Halaman Facebook Twitter Warta Lumajang Langganan Berita
Event Catur KCL Cup Berlangsung Meriah
Sabtu, 23 Mei 2015 21:53 WIB
Wartalumajang.com – Komunitas Catur Lumajang atau KCL yang bermarkas di jalan Wachid Hasyim Lumajang akhrinya menggelar event KCL Cup yang didukung oleh Percasi Lumajang. Sebanyak 76 peserta ikut serta dalam event ini yang juga sekaligus sebagai ajang untuk seleksi Kejuaraan Catur tingkat propinsi...
Pabrik Kayu CV. WCN di Karang Anom Terbakar
Jumat, 22 Mei 2015, 16:34 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com - Kebakaran hebat terjadi disebuah pabrik pengolahan kayu CV. WCN yang ada di Dusun Kerajan Timur D [ ... ]

Pasangan Suami Istri Dibegal di Sukodono, Motor Dirampas Istri Dibacok
Kamis, 21 Mei 2015, 17:22 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com – Aksi begal kembali terjadi diwilayah hukum Polres Lumajang, kali ini terjadi disekitar Kecamata [ ... ]

Pembangunan Toilet Situs Biting Tak Mendapat Bantuan Dari Pemkab
Kamis, 21 Mei 2015, 17:10 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com – Keberadaan toilet merupakan salah satu kebutuhan bagi area wisata, meskipun tidak menjadi persy [ ... ]

Hardiknas, Bupati dan Forpimda Tandatangani Deklarasi Penolakan ISIS
Rabu, 20 Mei 2015, 16:50 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com – Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Hardiknas) ke-107 pada 20 Mei 2015, pemeri [ ... ]

Senin, 23 Pebruari 2015 16:38
Serial Bupati Baru (1) : Pak Bupati, Apa Kabar Pasir Besi Lumajang
Sejatinya tak ada satupun pekerjaan yang tak boleh tuntas. Karena jika tidak tuntas, bisa saja disebut bekerja setengah hati. Di Lumajang cukup banyak pekerjaan yang seharusnya dituntaskan yang hingga saat ini masih meninggalkan t...

Aspirasi

Minggu, 10 Mei 2015 07:41
Menanti Pembangunan Lumajang Yang Inovativ (Bagian 1)
Dalam setiap pergantian kepemimpinan disetiap daerah, selalu saja lahir jargon yang mengarah kepada usaha perbaikan kesejahteraan masyarakat. Jargon-j...

Birokrasi

Pembangunan Toilet Situs Biting Tak Mendapat Bantuan Dari Pemkab

Kamis, 21 Mei 2015
Pembangunan Toilet Situs Biting Tak Mendapat Bantuan Dari Pemkab <p><strong> </strong></p> <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:353px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Bupati Lumajang ketika menandatangani Deklarasi Penolakan ISIS bersama Forpimda </span></span>Wartalumajang.com</strong> – Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Hardiknas) ke-107 pada 20 Mei 2015, pemerintah Kabupaten Lumajang mengadakan upacara bendera di Alun-alun Lumajang, pada akhir kegiatan upacara tersebut Bupati Lumajang beserta Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) menandatangani deklarasi penolakan ISIS khususnya yang ada diwilayah Lumajang.</p> <p>Selain Bupati Lumajang, turut hadir dan ikut menandatangani Deklarasi Penolakan ISIS di Kabupaten Lumajang adalah Forpimda diantaranya Ketua DPRD Lumajang H. Agus Wicaksono S.Sos, Kapolres Lumajang AKBP Aries Syahbudin, Komandan Kodim 0821 Lumajang Letkol Inf Imam Purnomo Hadi, Kepala Kejaksaan Negeri Lumajang I Gede Nurmahendra, dan Ketua MUI Lumajang drs. H Muflih Farid.</p> <p>Usai upacara, Bupati Lumajang, drs. H. As’at Malik M.Ag kepada media ini mengatakan penandatanganan deklarasi penolakan ISIS ditengah memperingati Hardiknas ini sebagai pertanda jika pemerintah daerah masih semangat untuk melihat dan memantau keberadaan ISIS di Lumajang.</p> <p>“Deklarasi ini menandakan bahwa kita masih semangat untuk melihat gejala-gejala yang muncul sekecil apapun. Untuk itu dengan deklarasi ini diharapkan agar masyarakat memahami bahwa Lumajang tidak diam, meskipun kita tidak melihat ada gerakan-gerakan yang membahayakan di Lumajang, tetapi semangat kita harus lebih besar menolak dibandingan semangat mereka untuk mendirikan ISIS,” katanya.</p> <p>Bupati menambahkan, ISIS ini sesungguhnya masih menjadi pertanyaan besar, siapa yang menggerakkan? Jika ISIS makin berkembang di negara ini tentunya akan sangat merugikan terhadap Islam itu sendiri. “Oleh karena itu gerakan ISIS dan kewaspadaan kita dengan deklarasi penolakan itu sebenarnya adalah pemahaman kepada masyarakat bahwa Isalm itu Rahmatan Lil Alamin,” imbuhnya.</p> <p>Kalau ada gerakan-gerakan tertentu dari orang-orang yang tidak bertanggungjawab maka pihaknya akan mengajak mereka untuk memahami konsep Islam yang sebenarnya, jangan sampai ada kesan Isalm itu identik dengan kekerasan seperti yang ditonjolkan ISIS. “Padahal Isalm tidak seperti itu. Maka di hari Kebangkitan Nasional ini kita sertai dengan semangat untuk terus mewaspadai gerakan-gerakan yang tidak bertanggungjawab itu,” pungkas As’at Malik. (ww)</p>

