Halaman Facebook Twitter Warta Lumajang Langganan Berita
Pasca UN, Pendaftar Polisi di Lumajang Membludak
Kamis, 17 April 2014 13:58 WIB
Wartalumajang.com – Minat generasi muda di Kabupaten Lumajang untuk menjadi polisi nampaknya masih cukup besar, hal ini terbukti dengan membludaknya pendaftar Bintara Polisi di Mapolres Lumajang, apalagi pasca Ujian Nasional (UN) berakhir. Salah satu penyebab membludaknya pendaftar Bintara Pol...
Polres : Pasca Pileg, Penyidikan Kasus Pasir Besi Akan Dilanjutkan
Rabu, 16 April 2014, 15:16 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com – Usai penghitungan suara Pemilu Legislatif, Polres Lumajang memastikan akan segera melanjutkan peny [ ... ]

5 Kuburan Dibongkar OTD di Ranuyoso, Pelakunya Diduga Penganut Ilmu Hitam
Rabu, 16 April 2014, 14:32 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com – Ditemukannya 5 kuburan yang telah dibongkar oleh Orang Tak Dikenal (OTD) yang terjadi di Dusun  [ ... ]

Angka Golput Turun Dibandingkan Dengan Pemilu Sebelumnya
Selasa, 15 April 2014, 17:39 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com – Angka partisipasi masyarakat Lumajang dalam pemilu legislativ yang berlangsung 9 april lalu dinila [ ... ]

Jaga Keamanan Pemilu, Ribuan Linmas Dikerahkan
Jumat, 04 April 2014, 06:46 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com - Sebagai bagia dari persiapan Satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas) dalam menjaga dan memelihara ke [ ... ]

Jumat, 28 Pebruari 2014 09:02
Tiga Institusi Sedang “Plototi” Pasir Besi Lumajang
Wartalumajang.com – Dengan dibentuknya Pansus Pertambangan Pasir di DPRD Lumajang, maka sudah ada tiga institusi yang sedang “menelisik” dugaan adanya penyimpangan pengelolaan tambang di Lumajang, khususnya pasir besi. Sebel...

Aspirasi

Senin, 11 Pebruari 2013 18:24
Sebuah Refleksi Politik Dari Partai Gerindra : Harapan Itu Masih Ada
Tak dapat dipungkiri apatisme pada Partai Politik terus mengemuka dimasyarakat. Ini disebabkan banyak kader Partai Politik yang terjerat kasus korupsi...

Suasana demo didepan kantor Kejaksaan Negeri LumajangSuasana demo didepan kantor Kejaksaan Negeri LumajangWartalumajang.com - Puluhan Aktivis Solidaritas Masyarakat Tranpransi Lumajang, hari ini, Jumat (17/5), menggelar aksi demo dikantor Kejaksaan Negeri Lumajang. Mereka meminta agar Kejaksaan Negeri Lumajang segera menuntaskan pengusutan dana APBN untuk Proyek Listrik Tegangan Rendah (PLTR) senilai Rp. 2,7 Milyar.

Puluhan aktivis LSM ini datang ke kantor Kejaksaan Negeri Lumajang dengan membawa sejumlah poster yang isinya mendesak Kejaksaan Negeri Lumajang segera melanjutkan penyidikan kasus ini. Namun karena kantor Kejaksaan Negeri Lumajang sedang dalam proses renovasi, para aktivis ini tidak bertemu dengan siapapun, sampai kemudian mereka membubarkan diri.

Menurut informasi yang berhasil kami himpun dana untuk ini senilai Rp. 2,7 M berasal dari dana APBN. Namun sampai saat ini belum ada kejelasan pelaksanaan dari proyek ini. "Listrik adalah kebutuhan masyarakat, dan kami harapkan masalah ini segera dituntaskan," kata salah seorang demonstran hari ini.

Sementara Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Lumajang ketika dihubungi via ponselnya mengaku tidak tahu soal demo tersebut, karena dirinya sedang berada diluar. Soal kasus listrik itu sendiri, Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Lumajang mengatakan bahwa untuk kasus tersebut sekarang masih dalam tahap pengumpulan data.

"Belum sampai ke penyidikan mas, sekarang ini kita masih sedang mengumpulkan data. Jika memang datanya sudah lengkap baru kita tingkatkan ketahap berikutnya. Jadi sekarang ini kami masih berusaha mencari data-data soal itu," katanya via ponsel hari ini.

PLTR ini di Lumajang ada di tiga desa, yakni Desa Kalibendo Kecamatan Pasirian, Desa Bedayu Talang Kecamatan Senduro dan Desa Sawaran Lor Kecamatan Kedungjajang. Namun seluruh informasi tentang proyek ini masih belum dikonformasikan ke Pemkab Lumajang, apakah benar Lumajang mendapatkan proyek tersebut.

Sementara itu, seorang tokoh LSM asal Surabaya yang sempat melalukan kontak dengan media ini mengatakan, bahwa pihaknya akan menggelar aksi serupa di Kejaksaan Tinggi jika kasus ini didiamkan terlalu lama. "Kita akan berusaha mencari datanya, dan kalau sampai dibiarkan kami akan menggelar aksi ini ke Kejaksaan Tinggi di Surabaya," jelasnya.

Bagikan
Web Designer