Halaman Facebook Twitter Warta Lumajang Langganan Berita
Terkait Koperasi Wirabhakti, Paiman Masih Klarifikasi Dengan Kejaksaan
Rabu, 01 Oktober 2014 17:26 WIB
Wartalumajang.com – Terkait dengan pemeriksaan Kejaksaan Negeri Lumajang terhadap sejumlah mantan pengurus Koperasi Wirabhakti Lumajang periode 2006-2009, Ir. Paiman selaku mantan ketua dikoperasi tersebut kepada sejumlah wartawan menyampaikan dirinya hingga hari ini, Rabu (01/10), tengah melakuka...
Ambulance Desa Terlibat Pencurian, Ketua DPRD Minta Ambulance Desa Dievaluasi
Selasa, 30 September 2014, 19:10 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com – Program pengadaan Ambulance desa yang dianggap Bupati Lumajang sebagai salah satu satu program yan [ ... ]

Modus Baru, Ambulance Desa Digunakan Mengangkut Sapi Curian
Selasa, 30 September 2014, 17:23 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com – Dalam waktu 2 hari setelah mendapat laporan adanya kehilangan hewan ternak sapi diwilayah Kecamata [ ... ]

4 Pimpinan DPRD Lumajang Dilantik
Selasa, 30 September 2014, 17:05 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com – Setelah pembentukan fraksi-fraksi dan komisi selesai dilaksanakan beberapa waktu lalu yang dilanju [ ... ]

Dr. Buntaran : Saya Tidak Boleh Menyampaikan Detil Sakitnya Bupati Lumajang
Selasa, 30 September 2014, 15:11 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com – Sekab Lumajang Dr. Buntaran S. mengaku tidak diperkenankan menjelaskan kepada Publik soal sakitnya [ ... ]

Kamis, 28 Agustus 2014 14:49
Saling Klaim B29, Lumajang-Probolinggo Sepakat Putuskan Batas Wilayah Melalui GPS
Wartalumajang.com – Saling Klaim antara Probolinggo dan Lumajang atas destinaty wisata Puncak B29, yang sering pula disebut sebagai negeri diatas awan, akhirnya ditengahi oleh Pemerintah Propinsi Jawa Timur. Sejumlah pejabat pe...

Aspirasi

Selasa, 02 September 2014 12:25
Ambisi Kelola B29, Jangan-Jangan Nafsu Kuat Tapi Stamina Kendor
Wartalumajang.com – Perebutan B29 untuk dijadikan aset wisata bagi Lumajang terus makin kuat. Pemkab Lumajang dan Pemkab Probolinggo sampai mendatan...

