Halaman Facebook Twitter Warta Lumajang Langganan Berita
Walau Bangunan Belum Rampung, Kantor BPBD Tetap Akan Ditempati
Jumat, 27 Maret 2015 18:00 WIB
Wartalumajang.com - Meski proses pembangunannya belum sepenihnya rampung, Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang beramat di Jalan Hasanudin Lumajang tetap akan ditempati. Kondisi itu dikarenakan, Kantor yang ditempati sekarang tidak mencukupi untuk menampung peralatan penanggulangan ...
Harga Bawang Merah Mahal, Usaha Kuliner Mengeluh
Jumat, 27 Maret 2015, 17:44 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com – Naiknya harga bawang merah beberapa hari terakhir ini menyebabkan usaha warung dan kuliner di Luma [ ... ]

Terlantar, Bocah 10 Tahun Ditemukan “Nggandol” Di Ban Cadangan Truk Sampai Jatiroto
Rabu, 25 Maret 2015, 11:39 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com – Seorang bocah berusia sekitar 10 tahunan ditemukan pengemudi kendaraan yang melintas di Jatiroto s [ ... ]

Belum Ada Putusan Soal B29, Pemprov Jatim Minta Lumajang Probolinggo Berunding
Selasa, 24 Maret 2015, 21:31 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com – Sampai sekarang belum ada keputusan final soal kepemilikan B29 untuk dikelola menjadi obyek wisata [ ... ]

Awal Bulan Depan, Gugatan Tanah SMPN 1 Sukodono Akan Divonis PN Lumajang
Selasa, 24 Maret 2015, 07:17 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com – Gugatan warga atas tanah hamalam SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang seluas 3.130 Meter sudah memasuki [ ... ]

Senin, 23 Pebruari 2015 16:38
Serial Bupati Baru (1) : Pak Bupati, Apa Kabar Pasir Besi Lumajang
Sejatinya tak ada satupun pekerjaan yang tak boleh tuntas. Karena jika tidak tuntas, bisa saja disebut bekerja setengah hati. Di Lumajang cukup banyak pekerjaan yang seharusnya dituntaskan yang hingga saat ini masih meninggalkan t...

Aspirasi

Rabu, 11 Maret 2015 06:34
Harun Nur Rosyid (NasDem) : Sudah Masuk Dalam RDKK, Kenapa Pupuk Kadang Langka ?
Wartalumajang.com – Politisi Partai NasDem Harus Nur Rosyid mempertanyakan terjadinya kelangkaan pupuk bersubdisi di Lumajang. Menurut Harun, jika p...

Birokrasi

Walau Bangunan Belum Rampung, Kantor BPBD Tetap Akan Ditempati

Jumat, 27 Maret 2015
Walau Bangunan Belum Rampung, Kantor BPBD Tetap Akan Ditempati <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:631px;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Kabag Tata Pemerintahan Pemkab Lumajang</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Sampai sekarang belum ada keputusan final soal kepemilikan B29 untuk dikelola menjadi obyek wisata. Upaya pengukuran yang dilakukan oleh Pemprov dengan difasilitasi oleh Kodam V Brawijaya beberapa waktu lalu belum menghasilkan keputusan final soal letak Puncak B29 apakah ikut Lumajang atau Probolinggo.</p> <p>Kepala Bagian Tata Pemerintahan Pemkab Lumajang Hendra Agung SH, ketika dikonfirmasi media ini mengatakan, sampai saat ini pemerintah Propinsi Jawa Timur masih memberikan kesempatan kepada Pemkab Lumajang dan Probolinggo soal titik B29 tersebut berikut rencana pengelolaannya.</p> <p>“Kita diberi waktu untuk berunding mas. Tapi sekarang memang belum ada titik temu soal wilayah B29 tersebut. Karenanya untuk sementara kita mengikuti saja apapun yang terjadi. Karena masyarakat memang tahunya B29 itu adalah bagian dari Lumajang,” kata Hendra Agung kepada media ini.</p> <p>Menyinggung batas waktu perundingan yang diberikan oleh Pemerintah Propinsi Jawa Timur, Hendra Agung menyatakan bahwa batas waktunya sebenarnya sudah berkahir. Namun memang sekarang belum ada kesepakatan antara Lumajang dan Probolinggo.</p> <p>“Sudah berakhir sebenarnya mas, kita tunggu saja nanti hasilnya. Kalau sekarang sebenarnya tidak masalah karena masyarakat tetap banyak yang datang dan tahunya itu adalah bagian dari Lumajang,” jelas Hendra Agung kemudian. (fat)</p>

