Halaman Facebook Twitter Warta Lumajang Langganan Berita
MPPM Timur Usut Ketidakjelasan Prasasti Pasrujambe Yang Dibawa Diknas
Selasa, 02 September 2014 16:11 WIB
Wartalumajang.com – Prasasti Pasrujambe adalah sebuah prasasti yang sangat monumental karena prasasti tersebut ditemukan sebanyak 20 buah dalam satu tempat yaitu di Dusun Munggir Desa/Kecamatan Pasrujambe. Prasasti yang menceritakan kehidupan kaum Brahmana dibawah kaki Gunung Semeru ini terdapa...
Ambisi Kelola B29, Jangan-Jangan Nafsu Kuat Tapi Stamina Kendor
Selasa, 02 September 2014, 12:25 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com – Perebutan B29 untuk dijadikan aset wisata bagi Lumajang terus makin kuat. Pemkab Lumajang dan Pemk [ ... ]

Agus Wicaksono : “Manfaatkan Setiap Tugas Keluar Kota Untuk Membeli Buku”
Selasa, 02 September 2014, 12:21 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com – Ketua Sementara DPRD Lumajang H. Agus Wicaksono, S.Sos meminta kepada segenap anggota DPRD yang ba [ ... ]

Tahun Ini Lumajang Targetkan Jalan Hotmix Sepanjang 100 KM
Senin, 01 September 2014, 14:48 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com - Dalam tahun 2014 ini Pemkab Lumajang mentargetkan bisa menyelesaikan 100 km jalan Kabupaten. Ini dil [ ... ]

Ketahuan Merampok, Pemilik Rumah Dibondet
Jumat, 29 Agustus 2014, 19:01 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com – Aksi pelemparan bondet kembali terjadi diwilayah Lumajang, berbeda dengan kejadian beberapa hari l [ ... ]

Kamis, 28 Agustus 2014 14:49
Saling Klaim B29, Lumajang-Probolinggo Sepakat Putuskan Batas Wilayah Melalui GPS
Wartalumajang.com – Saling Klaim antara Probolinggo dan Lumajang atas destinaty wisata Puncak B29, yang sering pula disebut sebagai negeri diatas awan, akhirnya ditengahi oleh Pemerintah Propinsi Jawa Timur. Sejumlah pejabat pe...

Aspirasi

Selasa, 02 September 2014 12:25
Ambisi Kelola B29, Jangan-Jangan Nafsu Kuat Tapi Stamina Kendor
Wartalumajang.com – Perebutan B29 untuk dijadikan aset wisata bagi Lumajang terus makin kuat. Pemkab Lumajang dan Pemkab Probolinggo sampai mendatan...