Birokrasi

Terkait Koperasi Wirabhakti, Paiman Masih Klarifikasi Dengan Kejaksaan

Rabu, 01 Oktober 2014
Terkait Koperasi Wirabhakti, Paiman Masih Klarifikasi Dengan Kejaksaan <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:336px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Ketua DPRD Lumajang H. Agus Wicaksono</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Program pengadaan Ambulance desa yang dianggap Bupati Lumajang sebagai salah satu satu program yang spektakuler akhirnya tercoreng. Dalam pekan ini satu unit ambulance desa diduga kuat terlibat aksi pencurian sapi diwilayah Tempeh. Menanggapi kejadian ini, Ketua DPRD Lumajang Agus Wicaksono mengaku telah mengingatkan pemerintah, karena banyak ambulance desa yang kemudian beralih fungsi.</p> <p>“Saya sudah mengingatkan kepada pemerintah daerah. Pengadaan Ambulance desa itu baik untuk desa terpencil. Namun progra ini harus segera dievaluasi jika sudah beralih fungsi. Apalagi digunakan untuk mencuri sapi, jadi pemerintah tidak perlu terlalu memaksakan diri untuk melanjutkan program ambulance desa ini,” kata Agus Wicaksono.</p> <p>Agus juga mengatakan, untuk wilayah utara yang lebih penting adalah pengadakan truk tangki air yang sangat vital penggunannya jika ada warga yang punya hajat keluarganya yang meninggal dan lain-lain. Agus mengajak pemerintah untuk membuat program yang cerdas dan bermanfaat untuk masyarakat luas.</p> <p>“Dulu pernah kita tidak setuju dengan pengadaan ambulance itu. Karena memang sudah banyak beralih fungsi. Ada yang digunakan untuk rekreasi, kulakan dan keperluan lainnya. Sementara itu sejumlah masyarakat lainnya di Lumajang mengaku cukup sering melihat ambulance desa wira-wiri didalam kota untuk keperluan pribadi.</p> <p>“Saya sering lihat kok mas, ambulance desa itu isinya keluarga yang bertujuan untuk rekreasi dan jalan-jalan didalam kota. Bahkan saya pernah melihat ambulance desa parkir disejumlah pertokoan besar di luar Lumajang,” kata salah seorang warga.</p> <p>Sementara Bupati Lumajang pada masa kampanye lalu menyebut pengadaan ambulance desa sebagai salah satu program spektakuler dalam masa pemerintahannya.</p> "> Ambulance Desa Terlibat Pencurian, Ketua DPR...
  • "> 4 Pimpinan DPRD Lumajang Dilantik...
  • "> Dr. Buntaran : Saya Tidak Boleh Menyampaikan...
  • "> Kapolres Deklarasikan Door To Door Policing...

    Hukum

    Rp. 2.5 M Dana Koperasi Wirabhakti Lumajang Belum Bisa Dipertanggungjawabkan

    Minggu, 28 September 2014
    Rp. 2.5 M Dana Koperasi Wirabhakti Lumajang Belum Bisa Dipertanggungjawabkan <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:383px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Mahmud SH (baju biru) kuasa hukum pelapor bersama Soeyono (baju putih) pelapor</span></span>Wartalumajang.com</strong> - Jamal Alkatiri (50), mantan anggota DPRD Jatim asal Lumajang diduga telah melakukan penipuan terhadap Soeyono (63) warga Perum Sukodono Permai, pasalnya setelah melakukan perjanjian tertulis kerjasama penambangan pasir galian C sejak awal hingga berakhirnya perjanjian tersebut Soeyono tidak pernah bisa menambang dilokasi yang tertera dalam perjanjian.</p> <p>Adapun lokasi yang menjadi tepat penambangan pasir adalah di sungai Leprak Desa Sumberwuluh Kecamatan Candipuro, dengan luas lahan sekitar 18 hektar dan berkode Wilayah Ijin Usaha Pertambangan (WIUP) 32 3508 440 2013 002.</p> <p>Sesuai dengan surat perjanjian kerjasama pengolahan pertambangan pasir yang ditandatangani kedua belah pihak pada tanggal 14 Mei 2014 dan berakhir pada 1 Juni 2014, maka Soeyono berusaha segera melakukan penambangan diwilayah tersebut dengan mendatangkan alat berat.</p> <p>Namun sayangnya ketika Soeyono akan melakukan penambangan dilokasi tersebut, dia mendapat penolakan dari masyarakat, sehingga sampai saat ini Soeyono belum melakukan kegiatan apapun. “Masyarakat disana menolak penambang yang akan menambang menggunakan nama Jamal Alkatiri,” kata Mahmud SH, kuasa hukum Soeyono.</p> <p>Menurut Mahmud, atas kejadian ini kliennya merasa dirugikan ratusan juta rupiah, karena saat menandatangani perjanjian Soeyono sudah mengeluarkan uang lebih dari Rp 100 juta. “Jika ditambah dengan pengadaan peralatan seperti begho, ya diperkirakan sudah habis Rp 160 juta,” ujarnya.</p> <p>Proses hukum ini adalah upaya terakhir yang sudah dilakukan Mahmud dalam mendampingi kliennya, karena sebelumnya sudah dilakukan upaya mediasi, namun karena kedua belah pihak saling ngotot mengaku paling benar maka dilanjutkan dengan upaya hukum. “Saya sudah mengarahkan melalui jalur kekeluargaan, namun karena keduanya merasa paling benar, maka ya upaya hukum ini yang kami lakukan,” ungkap Mahmud.</p> <p>Ketika di Mapolres, baik Mahmud maupun kliennya masih melakukan konsultasi dengan pihak Polres Lumajang, namun saat dihubungi media ini melalui Ponselnya Mahmud mengaku proses ini masih terus berjalan dan kliennya tengah dikonfirmasi oleh petugas SPK Polres Lumajang terkait dengan laporannya. “Klien saya sekarang masih di ruang SPK mas, masih dikonfirmasi petugas,” pungkasnya.</p> "> Mantan Anggota DPRD Jatim Dilaporkan ke Poli...
  • "> Bugh, Masih Kelas 2 SMP Nekat Curi Motor...
  • "> 3 Kali Mangkir Dari Panggilan Polisi, Bos PT...
  • "> Pasca Lebaran Sejumlah Kasus Korupsi Akan ...