"> Hardiknas, Bupati dan Forpimda Tandatangani ...
  • "> BPBD Lumajang Akan Menggelar Gladi Lapang Er...
  • "> Belum Ada PP, Proses Pemilihan Wabup Diperki...
  • "> Lantik Bupati Lumajang Soekarwo Minta DPRD d...
  • Hukum

    Hebat..! 18 Tahun Sudah 18 Kali Mencuri Sepeda Motor

    Selasa, 19 Mei 2015
    Hebat..! 18 Tahun Sudah 18 Kali Mencuri Sepeda Motor <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:448px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">tersangka pembunuhan ketika ditanya oleh Kapolres Lumajang AKBP Aris Syahbudin</span></span>Wartalumajang.com</strong> - Satu persatu pelaku pembunuhan dengan kekerasaan, di Gladak Perak Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, ditangkap aparat kepolisian. Kali ini yang dibekuk adalah Rodi Asik alias Kopi Hitam, (35), warga Dusun Sidorejo, Desa Ampel Gading Malang yang berperan sebagai otak atau perencana pembunuhan ini. Pelaku ini dibekuk di kos-kosannya pada, Selasa (6/5), sekitar pukul 06.00 WIB. Sebelumnya, 1 pelaku sudah ditangkap dan divonis 3,5 tahun penjara.</p> <p>Kapolres Lumajang, AKBP Aries Syahbudin kepada sejumlah wartawan mengatakan, 1 tahun yang lalu korban yang bernama Edwin (19), warga jalan Kasin Jaya gang 4, Kelurahan Sukun Malang, diajak oleh 5 orang temannya yang sudah saling kenal ke rumah salah satu pelaku, di Desa Ampel Gading Malang. Di sana mereka menggelar aksi pesta miras. Setelah mabuk berat korban diajak ke Gladak Perak Candipuro.</p> <p>"Tanpa rasa curiga sedikitpun, korban yang juga mulai teler mengikuti ajakan 5 pelaku. Di sana, tepatnya di Gladak Perak mereka minum kopi," tuturnya, Selasa (19/5). Setelah minumkopi, 5 pelaku ini langsung melaksanakan rencana kejamnya membunuh korban dan merampas sepeda motornya.</p> <p>"Ada yang bertugas memegang tangannya dan mencekik lehernya. Setelah dicekik, korban langsung dibuang ke bawah jurang yang ada di Gladak Perak hingga akhirnya korban tewas," ujarnya. Setelah dilempar para pelaku membawa kabur sepeda motor korban.</p> <p>Atas laporan warga sekitar aparat kepolisian langsung mengevakuasi korban dan memburu para pelaku, tak lama kemudian satu pelaku berhasil ditangkap. Pelaku pertama yang dibekuk adalah Ery Angga, warga Sumber Baru, Dampit Malang. Dia sudah divonis 3,5 tahun penjara setahun yang lalu.</p> <p>Sedangkan 3 pelaku lainnya yakni Titis Ardiansah Putra asal Ampel Gading, Kecamatan Sukun Kota Malang, RK dan GL (keduanya warga Ampel Gading Malang), masih menjadi buron. Karena perbuatan ini dilakukan dengan direncanakan dulu dan pelaku yang tertangkap terakhir ini merupakan otak dari rencana tersebut maka pelaku akan dijerat dengan pasal 340 KUHP sub 339 KUHP jo. 55 (1) ke I KUHP atau 365 KUHP. “Tentang pembunuhan berencana dengan ancaman maksimal hukuman mati atau paling lama 20 tahun penjara,” pungkas AKBP Aries Syahbudin.(ww)</p>

