Halaman Facebook Twitter Warta Lumajang Langganan Berita
Polisi Tangkap Gembong Penadah Motor Curian Dari Ranuyoso
Selasa, 23 September 2014 15:27 WIB
Wartalumajang.com – Sepak terjang Rohim (29), warga Dusun Pagergunung Desa Jenggrong Kecmatan Ranuyoso yang diduga sebagai pelaku pencurian sepeda motor dan sekaligus sebagai penadahnya akhirnya dihentikan oleh petugas Satreskrim Polres Lumajang. Pada pemeriksaan awal, Rohim hanya mengaku mendapa...
Tak Kantongi Ijin, Satpol PP Segel 2 Tower
Senin, 22 September 2014, 18:11 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com – Diduga karena tidak mengantongi ijin baik itu ke pihak desa maupun ke KPT, pendirian dan pembangun [ ... ]

Tersengat Listrik, Kuli Bangunan Meninggal di RS
Senin, 22 September 2014, 18:03 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com – Nasib sial dialamai Imam (35) warga Desa Labruk Kidul Kecamatan Sumbersuko, ketika tengah bekerja  [ ... ]

Anggota DPRD Dan Mahasiswa Mengunjungi Stand Museum Biting
Sabtu, 20 September 2014, 17:34 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com - Keikutsertaan Museum Swadaya Situs Biting di Museum Expo 2014 yang diselenggarakan di Royal Plasa  [ ... ]

Gawat Sudarmanto : Jangan Mendahului Keputusan TIM Untuk Mengklaim Puncak B29
Jumat, 19 September 2014, 17:37 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com – Terkait klaim yang disampaikan Pemkab Probolinggo terhadap Puncak B29, Kepala Dinas Pariwisata da [ ... ]

Kamis, 28 Agustus 2014 14:49
Saling Klaim B29, Lumajang-Probolinggo Sepakat Putuskan Batas Wilayah Melalui GPS
Wartalumajang.com – Saling Klaim antara Probolinggo dan Lumajang atas destinaty wisata Puncak B29, yang sering pula disebut sebagai negeri diatas awan, akhirnya ditengahi oleh Pemerintah Propinsi Jawa Timur. Sejumlah pejabat pe...

Aspirasi

Selasa, 02 September 2014 12:25
Ambisi Kelola B29, Jangan-Jangan Nafsu Kuat Tapi Stamina Kendor
Wartalumajang.com – Perebutan B29 untuk dijadikan aset wisata bagi Lumajang terus makin kuat. Pemkab Lumajang dan Pemkab Probolinggo sampai mendatan...