    Politik

    Agus Wicaksono : “Manfaatkan Setiap Tugas Keluar Kota Untuk Membeli Buku”

    Selasa, 02 September 2014
    Agus Wicaksono : “Manfaatkan Setiap Tugas Keluar Kota Untuk Membeli Buku” <p><strong> </strong></p> <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:345px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Sjahrazad Masdar, Ketua DPC Partai Demokrat Lumajang</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Absennya Bupati Lumajang Sjahrazad Masdar Dalam aktivitas pemerintahan dan politik karena masih sakit ternyata berimbas juga Partai Demokrat. Bupati yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Lumajang telah menugaskan salah satu wakil ketua DPC, dalam hal ini Drs. Samsul Huda untuk menjalankan roda partai sampai bupati benar-benar sembuh.</p> <p>Kabar tentang penugasan untuk mengendalikan organisasi ini juga dibenarkan oleh Samsul Huda selaku penerima tugas tersebut. Ketika ditemui media ini sehari sebelum pelantikan DPRD, Samsul mengaku jika dirinya memang diminta untuk mengendalikan organisasi Partai Demokrat. “Sifatnya hanya tugas untuk mengendalikan organisasi, karena memang ada beberapa moment dimana Partai Demokrat harus hadir. Jadi tugas untuk mengendalikan organisasi saja,” kata Samsul Huda.</p> <p>Samsul menyangkal kalau dirinya ditunjuk sebegai pelaksana tugas (Plt). Namun demikian, Samsul mengaku bahwa dirinya mendapat mandat untuk mengendalikan organisasi tersebut dalam bentuk surat tugas dari Ketua DPC Partai Demokrat Lumajang, Sjahrazad Masdar kepada dirinya selaku Wakil Ketua II. “Hanya surat tugas saja dari ketua kepada wakil ketua II untuk mengendalikan organsisasi,” kata Samsul.</p> <p>Sementara disisi lain berhembus kabar bahwa pemberian surat tugas tidak melalui forum resmi dalam pleno pengurus DPC Demokrat Lumajang. Seharusnya pemberian surat tugas seperti itu harus diputuskan dalam rapat pleno DPC Partai Demokrat Lumajang.</p> <p>Sementara Sekretaris DPC Partai Demokrat Lumajang, Moch. Sofi ketika dikonfirmasi secara terpisah mengaku tidak tahu soal surat tugas tersebut. “Saya ndak tahu mas, malah saya baru dengar dari saudara sekarang ini,” kata Sofi yang kami temui setelah acara pelantikan DPRD Lumajang, Kamis (21/8).</p> "> Sakitnya Bupati Berimbas Pada Partai Demokra...
  • "> KPU Lumajang Kembali Membongkar 1.762 Kotak ...
  • "> Penuhi Ketetapan MK, KPU Lumajang Bongkar Ra...
  • "> Herman Affandi : Kita Minta Relawan Prabowo ...