    "> Buron 1 Tahun, Otak Pelaku Pembunuhan Gladak...
  • "> Kejaksaan Lumajang Usut Dugaan Penyimpangan ...
  • "> Lam Cong San : Saya Heran Kenapa Kok Saya Ya...
  • "> Vonis Sengketa Tanah SMPN 1 Sukodono, Pemkab...
  • Politik

    H. Akhmat ST (PPP) : Bupati Jangan Diam Agar Tiga Parpol Segera Putusakan Calon Wabup

    Minggu, 03 Mei 2015
    H. Akhmat ST (PPP) : Bupati Jangan Diam Agar Tiga Parpol Segera Putusakan Calon Wabup <p style="text-align: left;"><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:448px;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Foto Ilustrasi</span></span>Wartalumajang.com – Pengambilan keputusan tiga partai politik untuk menentkukan dua Calon Wakil Bupati diperkirakan berjalan a lot. Hal ini disebabkan masing-masing partai punya kepentingan sangat kuat untuk menempatkan kadernya menjadi wakil bupati untuk medampingi Bupati Lumajang As’at Malik. Sementara tiga partai pendukung pasangan SAAT yang berhak untuk mengusung calon Wabup masing-masing sudah memiliki sejumlah nama untuk calonkan.</p> <p>Tiga partai politik yang menjadi pengusung pasangan SAAT dalam Pilkada lalu adalah Partai Golkar, Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional (PAN). Tiga partai ini masing-masing sudah punya calon unggulan kecuali Partai Golkar yang sampai sekarang masih terkesan diam sambil menunggu proses politik yang sedang berlangsung.</p> <p>PLt Ketua DPD PAN Lumajang Usman Arif menyatakan bahwa secara informal sudah dilakukan pembicaraan, namun belum sampai kepada masalah nama. “Kalau secara informal kita kan memang sering ketemu mas, jadi sedikitnya kita juga menyinggung masalah itu,” kata Usman Arif yang kami hubungi via ponselnya.</p> <p>Partai Demokrat yang sempat menempatkan nama Indah Amperawati sepertinya masih belum ada kepastian soal nama tersebut, karena Indah Amperawati sampai sekarang masih menyatakan siap atau tidak dengan pencalonan tersebut. “Saya ini PNS mas jadi belum mau bicara soal itu,” kata Indah.</p> <p>Ketua DPRD Lumajang Agus Wicaksono sebelumnya meminta kepada ketiga partai politik untuk segera duduk bersama untuk memutuskan dua nama untuk dicalonkan sebagai Wakil Bupati Lumajang.</p> <p>Sementara sumber kami dari kalangan partai politik di Lumajang mengatakan, soal penentuan dua calon wakil bupati ini diperkirakan berjalan alot karena masing-masing punya kepentingan untuk mendapatkan jatah kursi wakil Bupati tersebut. “Saya pastikan akan alot mas prosesnya, karena masing-masing partai politik ingin kadernya jadi Wakil Bupati. Persoalannya bukan sekedar siapa yang akan dicalonkan, namun partai mana yang akan mau untuk mengorbankan kepentingannya dalam moment strategis ini,” kata sumber kami.</p>