Birokrasi

Gawat Sudarmanto : Jangan Mendahului Keputusan TIM Untuk Mengklaim Puncak B29

Jumat, 19 September 2014
Gawat Sudarmanto :  Jangan Mendahului Keputusan TIM Untuk Mengklaim Puncak B29 <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:448px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Pujo Sumanto, Kabid LLAJ Dishub Lumajang</span></span>Wartalumajang.com</strong> - Sesuai hasil hearing dengan DPRD Lumajang beberapa waktu lalu dan juga menindaklanjuti arahan Bupati dan Wabup Lumajang ketika acara pennyerahan piala WTN beberapa hari lalu maka Dinas Pehubungan (Dishub) Lumajang telah melakukan rapat koordinasi dengan sejumlah instansi terkait.</p> <p>Inti dari Rakor tersebut adalah rencana Dishub yang akan melakukan penertiban terhadap parkir yang ada disepanjang pertokoan jalan PB Sudirman, karena lokasi tersebut khususnya yang ada di timur jalan saat ini semakin ramai digunakan sebagai tempat parkir, padahal disana sudah ada rambu larangan parkir bagi kendaraan bermotor.</p> <p>Kabid LLAJ Dishub Lumajang, Pujo Sumanto ketika dikonfirmasi wartawan diruang kerjanya mengatakan yang diijinkan untuk parkir disebalah timur jalan PB Sudirman itu hanya sepeda angin dan becak saja. Sedangkan kenyataannya sekarang banyak sepeda motor yang diparkir disebelah timur jalan.</p> <p>”Untuk itu besok, Dishub bersama sejumlah instansi terkait seperti Satlantas, Satpol PP dan CPM Lumajang berencana sejak pagi akan melakukan penertiban disepanjang PB Sudirman, dengan harapan antara WTN yang kita terima dengan kenyataan dilapangan harus benar-benar terwujud,” kata Pujo Sumanto, Rabu (17/9).</p> <p>Sebelum melakukan penertiban besok, Pujo mengaku pihaknya melalui Humas Pemkab Lumajang sudah melakukan sosialisasi selama 2 hari yaitu pada 16 dan 17 September ini, sehingga jika besok masih ada yang melakukan pelanggaran maka akan langsung ditindak. ”Tapi bentuk tindakannya menunggu hasil evaluasi besok apakah ditilang atau yang lain kita lihat besok,” ungkapnya.</p> <p>Disebelah barat jalan PB Sudirman nanti, pihaknya sudah melakukan penataan parkir, untuk sepeda motor bisa parkir mulai dari pertokoan galaxy hingga diseberang depan mentari, sedangkan untuk mobil bisa parkir disebelah utaranya.</p> <p>Sementara itu dikonfirmasi secara terpisah, Kasatlantas Polres Lumajang AKP Samirin mengaku jika kegiatan operasi gabungan penertiban parkir disepanjang PB Sudirman besok itu pihaknya hanya bersifat melakukan teguran. ”Untuk besok itu tidak ada penindakan, karena masyarakat itu sudah bayar retribusi parkir maka kami hanya menyampaikan bahwa parkir yang benar itu disebalah barat,” katanya.</p> <p>Untuk melakukan penertiban besok rencananya Satlantas Polres Lumajang akan menerjunkan 25 personil. Disinggung soal batasan waktu pelaksanaan penertiban tersebut, Samirin mengaku tidak menentukan batasannya, karena tidak cukup 1 atau 2 hari memberikan kesadaran kepada masyarakat. ”Ya sampai masyarakat itu mau dengan sadar memarkir kendaraannya disebelah barat jalan,” pungkasnya.</p> "> Besok, Parkir Sepanjang PB Sudirman Akan Dit...
  • "> Tahun Ini Lumajang Targetkan Jalan Hotmix Se...
  • "> Ir. Anung Widiarto MM : Kalau Memang B29 Mil...
  • "> Nasib Rusunawa Masih Menunggu Penyerahan Dar...