"> Belum Ada Putusan Soal B29, Pemprov Jatim Mi...
  • "> Kabar Pelantikan Bupati, Disertai Harapan Ba...
  • "> SK Pengangkatan As’at Malik Sudah Turun, T...
  • "> Dianggap Tak Ada Itikat Baik, Tambang Ilegal...
  • Hukum

    Awal Bulan Depan, Gugatan Tanah SMPN 1 Sukodono Akan Divonis PN Lumajang

    Selasa, 24 Maret 2015
    Awal Bulan Depan, Gugatan Tanah SMPN 1 Sukodono Akan Divonis PN Lumajang   <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:640px;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Foto Ilustrasi</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Tak ada rotan akarpun jadi, begitulah ungkapan bagi orang yang sudah kepepet mendapatkan barang curian. Hal ini mungkin juga berlaku bagi seorang residivis dalam kasus pencurian dengan kekerasan (curas) bernama Tinggal Adi (31). Adi ditangkap polisi karena nekat mencuri sayur kentang milik tetangganya sendiri.</p> <p>Tinggal Adi (31) warga Desa Argosari Kecamatan Senduro nekat mencuri sayur kentang milik Ponari (52) tetangga sedesanya, padahal pelaku baru saja keluar dari tahanan di Probolinggo dalam kasus curas yang mengakibatkan korbannya meninggal dunia.</p> <p>Menurut polisi, pelaku ini ditangkap oleh Kades Argosari bersama warga dirumahnya kemarin, Minggu (1/3), sekitar pukul 20.00 Wib. Sebelumnya, korban mengetahui jika pelaku telah mencuri 3 sak sayur kentang yang baru saja dipanen dari kebunnya.</p> <p>Dengan cara diangkut menggunakan sepeda motor, hasil curian tersebut dibawa menuju pasar Senduro untuk dijual. Setelah itu korban melapor ke aparat desa setempat yang akhirnya dilakukan penangkapan terhadap pelaku. Setelah ditangkap oleh warga, pelaku diserahkan ke kantor Polsek Senduro.</p> <p>Kasatreskrim Polres Lumajang, AKP Heri Sugiono ketika dikonfirmasi media ini mengatakan setelah dilakukan pemeriksaan, tersangka juga mengaku melakukan aksi yang sama dikebun sayur milik warga Probolinggo yang letaknya memang tidak jauh dari Desa Argosari.</p> <p>Saat ini tersangka tengah meringkuk dalam sel tahanan Mapolsek Senduro, ketika ditangkap ditemukan barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp 170 ribu dan sebuah sepeda motor Yamaha Fiz warna silver tanpa plat nomer. “Kami masih terus melakukan penyelidikan dan pengembangan terhadap tersangka,” kata AKP Heri Sugiono. (ww)</p>

    "> Residivis Curas Berhasil Ditangkap Polisi Sa...
  • "> Polisi Ringkus Dua Pemuda Spesialis Pencuri ...
  • "> Beredar Kabar, Bos PT. IMMS, Juga Ditetapkan...
  • "> Karyawan IMMS Jadi Tersangka, Lam Cong San, ...
  • Politik