Birokrasi

Tahun Ini Lumajang Targetkan Jalan Hotmix Sepanjang 100 KM

Senin, 01 September 2014
Tahun Ini Lumajang Targetkan Jalan Hotmix Sepanjang 100 KM <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:336px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Ir. H. Anung Widiarto, Kepala Dinas Budaya Dan Pariwisata Kab. Probolinggo</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Kabupaten Probolinggo Ir. H. Anung Widiarto, MM. menyatakan pihaknya tidak pernah melakukan klaim terhadap puncak B29 yang fenomenal itu. Anung juga menyangkal kalau dinas yang dipimpinnya pernah pernah melakukan prmosi dalam bentuk iklan untuk menarik minat wisatawan untuk datang ke Puncak B29 melalui Probolingo. Anung bahkan menyatakan, bahwa nama B29 hanya ciptaan saja, sementara dalam PP. No. 45 tahun 2012 tidak ada istilah B29 itu.</p> <p>Usai mengadakan pertemuan yang difasilitasi oleh Pemerintah Propinsi Jawa Timur hari ini, Anung menyatakan bahwa masalah B29 tinggal menunnggu waktu saja untuk ditentukan akan masuk Lumajang atau Probolinggo. “Nggak pernah mas kita klaim itu. Tapi memang wartawan kadang-kadang tertarik kepada masalah ini. Kan beritanya bisa part1, part2 (Bersambung=red) dan seterusnya,” kata Anung hari ini, Kamia (28/8) di Lobby Pemkab Lumajang.</p> <p>Anung kemudian member contoh Wisata Bromo yang bisa masuk dari mana saja, bisa dari Lumajang, bisa dari Probolinggo bahkan Malang. “Kita tidak ada keinginan ini punya siapa, contoh gunung Bromo bisa datang dari mana saja. Bisa dari Lumajang, Probolinggo dan Malang. Jadi klaim-klaiman itu sebenarnya tidak ada,” kata Anung kemudian.</p> <p>Kata Anung yang akan dilakukan kedua kabupaten ini hanya untuk menentukan wilayah itu masuk Kabupaten Lumajang atau Probolingo. Sedang untuk pengelolaan sebenarnya masih harus bekerjasama dengan pihak Perhutani. “Kita ini kan hanya ingin mengembangkan saja. Kalau wilayah yang sebenarnya kan milik Perhutani. Kita hanya bisa kerjasama saja,” jelas Anung.</p> <p>Anung juga menyatakan Iklas, jika dalam pengukuran yang akan dilakukan, jumat (29/8), ternyata puncak yang disengketakan ini adalah milik dari Lumajang. “Ya Ikhlaslah,” katanya kepada wartawan.</p> <p>Sementara Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Kabupaten Lumajang Drs. Gawat Sudarmanto juga menyatakan hal serupa. Soal B29 pihaknya sudah kesepakatan dengan Pemkab Probolinggo. "Kita sudah ada kesepakatan kok, sekarang bisa dilihat kesepakatannya," kata Gawat yang duduk berdampingan dengan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Probolinggo Ir. H. Anung Widiarto, MM.</p> "> Ir. Anung Widiarto MM : Kalau Memang B29 Mil...
  • "> Nasib Rusunawa Masih Menunggu Penyerahan Dar...
  • "> 4 Mobdin Dewan Belum Dikembalikan...
  • "> Redaksi KUA-PPAS Tahun 2015 Ketahuan Copy Pa...

    Hukum

    3 Kali Mangkir Dari Panggilan Polisi, Bos PT. Victory Jadi DPO

    Kamis, 14 Agustus 2014
    3 Kali Mangkir Dari Panggilan Polisi, Bos PT. Victory Jadi DPO <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:352px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Ilustrasi</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Sejumlah kasus besar termasuk kasus korupsi akan kembali dibuka pasca lebaran ini. Setidaknya pemeriksaan itu akan dilakukan terhadap sejumlah kasus korupsi yang sempat terhenti selama puasa dan lebaran. Aparat yang berwenang akan kembali memanggil sejumlah saksi termasuk tersangka sejumlah kasus korupsi di Lumajang. Informasi yang berhasil kami himpun dari Unit Pidana Khusus Polres Lumajang, sejumlah kasus besar yang sedang ditangani Polres Lumajang akan segera dilanjutkan pemeriksaannya.</p> <p>Bahkan kabarnya ada sejumlah kasus baru yang akan melibatkan birokrasi di Lumajang yang akan segera memasuki tahapan pemanggilan saksi-saksi setelah lebaran. “Kita tinggal menunggu jadwal pemanggilan saja, InsyaAllah setelah hari raya ini,” kata sumber kami di Polres Lumajang.</p> <p>Belakangan Polres Lumajang sedang memeriksa kasus pasir besi dan sejumla kasus lainnya. Sedangkan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur pernah datang ke Lumajang untuk memeriksa belasan pejabat pemkab terkait pasir besi. Sayangnya, sampai sekarang kasus ini belum terdengar kelanjutannya. Kabarnya, pemanggilan lanjutan terhadap belasan pejabat Pemkab Lumajang ini dilanjutkan di Kejaksaan Tinggi di Surabaya.</p> <p>Kejaksaan Negeri Lumajang sendiri pernah memanggil sejumlah orang terkait dengan kasus P2SEM dan proyek kelistrikan di Lumajang. Namun lagi-lagi masalah ini tak terdengar lagi kabarnya. Pada dua kasus ini, menurut informasi yang berhasil kami himpun dari Kejaksaan Negeri Lumajang masih menunggu hasil audit dari BPKP, namun audit yang ditunggu tersebut hingga sekarang masih belum kunjun datang.</p> <p>“Kami masih menunggu hasil audit dari BPKP mas, dan sampai sekarang memang belum ada. Makanya prosesnya agak lambat,” kata sumber kami di Kejaksaan Negeri Lumajang, yang untuk sementara namanya tidak mau dimediakan.</p> "> Pasca Lebaran Sejumlah Kasus Korupsi Akan ...
  • "> Kajari Minta Pemkab Tidak Intervensi Dalam K...
  • "> Dua Tersangka Kasus Dugaan Korupsi DLH Dijeb...
  • "> Jual Dextro, Pemuda Labruk Lor Dicokok Polis...