    Hukum

    Mantan Anggota DPRD Jatim Dilaporkan ke Polisi

    Senin, 15 September 2014
    Mantan Anggota DPRD Jatim Dilaporkan ke Polisi <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:619px;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Inilah keempat tersangka yang salah satu diantaranya masih duduk dibangku SMP</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Aksi yang dilakukan Ald bersama keempat rekannya tergolong berani. Dalam usia yang masih sangat muda dan masih duduk dibangku SMP, Ald diketahui telah beberapa kali terlibat dalam aksi pencurian motor dibeberapa tempat di Lumajang. Sementara selain Ald, Stw juga diketahui masih pelajar sebuah Madarasah Aliyah di Yosowilangun, yang juga menjadi komplotan Ald dalam melakukan aksinya mencuri motor.</p> <p>Aksi Ald dan kawan-kawan akhirnya terungkap, setelah rabu (10/9) kemarin aksinya keperook pemilik motor yang ditinggal disawah oleh pemiliknya. Teriakan pemilik motor yang diketahui bernama Slamet Riyadi, warga desa Krai Kecamatan Yosowilangun, mendapatkan sambutan dari warga setempat dan berhasil menangkap komplotan ini berikut sepeda motor curiannya Honda Astrea supra dengan Nopol DK-5364-QY.</p> <p>Aksi ini berhasil digagalkan warga dan polisi dan menangkap keempat pelaku masing-masing Ald, Stw, Hk dan Dn. Beruntung polisi sigap dalam mengamankan keempat pelaku, karena massa yang ikut dalam pengejaran ini sangat beringas dan nyaris menghakimi pelaku pencurian motor ini.</p> <p>Dari hasil penyidikan Polsek Yosowilangun diketahui, komplotan pencuri motor ini telah melakukan aksinya di 18 tempat, yakni diwilayah Kecanmatan Yosowilangun, Tekung, Kunir dan Rowokangkung.  Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, keempat pelaku pencurian motor ini sekarang ditahan di Mapolsek Yosowilangun guna penyidikan lebih lanjut.</p> <p>Kapolsek Yosowilangun AKP Budi Setiyono kepada wartawan mengatakan, hasil curian mereka selama ini dijual ke wilayah Klakah dan sebagian dari hasil penjualan motor tersebut digunakan untuk membeli Handphone. Polisi kabarnya juga sudah mengantongi nama yang diduga sebagai penadah dari motor curian keempat orang ini.</p> "> Bugh, Masih Kelas 2 SMP Nekat Curi Motor...
  • "> 3 Kali Mangkir Dari Panggilan Polisi, Bos PT...
  • "> Pasca Lebaran Sejumlah Kasus Korupsi Akan ...
  • "> Kajari Minta Pemkab Tidak Intervensi Dalam K...

    Politik

    Agus Wicaksono : “Manfaatkan Setiap Tugas Keluar Kota Untuk Membeli Buku”

    Selasa, 02 September 2014
    Agus Wicaksono : “Manfaatkan Setiap Tugas Keluar Kota Untuk Membeli Buku” <p><strong> </strong></p> <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:345px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Sjahrazad Masdar, Ketua DPC Partai Demokrat Lumajang</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Absennya Bupati Lumajang Sjahrazad Masdar Dalam aktivitas pemerintahan dan politik karena masih sakit ternyata berimbas juga Partai Demokrat. Bupati yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Lumajang telah menugaskan salah satu wakil ketua DPC, dalam hal ini Drs. Samsul Huda untuk menjalankan roda partai sampai bupati benar-benar sembuh.</p> <p>Kabar tentang penugasan untuk mengendalikan organisasi ini juga dibenarkan oleh Samsul Huda selaku penerima tugas tersebut. Ketika ditemui media ini sehari sebelum pelantikan DPRD, Samsul mengaku jika dirinya memang diminta untuk mengendalikan organisasi Partai Demokrat. “Sifatnya hanya tugas untuk mengendalikan organisasi, karena memang ada beberapa moment dimana Partai Demokrat harus hadir. Jadi tugas untuk mengendalikan organisasi saja,” kata Samsul Huda.</p> <p>Samsul menyangkal kalau dirinya ditunjuk sebegai pelaksana tugas (Plt). Namun demikian, Samsul mengaku bahwa dirinya mendapat mandat untuk mengendalikan organisasi tersebut dalam bentuk surat tugas dari Ketua DPC Partai Demokrat Lumajang, Sjahrazad Masdar kepada dirinya selaku Wakil Ketua II. “Hanya surat tugas saja dari ketua kepada wakil ketua II untuk mengendalikan organsisasi,” kata Samsul.</p> <p>Sementara disisi lain berhembus kabar bahwa pemberian surat tugas tidak melalui forum resmi dalam pleno pengurus DPC Demokrat Lumajang. Seharusnya pemberian surat tugas seperti itu harus diputuskan dalam rapat pleno DPC Partai Demokrat Lumajang.</p> <p>Sementara Sekretaris DPC Partai Demokrat Lumajang, Moch. Sofi ketika dikonfirmasi secara terpisah mengaku tidak tahu soal surat tugas tersebut. “Saya ndak tahu mas, malah saya baru dengar dari saudara sekarang ini,” kata Sofi yang kami temui setelah acara pelantikan DPRD Lumajang, Kamis (21/8).</p> "> Sakitnya Bupati Berimbas Pada Partai Demokra...
  • "> KPU Lumajang Kembali Membongkar 1.762 Kotak ...
  • "> Penuhi Ketetapan MK, KPU Lumajang Bongkar Ra...
  • "> Herman Affandi : Kita Minta Relawan Prabowo ...

