah penemuan Candi Betari Durga didesa Kedungmoro Kecamatan Kunir Lumajang.</p> <p>Terhadap peninggalan ini, AMPAS berharap agar dilakukan ekskavasi sehingga menjadi informasi penting yang bisa diakses oleh masyarakat luas. Dalam kesempatan yang sama Lutfi yang juga Sekretaris MPPM Timur berharap agar Pemkab secara serius melakukan penyelamatan tempat-tempat bersejarah di Lumajang yang diantaranya bisa dilakukan dengan cara mengalihkan pembangunan Perumnas Biting kewilayah diluar kawasan situs.</p> <p>Tuntutan lainnya antara lain, mendorong situs Biting menjadi Kawasan cagar budaya nasional sebagai kebanggaan masyarakat Lumajang dan kebanggaan masyarakat Tapal Kuda (bekas ibukota kerajaan Lumajang Tigang Juru). AMPAS juga berharap agar pemkab Lumajang mememuhi janjinya dan memberi fasilitas untuk melakukan penelitian dan ekskavasi Candi Betari Durga Di Desa Kedungmoro Kecamatan Kunir.</p> <p>Lufti juga menyatakan harapannya agar pemerintah memberikan kompensasi kepada masyarakat pemilik tanah dan penemu situs sehingga ada kejelasan nasib mereka sesuai dengan UU Cagar Budaya.</p> <p>Sebelumnya Ketua Bappekab Lumajang Ir. Indah Amperawati menyatakan bahwa Pemkab sudah merencanakan untuk membangun sebuah museum peninggalan sejarah Lumajang yang akan ditempatkan di kompleks KWT Lumajang.</p> "> AMPAS Tuding Pemkab Abaikan Peninggalan Seja...
  • "> MPPM Timur Gelar Malam Padang Rembulan dan K...
  • "> Rumah Budaya Nusantara Pentaskan Sendra Tari...
  • "> Pemkab Lumajang Lamban, Situs Biting Akhirny...

    kegiatan sosialsisasi Undang-undang Pemilu di Mapolres Lumajangkegiatan sosialsisasi Undang-undang Pemilu di Mapolres LumajangWartalumajang.com – Untuk mengantisipasi segala permasalahan yang timbul dalam pelaksanaan Pemilu 2014 termasuk munculnya laporan terjadinya tindak pidana Pemilu diwilayah Kabupaten Lumajang hari ini, Senin (17/02), Polres Lumajang menggelar sosialisasi tentang Undang-undang Pemilu khususnya yang menyangkut soal Pemilu Legislatif.

    Pelaksanaan sosialisasi berlangsung diruang pertemuan Polres Lumajang diikuti oleh seluruh perwira termasuk para Kabag, Kasat, Kasie, Kasubag dan Kapolsek ditambah empat personil perwakilan dari masing-masing Polsek. “Termasuk para Kanit yang ada di Polsek jajaran Polres Lumajang,” kata AKP Sugianto, Kasubag Humas Polres Lumajang.

    Selaku nara sumber Polres Lumajang mendatangkan 3 orang dari Bidang Hukum (Bidkum) Polda Jatim yang menyampaikan materi antara lain tentang Peraturan KPU (Perkap) no. 6 tahun 2012 tentang tata cara pemberitahuan dan penerbitan STTP Kampanye, kemudian Perkap no. 10 tentang tata cara penyidik tindak pidana anggota DPR, DPD, DPRD Prov, DPRD Kab/kota.

    Selain itu, masih kata AKP Sugianto, para peserta sosialisasi juga dibekali materi tentang unsur-unsur PSL tindak pidana Pemilu dalam UU no. 8 tahun 2012 tentang Pemilu anggota DPR, DPD, DPRD Prov, DPRD Kab/kota.

    Dalam sambutannya Kapolres Lumajang, AKBP Singgamata berharap agar hasil dari sosialisasi tersebut dapat menjadi acuan bagi anggotanya dalam melaksanakan tugas khususnya dalam menangani masalah-masalah yang timbul pada pelaksanaan Pemilu 2014 diwilayah Kabupaten Lumajang.

    Dalam menangani laporan tindak pidana Pemilu yang muncul dari masyarakat pasca digelarnya Pemilu Legislatif (Pileg) atau Pemilu Presiden (Pilpres) nanti, menurut AKP Sugianto, Polisi tidak dapat menerima langsung laporan tersebut. “Laporan harus melalui mekanisme yang ada, yaitu melalui Panwaslu yang kemudian dilakukan penelitian, selanjutnya jika memenuhi unsur tindak pidana Pemilu baru bisa dilaporkan ke polisi dalam hal ini Polres Lumajang,” pungkasnya.

    Web Designer