    "> Koordinasi Tiga Parpol Tentukan Dua Calon Wa...
  • "> PKPI Dukung Calon Wabup Dari Kalangan Birokr...
  • "> H. Akhmat (PPP) : Proses Pemilihan Wabup Har...
  • "> As’at Malik Harus Mandiri Dalam Ambil Kepu...
  • Aneka Rupa

    Event Catur KCL Cup Berlangsung Meriah

    Sabtu, 23 Mei 2015
    Event Catur KCL Cup Berlangsung Meriah <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:520px;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">foto ilustrasi</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Naiknya harga bawang merah beberapa hari terakhir ini menyebabkan usaha warung dan kuliner di Lumajang merasakan imbasnya. Harga barang merah disejumlah pasar tradisional di Lumajang belakangan mencapai Rp. 26 ribu per kilogram. Harga ini jauh berada diatas harga bawang merah sebelumnya yang hanya ada pada kisaran Rp. 15 ribu per kilogram. Jika dihitung dari sisi prosentase kenaikan harga, harga dalam sepekan terakhir naik sekitar 80 persen dari harga sebelumnya.</p> <p>Musrifah (48), penjual nasi yang ada di sepanjang Jalan Sastrodikoro, Lumajang ini mengaku, bawang merah merupakan salah satu bahan bumbu andalan dalam masakan yang dijualnya. “Kalau porsi bawangnya saya kurangi, yang pasti masakan saya kurang enak mas. Dan tentu saja hal ini berpengaruh kepada pelanggan saya,” kata Musrifah.</p> <p>Yang lebih memberatkan lagi, disamping harga yang melonjak, stock bawang merah yang ada dipasaran Lumajang justru kurang bagus. Karenanya ketika membeli bawang merah, sejumlah ibu-ibu harus memilih yang bagus-bagus walau resikonya beda harga jika dibandingkan dengan membeli tanpa memilih “Kalau tidak memilih, bawang yang busuk juga ikut,” paparnya.</p> <p>Ungkapan senada juga dilontarkan oleh Jumala (39), pemilik stand bakso asal Kelurahan Ditrotunan, Kecamatan Kota Lumajang. Menurutnya, bawang goreng sangat dibutuhkan dalam setiap penyajian bakso yang dijual kepada konsumen. “Kalau tidak ditaburi bawang goreng, otomatis kurang sedap rasa kuahnya,”teragnya.</p> <p>Terkait kenaikan harga bawang merah yang terjadi di pasaran, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lumajang, Drs. Agus Eko, menjelaskan, saat ini pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Pusat. Hasil dari koordinasi menyebutkan bahwa bawang merah mengalami kenaikan karena berkurangnya pasokan dari daerah penghasil bawang merah seperti Probolinggo, Brebes dan Mojokerto.</p> <p> </p> <p>Lebih jauh Agus menjelaskan, faktor penyebab berkurangnya suplai dikarenakan belum panen raya dan buruknya cuaca sehingga mengakibatkan kerusakan hasil produksi bawang. “Tingginya permintaan yang tidak disertai dengan jumblah pasokan mengakibatkan kenaikan harga disejumlah daerah bukan hanya di Kabupaten Lumajang,” paparnya. (fat)</p>

    "> Harga Bawang Merah Mahal, Usaha Kuliner Meng...
  • "> Modiv Motor Dengan Velg Kecil Tak Akan Dibin...
  • "> Kabar NU : Silaturahmi PCNU Wilayah Tapal Ku...
  • "> Sisi Barat Ruas Jalan Wonorejo Klakah Berlub...
  • Peristiwa