    As’at Malik Harus Mandiri Dalam Ambil Keputusan Soal Wabup

    Kamis, 12 Maret 2015
    As’at Malik Harus Mandiri Dalam Ambil Keputusan Soal Wabup <p><strong> </strong></p> <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:336px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Sujatmiko Sh, Ketua DPD Partai Golkar Lumajang</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Kisruh partai Golkar khususnya ditingkat pusat antara kubu Abu Rizal Bakrie (ARB) dengan kubu Agung Laksono nampaknya tidak berpengaruh di Lumajang, Karena DPD Golkar Lumajang pilih menunggu keputusan final atau keputusan yang berkekuatan hukum tetap.</p> <p>Hal ini disampaikan Ketua DPD Golkar Lumajang  Sujatmiko ketika dikonfirmasi media ini di kantor DPRD Lumajang siang ini, Kamis (05/3). Ditambahkannya, penjelasan dari kubu ARB menyatakan masih ada ruang untuk melakukan banding sehingga keputusan Mahkamah Partai yang memenangkan kubu Agung Laksono itu belum final. “Dari kubu pak Abu Rizal atau kubu munas Bali menyatakan keputusan itu belum final,” katanya.</p> <p>Ketika disinggung apakah DPD Golkar Lumajang lebih mendukung kubu munas Bali atau tidak, dengan tegas Jatmiko mengatakan bukan hanya Lumajang yang mendukung hasil munas Bali, hampir seluruh DPD mendukung hasil munas Bali.</p> <p>Namun pihaknya akan mendukung segala keputusan final yang diambil, karena DPD Golkar Lumajang akan menganut pada keputusan yang memiliki legalitas. Selain itu sejauh ini pihaknya juga selalu menjalin komunikasi dengan kedua belah pihak. “Pada intinya kami akan patuh pada pimpinan yang mempunyai legalitas atau berkekuatan hukum yang mengikat,” pungkas Sujatmiko. (ww)</p>

    "> Golkar Lumajang Tunggu Keputusan Final...
  • "> Herman Affandi : Walau Menang Tipis Yang Pen...
  • "> DPC PKB Lumajang Kembali Bergolak...
  • "> Seluruh Pengurus DPC PAN “Kompak” Ajukan...
  • Aneka Rupa

    Harga Bawang Merah Mahal, Usaha Kuliner Mengeluh

    Jumat, 27 Maret 2015
    Harga Bawang Merah Mahal, Usaha Kuliner Mengeluh <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:960px;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Model seperti inilah yang cukup digemari para remaja</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Maraknya modiv sepeda motor menjadi Velk kecil, setir rendah dan berbagai modifikasi lainnya tidak akan pernah dibina, namun akan ditertibkan. Kapolres Lumajang AKBP Aries Syahbudin dengan tegas hari ini mengatakan, jika hanya dibina dan diarahkan tidak akan membawa dampak perubahan. Namun akan beda hasilnya jika pelaku modiv motor yang terkesan memaksakan diri harus ditertibkan setiap ada operasi.</p> <p>“Apanya yang mau dibina, ya kita tertibkan saja. Begitu terjaring dalam operasi yang digelar polisi, maka yang bersangkutan harus mengganti dengan velg standart, termasuk stir harus dikembalikan kepada bentuk semula. Bahkan belakangan kami minta orang tuanya ikut mengantar anaknya untuk mengambil motornya di kantor polisi. Ini kami lakukan agar mereka jera dengan modiv motor tersebut,” kata Kapolres Lumajang.</p> <p>Selama ini usaha untuk menertibkan modiv motor yang merubah bentuk motor menjadi kurang nyaman untuk dikendarai terus dilakukan. Bahkan untuk menimbulkan efek jera, Polres Lumajang mengambil sikap dengan cara menyita aksesories motor yang kurang pas tersebut. Sayangnya sampai sekarang motor-motor dengan modifikasi tersebut masih cukup banyak berkeliaran di Lumajang.</p> <p>Pada malam minggu misalnya motor-motor seperti ini masih kerap kali dengan mudah bisa dijumpai, walaupun Polres terus gencar melakukan operasi. Motor-motor seperti ini sering keluar pada malam minggu. Bahkan disejumlah sekolah masih dengan mudah bisa ditemukan motor-motor yang dimodiv tersebut. (fat)</p>

    "> Modiv Motor Dengan Velg Kecil Tak Akan Dibin...
  • "> Kabar NU : Silaturahmi PCNU Wilayah Tapal Ku...
  • "> Sisi Barat Ruas Jalan Wonorejo Klakah Berlub...
  • "> Pengurus Kopnas Aku Mandiri Coop Kecewa, Pem...
  • Peristiwa

    Terlantar, Bocah 10 Tahun Ditemukan “Nggandol” Di Ban Cadangan Truk Sampai Jatiroto