    Aneka Rupa

    H. Bukasan Terpilih Secara Aklamasi Sebagai Ketua PBSI Lumajang

    Minggu, 14 September 2014
    H. Bukasan Terpilih Secara Aklamasi Sebagai Ketua PBSI Lumajang <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:300px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Foto Ilustrasi</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Walau sudah lama dilarang pemerintah, namun sampai saat ini bunyi petasan tak terhindarkan dari rutinitas Idul Fitri. Sejak selesai Sholat Ied dan selama lebaran, suara petasan bersautan, khususnya dipedesaan. Karena penjual petasan sudah mulai sepi dipasaran, warga menyiasatinya dengan membuat sendiri dengan cara membeli bubuk “mercon” tersebut yang masih dijual dipasaran.</p> <p>Menurut sejumlah warga yang kami temui, bubuk petasan tersebut dibeli ditempat biasanya. Sedangkan bahasan petasan dari kertas disiasati dengan membeli Koran bekas yang banyak dijual dipasaran. Disamping jatuh harganya lebih murah, dengan membuat sendiri bisa membuat sesuai dengan kehendak sendiri.</p> <p>“Kalau membuat sendiri kita bisa membuat sesuai dengan kehendak sendiri pak, disamping itu harganya jadi lebih murah. Apalagi sekarang yang jualan sudah tidak ada pak,” kata salah seorang warga.</p> <p>Warga tidak menyebutkan dari mana mendapatkan bubuk mercon tersebut, namun yang pasti bubuk masih bisa dibeli dengan bebas sampai sekarang. Menyinggung tentang kebiasaan membunyikan petasan saat lebaran, warga menyebutnya sebagai tradisi yang sulit untuk dihindari.</p> <p>“Setahun sekali pak, memang sudah bisa seperti itu. Jadi rasanya nggak enak kalau nggak ada petasan,” katanya kemudian.</p> <p>Kendati demikian secara umum kepemilikan petasan sudah jauh menurun dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Warga, termasuk dipedesaan sudah lebih banyak yang memilih membeli kembang api untuk merayakan idul fitri.</p> "> Petasan Belum Bisa Dipisahkan Dari Tradisi I...
  • "> Jelang Lebaran, Tiket Pendakian Semeru Laris...
  • "> MPPM Timur Peringati Pekan Bung Karno Dengan...
  • "> Atlit Catur Junior Lumajang Raih Peringkat D...