    Pabrik Kayu CV. WCN di Karang Anom Terbakar

    Jumat, 22 Mei 2015
    Pabrik Kayu CV. WCN di Karang Anom Terbakar <p><strong> </strong></p> <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:448px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Bu Amar (korban begal) ditunggu anaknya di RSD dr Haryoto</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Aksi begal kembali terjadi diwilayah hukum Polres Lumajang, kali ini terjadi disekitar Kecamatan Sukodono. Pasangan suami istri warga Kecamatan Kedungjajang dibegal dan diambil sepeda motornya disekitar jalan Sukarno Hatta Sukodono, pelaku pembegalan juga sempat melukai istri korban karena melawan, saat ini istri korban yang terluka parah masih dirawat di RSD dr Haryoto Lumajang.</p> <p>Awalnya, Kamis (21/5), sekitar pukul 04.00 Wib pasangan suami istri Amar (55) dan istrinya yang biasa dipanggil bu Amar (50) warga Desa Wonorejo Kecamatan Kedungjajang bermaksud pulang kerumahnya di Wonorejo setelah berdagang di pasar baru Lumajang.</p> <p>Dengan berboncengan sepeda motor Honda Vario warna hitam miliknya, mereka melintas di jalan Sukarno Hatta menuju kearah utara, tiba diseberang depan Puskesmas Sukodono pasangan ini dihentikan oleh tiga orang tak dikenal yang berboncengan.</p> <p>Disana pasangan ini dipaksa untuk menyerahkan sepeda motornya dibawah ancaman senjata tajam. Karena sepeda motor itu adalah satu-satunya alat transportasi yang dimilikinya untuk berdagang maka pasangan ini menolak dan melakukan perlawanan.</p> <p>Ketika melawan, si suami sempat menerima beberapa kali bogem mentah pelaku sehingga tersungkur, namun kejadian tragis dialami si istri, lawan yang dihadapi membawa senjata tajam sehingga terjadi perlawanan yang tak seimbang. Si istri sempat dibacok pelaku di kepala dan kedua tangannya hingga sejumlah jarinya nyaris putus.</p> <p>Hal ini diceritakan oleh Didik (30), putra korban ketika dikonfirmasi media ini di salah satu ruang perawatan RSD dr. Haryoto Lumajang. “Kata bapak saya, meski sudah terluka di kepala ibu saya terus melawan berusaha mempertahankan sepeda motornya, namun setelah jari tangannya terkena sabetan clurit akhirnya nggak kuat lagi,” katanya.</p> <p>Setelah melakukan perlawanan sengit dan terluka parah hingga tersungkur ditengah jalan, pasangan suami istri ini akhirnya terpaksa melepaskan sepeda motor kesayangannya dibawa para pembegal.</p> <p>Kapolsek Sukodono, AKP Sudarto ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan pihaknya sudah melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi yang ada disekitar lokasi kejadian. “Saat ini kami tengah melakukan pengejaran terhadap para pelaku ini mas, mudah-mudahan dalam waktu dekat para pelaku akan segera tertangkap,” ujarnya. (ww)</p>

    "> Pasangan Suami Istri Dibegal di Sukodono, Mo...
  • "> Sapi Curian Disembunyikan Di Kamar Tidur...
  • "> KASAD Beri Arahan Kepada Anggota Yonif 527 Y...
  • "> Kapolres Ajak TNI dan Pemkab Bersih-bersih R...
  • Wisata Budaya

    Meriah…! Konser Amal Untuk Situs Biting

    Senin, 18 Mei 2015
    Meriah…! Konser Amal Untuk Situs Biting <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:526px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Inilah Kawasan Air Terjun Tumpak Sewu Lumajang</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Pemkab Lumajang sudah berkali-kali menyatakan bahwa kawasan wisata air terjun Tumpak Sewu merupakan kawasan wisata yang masih berbahaya untuk dikunjungi. Bukan karena medannya yang cukup berat untuk dilalui, namun berbagai sarana pendukung sampai sekarang masih belum ada. Bahkan Pemkab menyebut air terjun Tumpak Sewu ini nantinya akan dijadikan wisata minat khusus.</p> <p>Jumat (1/5) kemarin seorang mahasiswa meninggal dunia setelah terjatuh dari tebing yang cukup curam dan dalam ini. Mahasiswa yang diketahui berasal dari Pasuruan ini harus kehilangan nyawa saat hendak mengabadikan foto dirinya melalui foro Selfi yang berakibat yang bersangkutan terpeleset dan jatuh masuk kejurang.</p> <p>Ketua Bappekab Lumajang Ir. Indah Amperawati sebelumnya sudah mengingatkan masyarakat untuk untuk tidak datang ketempat ini karena cukup berbahaya. Rombongan wartawan yang pernah datang ketempat ini juga menyebut kawasan ini sebagai kawasan wisata yang cukup berbahaya dan menegangkan.</p> <p>“Kita bisa saja mengembangkan kawasan ini, namun tentunya akan menjadi wisata minat khusus. Jadi tidak semua orang bisa datang ketempat ini,” kata Indah Amperawati.</p> <p>Sayangnya himbauan ini nyaris tak digubris dan sejumlah orang terus berduyun-duyun mendatangi tempat ini, setelah keindahan tempat ini banyak di Upload kemedia social Facebook dan Twiter. Bahkan ketika rombongan wartawan datang ketempat ini juga mendapati rombongan wisatatawan yang berasal dari Jakarta. “Memang tempat ini sangat dikenal luas belakangan ini setelah kawasan lain, yakni Puncak B29 lebih dulu popular,” kata salah seorang wisatawan yang pernah datang ketempat ini.</p> <p>Kini satu orang meninggal dunia sebagai akibat dari keingintahuan mereka untuk menjelajah tempat berbahaya ini. “Tempat ini baru akan kita kembangkan mungkin pada tahun 2016 mendatang setelah melalui kajian yang mendalam,” kata Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Kabupaten Lumajang, Drs. Gawat Sudarmanto beberapa waktu lalu.</p>