    Rabu, 25 Maret 2015
    Terlantar, Bocah 10 Tahun Ditemukan “Nggandol” Di Ban Cadangan Truk Sampai Jatiroto <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:336px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Inilah sebagian benda yang diduga sebagai bekas alat penghisap sabu</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Ditengah penggeledahan polisi terhadap tanaman ganja disebuah rumah di Jalan Pisang Agung Lumajang, petugas juga menemukan bekas alat hisap sabu yang sudah cukup lama disimpan disalah satu kamar rumah itu. Sebagian dari alat hisap dan perlengkapan sabu ini tampak sudah lusuh dan tersimpan dalam sebuah kotak. Barang-barang ini kemudian dibawa petugas kepolisian guna penyelidikan lebih lanjut.</p> <p>Alat hisap sabu ini ditemukan disalah satu kamar bagian utara dari rumah yang bagian depannya pernah digunakan sebagai café. Polisi dari awal memang mencurigai banyak ditempat ini. Termasuk pepophonan yang dikhawatirkan menjadi tempat penyimpanan barang haram tersesbut karena pada sejumlah pohon terdapat kantong plastik yang cukup mencurigakan.</p> <p>“Ini bekas alat penghisap sabu yang rupanya sudah cukup lama tidak dipakai. Kita bawa saja semuanya karena kita harapkan semuanya bisa menjadi petunjuk bagi kami untuk mengembangkan kasus ini,” kata salah seorang polisi ketika menggeledah tempat ini.</p> <p>Sebagaimana diberitakan media ini sebelumnya, lebih dari 100 pohon ganja dalam berbagai ukuran ditemukan di jalan pisang agung Lumajang, Minggu (22/3) kemarin. Rumah kosong yang sebelumnya pernah digunakan sebagai café ini ternyata menyimpan banyak pohon ganja dalam berbagai ukuran dalam usia yang sangat variatif. Mulai yang tingginya lebih dari dua meter hingga yang baru disemaikan dipot-pot bunga yang ada ditempat ini.</p> <p>Polisi kabarnya juga menemukan potongan-pootongan ganja yang siap dikonsumsi ditempat ini yang merupakan bukti awal bagi penyelidikan kasus ini. Dalam penemuan pohon ganja dan sejumlah peralatan sabu ini, polisi meminta keterangan terhadap 5 orang yang diduga sering berada dirumah ini, termasuk pemilik rumah yang juga merupakan pihak yang melaporkan ditemukannya pohon ganja ini. (fat)</p>

    "> Polisi Juga Temukan Alat Hisap Sabu Dilokasi...
  • "> Banyak Yang Heran, Pohon Ganja Sebanyak Itu ...
  • "> Hampir 100 Pohon Ganja Ditemukan Di Rumah Ko...
  • "> Setelah 15 Hari Menghilang, Aldimas Ditemuka...
  • Wisata Budaya

    Wisata Alam Cuban Sewu Baru Bisa Dikembangkan Tahun 2016 Mendatang

    Sabtu, 21 Maret 2015
    Wisata Alam Cuban Sewu Baru Bisa Dikembangkan Tahun 2016 Mendatang <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:448px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Inilah penampilan peserta Festival Tari Jaran Slining</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Walau hujan deras tak kunjung reda namun para peserta Festival Tari Jaran Slining tetap berlangsung meriah. Penonton yang ingin menyaksikan acara ini tetap berjubel untuk menyaksikan penampilan para peserta yang dating dari berbagai daerah di Lumajang. Sampai acara dimulai tercatat 39 perserta untuk katagori anak-anak dan remaja. Sedangkan asal peserta mulai dari SD, SMP, SLTA dan Sanggar Seni yang ada di Lumajang.</p> <p>Menurut Zainul Arifin, salah seorang panitia festival ini, dari Festival ini akan diambil tiga penyaji terbaik dari masing-masing katagori. Panitia juga menyediakan dana, trophy dan piagam bagi para penampil terbaik dalam acara ini. Tampak hadir dalam Festival ini Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Kabupaten Lumajang Drs. Gawat Sudarmanto, Sekda Lumajang Dr. Buntaran S dan Wakil Bupati Lumajang Drs. As’at Malik.</p> <p>Sementara tim penilai dalam acara ini menghadirkan akademisi dari Unesa Surabaya, Dinas Budaya dan Pariwisata Jawa Timur serta Dewan Kesenian Lumajang. Tim juri yang berjumlah lima orang ini akan memberikan penilaian kepada seluruh peserta untuk kemudian diambil tiga penyaji yang terbai.</p> <p>Karena peserta ada yang berasal dari SD, maka penampilan para peserta cukup menarik perhatian para penonton karena mereka tampil cukup kocak. Tarian Jaran Slining ini belakangan kian kerap ditampilkan pada acara karnaval tahunan, baik dalam rangka HUT Kemerdekaan RI maupun dalam rangka Hari Jadi Lumajang.</p> <p>“Ini merupakan upaya kita untuk melestarikan tarian Jaran Slining yang ternyata di Lumajang masih cukup banyak peminatnya. Buktinya saat pawai karnaval beberapa waktu lalu, banyak lembaga yang memilih Jaran Slining sebagai bentuk sajian tari mereka. Ini cukup menggembirakan, apalagi sekarang ini peserta banyak anak-anak. Kita sangat berharap generasi muda kita kian mengenali dan mencintai tarian yang berasal dari daerah kita ini,” kata Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Kabupaten Lumajang Drs. Gawat Sudarmanto. (fat)</p>