    Politik

    Agus Wicaksono : “Manfaatkan Setiap Tugas Keluar Kota Untuk Membeli Buku”

    Selasa, 02 September 2014
    Agus Wicaksono : “Manfaatkan Setiap Tugas Keluar Kota Untuk Membeli Buku” <p><strong> </strong></p> <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:345px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Sjahrazad Masdar, Ketua DPC Partai Demokrat Lumajang</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Absennya Bupati Lumajang Sjahrazad Masdar Dalam aktivitas pemerintahan dan politik karena masih sakit ternyata berimbas juga Partai Demokrat. Bupati yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Lumajang telah menugaskan salah satu wakil ketua DPC, dalam hal ini Drs. Samsul Huda untuk menjalankan roda partai sampai bupati benar-benar sembuh.</p> <p>Kabar tentang penugasan untuk mengendalikan organisasi ini juga dibenarkan oleh Samsul Huda selaku penerima tugas tersebut. Ketika ditemui media ini sehari sebelum pelantikan DPRD, Samsul mengaku jika dirinya memang diminta untuk mengendalikan organisasi Partai Demokrat. “Sifatnya hanya tugas untuk mengendalikan organisasi, karena memang ada beberapa moment dimana Partai Demokrat harus hadir. Jadi tugas untuk mengendalikan organisasi saja,” kata Samsul Huda.</p> <p>Samsul menyangkal kalau dirinya ditunjuk sebegai pelaksana tugas (Plt). Namun demikian, Samsul mengaku bahwa dirinya mendapat mandat untuk mengendalikan organisasi tersebut dalam bentuk surat tugas dari Ketua DPC Partai Demokrat Lumajang, Sjahrazad Masdar kepada dirinya selaku Wakil Ketua II. “Hanya surat tugas saja dari ketua kepada wakil ketua II untuk mengendalikan organsisasi,” kata Samsul.</p> <p>Sementara disisi lain berhembus kabar bahwa pemberian surat tugas tidak melalui forum resmi dalam pleno pengurus DPC Demokrat Lumajang. Seharusnya pemberian surat tugas seperti itu harus diputuskan dalam rapat pleno DPC Partai Demokrat Lumajang.</p> <p>Sementara Sekretaris DPC Partai Demokrat Lumajang, Moch. Sofi ketika dikonfirmasi secara terpisah mengaku tidak tahu soal surat tugas tersebut. “Saya ndak tahu mas, malah saya baru dengar dari saudara sekarang ini,” kata Sofi yang kami temui setelah acara pelantikan DPRD Lumajang, Kamis (21/8).</p> "> Sakitnya Bupati Berimbas Pada Partai Demokra...
  • "> KPU Lumajang Kembali Membongkar 1.762 Kotak ...
  • "> Penuhi Ketetapan MK, KPU Lumajang Bongkar Ra...
  • "> Herman Affandi : Kita Minta Relawan Prabowo ...