    Aneka Rupa

    H. Bukasan Terpilih Secara Aklamasi Sebagai Ketua PBSI Lumajang

    Minggu, 14 September 2014
    H. Bukasan Terpilih Secara Aklamasi Sebagai Ketua PBSI Lumajang <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:300px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Foto Ilustrasi</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Walau sudah lama dilarang pemerintah, namun sampai saat ini bunyi petasan tak terhindarkan dari rutinitas Idul Fitri. Sejak selesai Sholat Ied dan selama lebaran, suara petasan bersautan, khususnya dipedesaan. Karena penjual petasan sudah mulai sepi dipasaran, warga menyiasatinya dengan membuat sendiri dengan cara membeli bubuk “mercon” tersebut yang masih dijual dipasaran.</p> <p>Menurut sejumlah warga yang kami temui, bubuk petasan tersebut dibeli ditempat biasanya. Sedangkan bahasan petasan dari kertas disiasati dengan membeli Koran bekas yang banyak dijual dipasaran. Disamping jatuh harganya lebih murah, dengan membuat sendiri bisa membuat sesuai dengan kehendak sendiri.</p> <p>“Kalau membuat sendiri kita bisa membuat sesuai dengan kehendak sendiri pak, disamping itu harganya jadi lebih murah. Apalagi sekarang yang jualan sudah tidak ada pak,” kata salah seorang warga.</p> <p>Warga tidak menyebutkan dari mana mendapatkan bubuk mercon tersebut, namun yang pasti bubuk masih bisa dibeli dengan bebas sampai sekarang. Menyinggung tentang kebiasaan membunyikan petasan saat lebaran, warga menyebutnya sebagai tradisi yang sulit untuk dihindari.</p> <p>“Setahun sekali pak, memang sudah bisa seperti itu. Jadi rasanya nggak enak kalau nggak ada petasan,” katanya kemudian.</p> <p>Kendati demikian secara umum kepemilikan petasan sudah jauh menurun dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Warga, termasuk dipedesaan sudah lebih banyak yang memilih membeli kembang api untuk merayakan idul fitri.</p> "> Petasan Belum Bisa Dipisahkan Dari Tradisi I...
  • "> Jelang Lebaran, Tiket Pendakian Semeru Laris...
  • "> MPPM Timur Peringati Pekan Bung Karno Dengan...
  • "> Atlit Catur Junior Lumajang Raih Peringkat D...