    "> Kekhawatiran Bahaya Air Terjun Tumpak Sewu A...
  • "> Wisata Alam Cuban Sewu Baru Bisa Dikembangka...
  • "> Ditengah Hujan Deras, Festival Tari Jaran Sl...
  • "> Tim Balai Arkeologi Yogyakarta Teliti Situs ...
  • kegiatan sosialsisasi Undang-undang Pemilu di Mapolres Lumajangkegiatan sosialsisasi Undang-undang Pemilu di Mapolres LumajangWartalumajang.com – Untuk mengantisipasi segala permasalahan yang timbul dalam pelaksanaan Pemilu 2014 termasuk munculnya laporan terjadinya tindak pidana Pemilu diwilayah Kabupaten Lumajang hari ini, Senin (17/02), Polres Lumajang menggelar sosialisasi tentang Undang-undang Pemilu khususnya yang menyangkut soal Pemilu Legislatif.

    Pelaksanaan sosialisasi berlangsung diruang pertemuan Polres Lumajang diikuti oleh seluruh perwira termasuk para Kabag, Kasat, Kasie, Kasubag dan Kapolsek ditambah empat personil perwakilan dari masing-masing Polsek. “Termasuk para Kanit yang ada di Polsek jajaran Polres Lumajang,” kata AKP Sugianto, Kasubag Humas Polres Lumajang.

    Selaku nara sumber Polres Lumajang mendatangkan 3 orang dari Bidang Hukum (Bidkum) Polda Jatim yang menyampaikan materi antara lain tentang Peraturan KPU (Perkap) no. 6 tahun 2012 tentang tata cara pemberitahuan dan penerbitan STTP Kampanye, kemudian Perkap no. 10 tentang tata cara penyidik tindak pidana anggota DPR, DPD, DPRD Prov, DPRD Kab/kota.

    Selain itu, masih kata AKP Sugianto, para peserta sosialisasi juga dibekali materi tentang unsur-unsur PSL tindak pidana Pemilu dalam UU no. 8 tahun 2012 tentang Pemilu anggota DPR, DPD, DPRD Prov, DPRD Kab/kota.

    Dalam sambutannya Kapolres Lumajang, AKBP Singgamata berharap agar hasil dari sosialisasi tersebut dapat menjadi acuan bagi anggotanya dalam melaksanakan tugas khususnya dalam menangani masalah-masalah yang timbul pada pelaksanaan Pemilu 2014 diwilayah Kabupaten Lumajang.

    Dalam menangani laporan tindak pidana Pemilu yang muncul dari masyarakat pasca digelarnya Pemilu Legislatif (Pileg) atau Pemilu Presiden (Pilpres) nanti, menurut AKP Sugianto, Polisi tidak dapat menerima langsung laporan tersebut. “Laporan harus melalui mekanisme yang ada, yaitu melalui Panwaslu yang kemudian dilakukan penelitian, selanjutnya jika memenuhi unsur tindak pidana Pemilu baru bisa dilaporkan ke polisi dalam hal ini Polres Lumajang,” pungkasnya.

    Web Designer