    "> Ditengah Hujan Deras, Festival Tari Jaran Sl...
  • "> Tim Balai Arkeologi Yogyakarta Teliti Situs ...
  • "> Mulai Tingkat Paud/TK Hingga Camat Ikut Rama...
  • "> Meskipun Hujan Festival Jaran Kencak Tetap B...
  • Ali Mudhori dan Samsul Hadi beserta istri dan para pendukungnya usai mengikuti kegiatan di DPRD LumajangAli Mudhori dan Samsul Hadi beserta istri dan para pendukungnya usai mengikuti kegiatan di DPRD LumajangWartalumajang.com - Sesuai dengan visi menjadikan Lumajang lebih baik dan untuk memenangkan Pilkada Lumajang, Paslon Ali Mudhori dan Samsul Hadi (ASA) sudah memiliki 25 program unggulan yang diharapkan mampu memenuhi segala keinginan masyarakat.

    Dari 25 program unggulan tersebut, perbaikan jalan diseluruh desa yang ada di Kabupaten Lumajang menjadi menjadi prioritas utama karena selain diletakkan pada nomor urut satu juga akan dilaksanakan pada tahun pertama masa jabatannya.

    Hal ini disampaikan Paslon ASA dalam acara Rapat Paripurna Istimewa yang diadakan DPRD Kabupaten Lumajang dengan agenda Penyampaian Visi dan Misi Calon Bupati dan Wakil Bupati Lumajang hari ini, Minggu (12/05).

    Dalam penjabaran yang disampaikan Ali Mudhori menerangkan bahwa semua jalan desa, jalan propinsi dan jalan kabupaten harus bagus dan mulus. "Untuk jalan yang sering dilalui alat berat perlu adanya pengecoran," katanya.

    Berbagai macam permasalahan yang berkaitan dengan fasilitas umum juga menjadi target perbaikan jika dirinya terpilih nanti diantaranya penerangan jalan umum yang berdampak pada pengurangan kerawanan sosial, kemudian pengecoran sejumlah jembatan.

    Selain itu, Paslon ASA juga berjanji akan memberikan uang lauk pauk bagi para PNS, karena itu sudah menjadi hak mereka. Kesejahteraan guru juga disinggung dan ASA berjanji akan lebih meningkatkan kesejahteraan para guru. "Baik guru NIP, non NIP maupun guru ngaji," kata Ali Mudhori.

    Untuk desa, ASA akan memberi kebebasan desa untuk mengajukan anggaran yang terencana, terprogram, terukur dan teraudit, karena selama ini anggaran desa hanya dipatok sekitar 125 juta hingga 130 juta. "Nantinya, desa bisa mengajukan anggaran lebih, bisa 200 juta bahkan hingga 500 juta sesuai dengan kebutuhan," ujar Ali Mudhori.

    Dalam penyampaian terakhirnya, Ali Mudhori juga menyinggung masalah harmonisasi hubungan antar lembaga. Hubungan dengan Muspida Plus harus lebih baik dan fungsional, termasuk hubungan dengan parpol juga harus harmonis dan sinergi.

    "Hubungan antar lembaga yang selama ini agak renggang, saya ingin agar bisa lebih harmonis lagi every body happy, semua kelembagaan menikmati apa yang dinikmati bupatinya termasuk para anggota DPRD," ungkap Ali Mudhori.

    NU sebagai ormas Islam terbesar akan dijadikan mitra pertama Kabupaten Lumajang dalam mewujudkan visinya menjadikan Lumajang lebih baik. "NU mitra nomor satu," pungkas Ali Mudhori.(Adv)

    Web Designer