    Aneka Rupa

    Petasan Belum Bisa Dipisahkan Dari Tradisi Idul Fitri

    Jumat, 01 Agustus 2014
    Petasan Belum Bisa Dipisahkan Dari Tradisi Idul Fitri <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:448px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Gunung Semeru Lumajang</span></span>Wartalumajang.com</strong> - Menjelang lebaran Idul Fitri 1435 H minat pendaki Semeru kian meningkat. Jika pada hari biasa hanya ada 50 pendaki, jelang lebaran ini pendakian sudah 200 lebih pendaki yang mendaftarkan diri secara online.</p> <p>Kepala Taman Nasional Tengger Semeru (TNBTS) Ayu Dwi Utari, mengatakan, jumlah ini memang meningkat dari hari biasanya, namun tetap lebih kecil dibandingkan dengan lebaran tahun lalu. "Tahun lalu jumlah pendaki saat lebaran lebih banyak, sekarang agak berkurang karena pendaki banyak yang memilih mendaki saat agustus nanti," kata wanita yang akrab dipanggil bu Ayu tersebut.</p> <p>Untuk memberikan rasa aman kepada pendaki selama lebaran pihak TNBTS menambah tenaga lebih banyak dari biasanya. Untuk pendakian yang melalui Malang disiapkan 50 personil, sedangkan pendaki yang melalui Lumajang disiapkan 30 tenaga yang akan mengarahkan pendaki Semeru.</p> <p>Dijelaskan pula, jumlah 200 pendaki itu adalah mereka yang membeli tiket secara online. Jumlah ini diperkirakan akan terus meningkat karena sebagian langsung datang kelokasi.</p> <p>Selain lebaran ini Puncak Semeru kemungkinan masih akan terus dibanjiri pendaki saat agustusan nanti. Karena pada saat agustusan ada tradisi upacara agustusan di Puncak Semeru. Kondisi Semeru yang relativ aman untuk dijelajahi pendaki kemungkinan akan terus mendorong meningkatnya jumlah pendaki saat agustusan nanti.</p> "> Jelang Lebaran, Tiket Pendakian Semeru Laris...
  • "> MPPM Timur Peringati Pekan Bung Karno Dengan...
  • "> Atlit Catur Junior Lumajang Raih Peringkat D...
  • "> Ramainya JLT di Malam Minggu...