    Peristiwa

    Polisi Tangkap Gembong Penadah Motor Curian Dari Ranuyoso

    Selasa, 23 September 2014
    Polisi Tangkap Gembong Penadah Motor Curian Dari Ranuyoso <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:448px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Petugas Satpol PP memasang tanda larangan disalah satu bangunan tower</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Diduga karena tidak mengantongi ijin baik itu ke pihak desa maupun ke KPT, pendirian dan pembangunan dua tower yang ada di Desa Klanting Kecamatan Lumajang dan Desa Banyuputih Lor Kecamatan Randuagung terpaksa dihentikan oleh petugas Satpol PP Kabupaten Lumajang.</p> <p>Penghentian ini dilakukan pihak Satpol PP setelah mendapat laporan dari desa jika pendirian 2 tower tersebut diduga tidak berijin, setelah dilakukan pengecekan kepada semuah pihak terkait ternyata memang benar.</p> <p>Setelah dilakukan upaya persuasif dengan cara berkirim surat ke pemilik proyek agar segera menghentikan pekerjaannya, namun sayangnya surat peringatan tersebut tidak diindahkan oleh pemilik proyek sehingga Satpol PP dengan sangat terpaksa mengambil tindakan tegas menutup atau menghentikan pembangunan 2 tower tersebut.</p> <p>Kepala Satpol PP Kabupaten Lumajang, Totok Suharto ketika dikonfirmasi sejumlah wartawan dilokasi pendirian tower yang ada di Desa Klanting mengatakan pihaknya sudah melakukan kroscek ke desa dan KPT dan ternyata benar pendirian tower ini sama sekali belum mengantongi ijin. “Kita juga sudah melakukan peringatan dengan berkirim surat, namun karena masih membandel terpaksa kami hentikan pekerjaannya,” katanya.</p> <p>Pantauan NP dilokasi, nampak belasan petugas Satpol PP memasang papan peringatan diatas bangunan pondasi yang baru dibangun yang isinya pelaksanaan pembangunan ini dihentikan oleh Satpol PP karena belum memiliki ijin sesuai Perda No. 15 tahun 2011 tentang ijin mendirikan bangunan dan Perda no. 16 tahun 2011 tentang retribusi gangguan.</p> <p>Selain berkirim surat, diakui Totok, pihaknya juga sudah menghubungi pemilik bangunan tersebut melalui telepon tapi nampaknya tidak ada itikad baik dari pemilik bangunan sehingga pihaknya harus segera mengambil tindakan tegas.</p> <p>Setelah melakukan penertiban tower milik PT. Daya Mitra Komunikasi yang ada di Desa Klanting, kemarin Satpol PP juga akan melakukan penertiban dan penghentian pekerjaan bangunan tower milik PT. Technoling yang ada di Desa Banyuputih Lor. “Kasusnya sama, masih belum ada ijin,” pungkas Totok.</p> "> Tak Kantongi Ijin, Satpol PP Segel 2 Tower ...
  • "> Tersengat Listrik, Kuli Bangunan Meninggal d...
  • "> Anggota DPRD Dan Mahasiswa Mengunjungi Stand...
  • "> Berikan Pembinaan, Kapolres Kunjungi Lapas L...

    Wisata Budaya

    Sejarawan Asal Belanda Harry Poeze, Kunjungi Situs Biting

    Rabu, 12 Pebruari 2014
    Sejarawan Asal Belanda Harry Poeze, Kunjungi Situs Biting <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:216px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Salah satu temuan di Desa Kedungmoro Kec. Kunir</span></span>Wartalumajang.com</strong> - Aliansi Masyarakat Pelestari Sejarah (AMPAS) Lumajang menilai Lumajang memiliki peninggalan sejarah yang sangat besar dan beragam. Namun sejumlah peninggalan sejarah tersebut hingga saat ini belum dikembangkan secara serius oleh Pemkab Lumajang, bahkan terkesan diabaikan sehingga merugikan kepentingan masyarakat yang wajib tahu tentang sejarah dan masa lalu Lumajang.</p> <p>Hal ini disampaikan Koordinator AMPAS Lumajang Lutfia Amerta, hari ini, kamis (30/1). Dalam kesempatan yang sama Lutfi menyatakan keinginannya agar situs-situs peninggalan sejarah diselamatkan seperti yang sudah dilakukan terhadap situs Biting Kutorenon Lumajang. Beberapa situs lainnya yang diharapkan bisa diselamatkan adalah penemuan Candi Betari Durga didesa Kedungmoro Kecamatan Kunir Lumajang.</p> <p>Terhadap peninggalan ini, AMPAS berharap agar dilakukan ekskavasi sehingga menjadi informasi penting yang bisa diakses oleh masyarakat luas. Dalam kesempatan yang sama Lutfi yang juga Sekretaris MPPM Timur berharap agar Pemkab secara serius melakukan penyelamatan tempat-tempat bersejarah di Lumajang yang diantaranya bisa dilakukan dengan cara mengalihkan pembangunan Perumnas Biting kewilayah diluar kawasan situs.</p> <p>Tuntutan lainnya antara lain, mendorong situs Biting menjadi Kawasan cagar budaya nasional sebagai kebanggaan masyarakat Lumajang dan kebanggaan masyarakat Tapal Kuda (bekas ibukota kerajaan Lumajang Tigang Juru). AMPAS juga berharap agar pemkab Lumajang mememuhi janjinya dan memberi fasilitas untuk melakukan penelitian dan ekskavasi Candi Betari Durga Di Desa Kedungmoro Kecamatan Kunir.</p> <p>Lufti juga menyatakan harapannya agar pemerintah memberikan kompensasi kepada masyarakat pemilik tanah dan penemu situs sehingga ada kejelasan nasib mereka sesuai dengan UU Cagar Budaya.</p> <p>Sebelumnya Ketua Bappekab Lumajang Ir. Indah Amperawati menyatakan bahwa Pemkab sudah merencanakan untuk membangun sebuah museum peninggalan sejarah Lumajang yang akan ditempatkan di kompleks KWT Lumajang.</p> "> AMPAS Tuding Pemkab Abaikan Peninggalan Seja...
  • "> MPPM Timur Gelar Malam Padang Rembulan dan K...
  • "> Rumah Budaya Nusantara Pentaskan Sendra Tari...
  • "> Pemkab Lumajang Lamban, Situs Biting Akhirny...