    Peristiwa

    Modus Baru, Ambulance Desa Digunakan Mengangkut Sapi Curian

    Selasa, 30 September 2014
    Modus Baru, Ambulance Desa Digunakan Mengangkut Sapi Curian <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:433px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Kapolres Lumajang, AKBP Singgamata</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Akhir-akhir ini diwilayah Lumajang banyak tersebar kabar adanya aksi penculikan terhadap anak kecil, selain melakukan penculikan para pelaku juga memutilasi korbannya dengan mengambil sejumlah organ tubuh vital, hal ini membuat para ibu rumah tangga khususnya yang memiliki anak kecil merasa was-was.</p> <p>Kabar penculikan ini tersebar dimasyarakat melalui ponsel baik itu berbentuk SMS maupun melalui BBM, bahkan kabar terakhir yang diterima media ini menyebutkan ada seorang siswa SD di Kecamatan Tempeh telah menjadi korban penculikan, namun ketika kabar tersebut ditelusuri ternyata tidak ada kejadian apapun.</p> <p>Menanggapi kondisi tersebut Kapolres Lumajang, AKBP Singgamata kepada sejumlah wartawan mengatakan jika kabar tersebut hanya bohong atau isu belaka. “Kejadian itu tidak ada di Lumajang, yang ada adalah pembuangan bayi tapi kalau penculikan tidak ada,” katanya.</p> <p>Kejadian ini hanya isu yang motifnya belum diketahui, namun Kapolres meminta kepada masyarakat agar kabar tersebut diambil sisi positifnya karena dengan adanya isu tersebut otomatis para ibu akan makin meningkatkan kewaspadaan terhadap putra-putrinya.</p> <p>“Mari kita ambil sisi positifnya saja, dengan kejadian itu mari masyarakat tingkatkan kewaspadaan didaerah masing-masing, tidak hanya terkait dengan isu penculikan anak atau bayi ini saja tetapi terhadap berbagai macam gangguan keamanan. Mari tingkatkan Siskamling,” ungkap Singgamata.</p> <p>Bukan hanya masyarakat saja yang menerima SMS tersebut, Kapolres juga mengaku mendapat SMS dari orang yang tidak dikenal yang bunyinya adanya seorang anak yang diculik dan dimutilasi. “Tolong sampaikan kepada masyarakat tidak ada penculikan bayi atau anak di Lumajang,” ujar Singgamata.</p> <p>Dengan munculnya kabar tersebut Kapolres sudah memerintahkan jajarannya untuk melakukan penyelidikan siapa orang yang telah membuat isu tersebut, karena meskipun ada sisi positifnya namun kabar tersebut cukup membuat masyarakat resah. “Kami tengah mengupayakan menyelidikinya, namun hal tersebut butuh waktu karena menelusuri siapa orang pertama yang mengirimkan SMS tersebut tidaklah mudah,” pungkasnya.</p> "> Kapolres Tegaskan Tidak Ada Penculikan Anak ...
  • "> Pertama Kali Pejabat Pemkab Naik Gunung Saat...
  • "> 16 PSK Dari Selatan Lumajang Terjaring Razia...
  • "> Polisi Tangkap Gembong Penadah Motor Curian ...

    Wisata Budaya

    Sejarawan Asal Belanda Harry Poeze, Kunjungi Situs Biting

    Rabu, 12 Pebruari 2014
    Sejarawan Asal Belanda Harry Poeze, Kunjungi Situs Biting <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:216px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Salah satu temuan di Desa Kedungmoro Kec. Kunir</span></span>Wartalumajang.com</strong> - Aliansi Masyarakat Pelestari Sejarah (AMPAS) Lumajang menilai Lumajang memiliki peninggalan sejarah yang sangat besar dan beragam. Namun sejumlah peninggalan sejarah tersebut hingga saat ini belum dikembangkan secara serius oleh Pemkab Lumajang, bahkan terkesan diabaikan sehingga merugikan kepentingan masyarakat yang wajib tahu tentang sejarah dan masa lalu Lumajang.</p> <p>Hal ini disampaikan Koordinator AMPAS Lumajang Lutfia Amerta, hari ini, kamis (30/1). Dalam kesempatan yang sama Lutfi menyatakan keinginannya agar situs-situs peninggalan sejarah diselamatkan seperti yang sudah dilakukan terhadap situs Biting Kutorenon Lumajang. Beberapa situs lainnya yang diharapkan bisa diselamatkan adalah penemuan Candi Betari Durga didesa Kedungmoro Kecamatan Kunir Lumajang.</p> <p>Terhadap peninggalan ini, AMPAS berharap agar dilakukan ekskavasi sehingga menjadi informasi penting yang bisa diakses oleh masyarakat luas. Dalam kesempatan yang sama Lutfi yang juga Sekretaris MPPM Timur berharap agar Pemkab secara serius melakukan penyelamatan tempat-tempat bersejarah di Lumajang yang diantaranya bisa dilakukan dengan cara mengalihkan pembangunan Perumnas Biting kewilayah diluar kawasan situs.</p> <p>Tuntutan lainnya antara lain, mendorong situs Biting menjadi Kawasan cagar budaya nasional sebagai kebanggaan masyarakat Lumajang dan kebanggaan masyarakat Tapal Kuda (bekas ibukota kerajaan Lumajang Tigang Juru). AMPAS juga berharap agar pemkab Lumajang mememuhi janjinya dan memberi fasilitas untuk melakukan penelitian dan ekskavasi Candi Betari Durga Di Desa Kedungmoro Kecamatan Kunir.</p> <p>Lufti juga menyatakan harapannya agar pemerintah memberikan kompensasi kepada masyarakat pemilik tanah dan penemu situs sehingga ada kejelasan nasib mereka sesuai dengan UU Cagar Budaya.</p> <p>Sebelumnya Ketua Bappekab Lumajang Ir. Indah Amperawati menyatakan bahwa Pemkab sudah merencanakan untuk membangun sebuah museum peninggalan sejarah Lumajang yang akan ditempatkan di kompleks KWT Lumajang.</p> "> AMPAS Tuding Pemkab Abaikan Peninggalan Seja...
  • "> MPPM Timur Gelar Malam Padang Rembulan dan K...
  • "> Rumah Budaya Nusantara Pentaskan Sendra Tari...
  • "> Pemkab Lumajang Lamban, Situs Biting Akhirny...