    Peristiwa

    MPPM Timur Usut Ketidakjelasan Prasasti Pasrujambe Yang Dibawa Diknas

    Selasa, 02 September 2014
    MPPM Timur Usut Ketidakjelasan Prasasti Pasrujambe Yang Dibawa Diknas <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:448px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Rumah Aswar, korban bondet di Desa Besuk Kecamatan Tempeh</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Aksi pelemparan bondet kembali terjadi diwilayah Lumajang, berbeda dengan kejadian beberapa hari lalu, aksi ini diiringi dengan percobaan pencurian atau perampokan dirumah salah satu warga Tempeh, salah satu perampok melempar pemilik rumah dengan bondet setelah aksi percobaan pencurian yang tengah dilakukan bersama 5 temannya ketahuan pemilik rumah.</p> <p>Aswar alias Pak Unyil (60), warga Dusun Sumbrejo, Desa Besuk, Kecamatan Tempeh terkena lemparan bondet kawanan perampok yang mencoba memasuki rumahnya. Kejadian memilukan ini terjadi dini hari kemarin, Jumat (29/8) sekitar pukul 00.30 Wib.</p> <p>Mengetahui ada beberapa orang mendekati rumahnya, Aswar membangunkan Nurhadi (anaknya) dan Syarif (keluarganya). Setelah diamati dari dalam rumah, ternyata benar saat itu beberapa orang yang ada diluar, hendak merampok rumahnya.</p> <p>Kawanan itu terlihat jelas mendekati rumahnya. Terlihat mereka memakai penutup kepala berupa kerpus hitam. Namun tidak diketahui dengan jelas jumlah mereka. “Pokoknya banyak,” kata Nurhadi. Kawanan perampok itupun tidak mematikan isntalasi listrik rumah tersebut. Dibiarkan begitu saja lampu luar yang menyala.</p> <p>Awalnya kawanan rampok ini mencungkil jendela rumah korban, namun karena sulit dan merasa jika tuan rumah sudah mengetahui aksinya maka kawanan ini merubah strategi melalui pintu samping.</p> <p>Ditengah ketegangan tiba-tiba kaca pintu samping dipecah, dan setelah pecah secara tiba-tiba kawanan tersebut melempar bondet yang langsung meledak, untung saja bondet tidak mengenai penghuni rumah hanya mengenai kursi, namun serpihan bondet yang terdiri dari jeruji besi, paku, baut dan besi-besi kecil lainnya sempat mengenai Aswar dan Murhadi. “Yang parah bapak. Pinggang dan kakinya terkena ledakan,” ungkap Nurhadi yang sudah pulang setelah dirawat di Puskesmas.</p> <p>Ternyata begitu melempar bondet, kawanan itu langsung pergi. Ironisnya, para tetangga yang saat itu mendengar suara leadakan tidak sedikitpun berani keluar. Mereka ketakutan. Apalagi para tetangganya banyak yang ditinggal merantau. Sehingga kebanyakan para istri dan anak-anak saja yang tinggal dirumah.</p> <p>Karena tidak ada orang, dengan kondisi luka dirinya mencoba menghubungi temannya yang berada di Tempeh. Mengetahui kejadian itu, temannya langsung menghubungi pihak kepolisian setempat. Akhirnya petugas dari Polsek Tempeh bersama temannya itu langsung menuju kerumahnya.</p> <p>Nurhadi dan Aswar langsung dievakuasi ke Puskesmas Tempeh oleh petugas Polsek. Saat itu, Nur Hadi bisa ditangani oleh petugas Puskesmas setempat. Namun untuk Aswar, karena lukanya sangat parah, akhirnya dirujuk ke RS Bhayangkara Lumajang.</p> <p>Saat itu, petugas langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Petugas langsung memasang police line mengitari rumah korban. Sementara petugas langsung menggali seluruh ciri-ciri dan segala sesuatu tentang pelaku perampokan.</p> "> Ketahuan Merampok, Pemilik Rumah Dibondet...
  • "> BBM Langka, Pedagang Pasar Baru Menjerit...
  • "> Eceren Bensin Capai Rp. 8 Ribu, Antrian Di S...
  • "> Aksi Teatrikal Batalyon 527 Buat Penonton Te...

    Wisata Budaya

    Sejarawan Asal Belanda Harry Poeze, Kunjungi Situs Biting

    Rabu, 12 Pebruari 2014
    Sejarawan Asal Belanda Harry Poeze, Kunjungi Situs Biting <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:216px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Salah satu temuan di Desa Kedungmoro Kec. Kunir</span></span>Wartalumajang.com</strong> - Aliansi Masyarakat Pelestari Sejarah (AMPAS) Lumajang menilai Lumajang memiliki peninggalan sejarah yang sangat besar dan beragam. Namun sejumlah peninggalan sejarah tersebut hingga saat ini belum dikembangkan secara serius oleh Pemkab Lumajang, bahkan terkesan diabaikan sehingga merugikan kepentingan masyarakat yang wajib tahu tentang sejarah dan masa lalu Lumajang.</p> <p>Hal ini disampaikan Koordinator AMPAS Lumajang Lutfia Amerta, hari ini, kamis (30/1). Dalam kesempatan yang sama Lutfi menyatakan keinginannya agar situs-situs peninggalan sejarah diselamatkan seperti yang sudah dilakukan terhadap situs Biting Kutorenon Lumajang. Beberapa situs lainnya yang diharapkan bisa diselamatkan adalah penemuan Candi Betari Durga didesa Kedungmoro Kecamatan Kunir Lumajang.</p> <p>Terhadap peninggalan ini, AMPAS berharap agar dilakukan ekskavasi sehingga menjadi informasi penting yang bisa diakses oleh masyarakat luas. Dalam kesempatan yang sama Lutfi yang juga Sekretaris MPPM Timur berharap agar Pemkab secara serius melakukan penyelamatan tempat-tempat bersejarah di Lumajang yang diantaranya bisa dilakukan dengan cara mengalihkan pembangunan Perumnas Biting kewilayah diluar kawasan situs.</p> <p>Tuntutan lainnya antara lain, mendorong situs Biting menjadi Kawasan cagar budaya nasional sebagai kebanggaan masyarakat Lumajang dan kebanggaan masyarakat Tapal Kuda (bekas ibukota kerajaan Lumajang Tigang Juru). AMPAS juga berharap agar pemkab Lumajang mememuhi janjinya dan memberi fasilitas untuk melakukan penelitian dan ekskavasi Candi Betari Durga Di Desa Kedungmoro Kecamatan Kunir.</p> <p>Lufti juga menyatakan harapannya agar pemerintah memberikan kompensasi kepada masyarakat pemilik tanah dan penemu situs sehingga ada kejelasan nasib mereka sesuai dengan UU Cagar Budaya.</p> <p>Sebelumnya Ketua Bappekab Lumajang Ir. Indah Amperawati menyatakan bahwa Pemkab sudah merencanakan untuk membangun sebuah museum peninggalan sejarah Lumajang yang akan ditempatkan di kompleks KWT Lumajang.</p> "> AMPAS Tuding Pemkab Abaikan Peninggalan Seja...
  • "> MPPM Timur Gelar Malam Padang Rembulan dan K...
  • "> Rumah Budaya Nusantara Pentaskan Sendra Tari...
  • "> Pemkab Lumajang Lamban, Situs Biting Akhirny...