    Suasana demo didepan kantor Kejaksaan Negeri LumajangSuasana demo didepan kantor Kejaksaan Negeri LumajangWartalumajang.com - Puluhan Aktivis Solidaritas Masyarakat Tranpransi Lumajang, hari ini, Jumat (17/5), menggelar aksi demo dikantor Kejaksaan Negeri Lumajang. Mereka meminta agar Kejaksaan Negeri Lumajang segera menuntaskan pengusutan dana APBN untuk Proyek Listrik Tegangan Rendah (PLTR) senilai Rp. 2,7 Milyar.

    Puluhan aktivis LSM ini datang ke kantor Kejaksaan Negeri Lumajang dengan membawa sejumlah poster yang isinya mendesak Kejaksaan Negeri Lumajang segera melanjutkan penyidikan kasus ini. Namun karena kantor Kejaksaan Negeri Lumajang sedang dalam proses renovasi, para aktivis ini tidak bertemu dengan siapapun, sampai kemudian mereka membubarkan diri.

    Menurut informasi yang berhasil kami himpun dana untuk ini senilai Rp. 2,7 M berasal dari dana APBN. Namun sampai saat ini belum ada kejelasan pelaksanaan dari proyek ini. "Listrik adalah kebutuhan masyarakat, dan kami harapkan masalah ini segera dituntaskan," kata salah seorang demonstran hari ini.

    Sementara Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Lumajang ketika dihubungi via ponselnya mengaku tidak tahu soal demo tersebut, karena dirinya sedang berada diluar. Soal kasus listrik itu sendiri, Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Lumajang mengatakan bahwa untuk kasus tersebut sekarang masih dalam tahap pengumpulan data.

    "Belum sampai ke penyidikan mas, sekarang ini kita masih sedang mengumpulkan data. Jika memang datanya sudah lengkap baru kita tingkatkan ketahap berikutnya. Jadi sekarang ini kami masih berusaha mencari data-data soal itu," katanya via ponsel hari ini.

    PLTR ini di Lumajang ada di tiga desa, yakni Desa Kalibendo Kecamatan Pasirian, Desa Bedayu Talang Kecamatan Senduro dan Desa Sawaran Lor Kecamatan Kedungjajang. Namun seluruh informasi tentang proyek ini masih belum dikonformasikan ke Pemkab Lumajang, apakah benar Lumajang mendapatkan proyek tersebut.

    Sementara itu, seorang tokoh LSM asal Surabaya yang sempat melalukan kontak dengan media ini mengatakan, bahwa pihaknya akan menggelar aksi serupa di Kejaksaan Tinggi jika kasus ini didiamkan terlalu lama. "Kita akan berusaha mencari datanya, dan kalau sampai dibiarkan kami akan menggelar aksi ini ke Kejaksaan Tinggi di Surabaya," jelasnya.

    Web Designer