    Pakde Karwo ketika memberikan sambutanPakde Karwo ketika memberikan sambutan

    Wartalumajang.com - Bertujuan untuk meningkatkan ketahanan sosial ekonomi dan perbaikan hidup bagi rumah tangga kategori sangat miskin agar mereka dapat memenuhi kebutuhan hidupnya minimal kebutuhan hidup sehari-hari, serta mendorong mobilitas sosial vertikal ke atas di kalangan rumah tangga kategori sangat miskin agar meningkat menjadi kategori miskin.

    Gubernur Jawa Timur Soekarwo atau lebih akrab disapa Pakde Karwo hari ini, Selasa (14/05), melalui Jalan Lain Menuju Kesejahteraan Masyarakat (Jalin Kesra) bertempat di gedung Sujono Lumajang memberikan bantuan kepada sejumlah masyarakat yang tergolong dalam kategori Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM).

    Selain memberikan bantuan kepada RTSM yag tinggal diwilayah Kabupaten Lumajang, Pakde Karwo juga memberikan bantuan kepada RTSM dari wilayah kabupaten lain yang masuk dalam wilayah Bakorwil Malang.

    Sasaran utama program Jalin Kesra yang direncanakan Pakde Karwo sejak tahun 2010-2013 adalah 493.004 RTSM yag tersebar di 8.246 desa/kelurahan, 662 kecamatan dan 38 kabupaten/kota di seluruh Jatim.

    Dalam sambutannya Pakde Karwo mengatakan, yang paling penting diketahui oleh para camat, Kades dan para pendamping untuk mengetahui apa yang dibutuhkahkan bagi mereka yang tergolong dalam RTSM adalah adanya dialog, duduk bersama, disapa dan ditanya apa sebenarnya yang mereka butuhkan.

    "Membuka komunikasi dari hati ke hati, menyenangkan orang dan menanyakan apa yang diinginkan mereka itu hal penting yang harus dilakukan para camat, Kades dan para pendamping," kata Pakde Karwo.

    Dalam kesempatan tersebut selain memberikan bantuan kepada mereka yang tergolong dalam RTSM, Pakde Karwo sekaligus juga membuka acara Sosialisasi Program Jalin Kesra Bantuan RTSM Provinsi Jatim tahun 2013 dengan tujuan menigkatkan dan menyamakan pemahaman pemahaman aparat Pemerintah Kabupaten/Kota, Kecamatan, Desa/Kelurahan dan Stakeholder lainnya tentang kebijakan dan pedoman dalam pelaksanaan program Jalin Kesra.

    Usai memberikan bantuan dan membuka kegiatan sosialisasi tersebut, Pakde Karwo berkesempatan meninjau stand pameran yang digelar sejumlah instansi terkait di halaman Gedung Sujono Lumajang.

    Perlu diketahui, berdasarkan data dari BPS Provinsi Jatim jumlah Rumah Tangga Miskin (RTM) di Jawa Timur tercatat sebanyak 3.079.822 RTM yang terbagi dalam 3 strata antara lain strata Sangat Miskin sebanyak 493.004, Miskin 1.256.122 dan Hampir Miskin 1.330.696.

    Web Designer