    kegiatan sosialsisasi Undang-undang Pemilu di Mapolres Lumajangkegiatan sosialsisasi Undang-undang Pemilu di Mapolres LumajangWartalumajang.com – Untuk mengantisipasi segala permasalahan yang timbul dalam pelaksanaan Pemilu 2014 termasuk munculnya laporan terjadinya tindak pidana Pemilu diwilayah Kabupaten Lumajang hari ini, Senin (17/02), Polres Lumajang menggelar sosialisasi tentang Undang-undang Pemilu khususnya yang menyangkut soal Pemilu Legislatif.

    Pelaksanaan sosialisasi berlangsung diruang pertemuan Polres Lumajang diikuti oleh seluruh perwira termasuk para Kabag, Kasat, Kasie, Kasubag dan Kapolsek ditambah empat personil perwakilan dari masing-masing Polsek. “Termasuk para Kanit yang ada di Polsek jajaran Polres Lumajang,” kata AKP Sugianto, Kasubag Humas Polres Lumajang.

    Selaku nara sumber Polres Lumajang mendatangkan 3 orang dari Bidang Hukum (Bidkum) Polda Jatim yang menyampaikan materi antara lain tentang Peraturan KPU (Perkap) no. 6 tahun 2012 tentang tata cara pemberitahuan dan penerbitan STTP Kampanye, kemudian Perkap no. 10 tentang tata cara penyidik tindak pidana anggota DPR, DPD, DPRD Prov, DPRD Kab/kota.

    Selain itu, masih kata AKP Sugianto, para peserta sosialisasi juga dibekali materi tentang unsur-unsur PSL tindak pidana Pemilu dalam UU no. 8 tahun 2012 tentang Pemilu anggota DPR, DPD, DPRD Prov, DPRD Kab/kota.

    Dalam sambutannya Kapolres Lumajang, AKBP Singgamata berharap agar hasil dari sosialisasi tersebut dapat menjadi acuan bagi anggotanya dalam melaksanakan tugas khususnya dalam menangani masalah-masalah yang timbul pada pelaksanaan Pemilu 2014 diwilayah Kabupaten Lumajang.

    Dalam menangani laporan tindak pidana Pemilu yang muncul dari masyarakat pasca digelarnya Pemilu Legislatif (Pileg) atau Pemilu Presiden (Pilpres) nanti, menurut AKP Sugianto, Polisi tidak dapat menerima langsung laporan tersebut. “Laporan harus melalui mekanisme yang ada, yaitu melalui Panwaslu yang kemudian dilakukan penelitian, selanjutnya jika memenuhi unsur tindak pidana Pemilu baru bisa dilaporkan ke polisi dalam hal ini Polres Lumajang,” pungkasnya.

    Web Designer