Halaman Facebook Twitter Warta Lumajang Langganan Berita
Tiga Orang Hanyut Banjir, Dua Orang Selamat, Satu Orang Belum Ditemukan
Minggu, 29 Maret 2015 08:11 WIB
Wartalumajang.com – Karena nekad menyeberangi jembatan kali Pengari desa Sawaran Kulon Kecamatan Kedungjajang Lumajang, tiga orang hanyut dan sampai sekarang satu orang masih belum ditemukan. Tiga orang ini adalah satu keluarga yang melewati jembatan di kali Pengari sepulang dari acara undangan ha...
Walau Bangunan Belum Rampung, Kantor BPBD Tetap Akan Ditempati
Jumat, 27 Maret 2015, 18:00 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com - Meski proses pembangunannya belum sepenihnya rampung, Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BP [ ... ]

Harga Bawang Merah Mahal, Usaha Kuliner Mengeluh
Jumat, 27 Maret 2015, 17:44 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com – Naiknya harga bawang merah beberapa hari terakhir ini menyebabkan usaha warung dan kuliner di Luma [ ... ]

Terlantar, Bocah 10 Tahun Ditemukan “Nggandol” Di Ban Cadangan Truk Sampai Jatiroto
Rabu, 25 Maret 2015, 11:39 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com – Seorang bocah berusia sekitar 10 tahunan ditemukan pengemudi kendaraan yang melintas di Jatiroto s [ ... ]

Belum Ada Putusan Soal B29, Pemprov Jatim Minta Lumajang Probolinggo Berunding
Selasa, 24 Maret 2015, 21:31 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com – Sampai sekarang belum ada keputusan final soal kepemilikan B29 untuk dikelola menjadi obyek wisata [ ... ]

Senin, 23 Pebruari 2015 16:38
Serial Bupati Baru (1) : Pak Bupati, Apa Kabar Pasir Besi Lumajang
Sejatinya tak ada satupun pekerjaan yang tak boleh tuntas. Karena jika tidak tuntas, bisa saja disebut bekerja setengah hati. Di Lumajang cukup banyak pekerjaan yang seharusnya dituntaskan yang hingga saat ini masih meninggalkan t...

Aspirasi

Rabu, 11 Maret 2015 06:34
Harun Nur Rosyid (NasDem) : Sudah Masuk Dalam RDKK, Kenapa Pupuk Kadang Langka ?
Wartalumajang.com – Politisi Partai NasDem Harus Nur Rosyid mempertanyakan terjadinya kelangkaan pupuk bersubdisi di Lumajang. Menurut Harun, jika p...

Birokrasi

Walau Bangunan Belum Rampung, Kantor BPBD Tetap Akan Ditempati

Jumat, 27 Maret 2015
Walau Bangunan Belum Rampung, Kantor BPBD Tetap Akan Ditempati <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:631px;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Kabag Tata Pemerintahan Pemkab Lumajang</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Sampai sekarang belum ada keputusan final soal kepemilikan B29 untuk dikelola menjadi obyek wisata. Upaya pengukuran yang dilakukan oleh Pemprov dengan difasilitasi oleh Kodam V Brawijaya beberapa waktu lalu belum menghasilkan keputusan final soal letak Puncak B29 apakah ikut Lumajang atau Probolinggo.</p> <p>Kepala Bagian Tata Pemerintahan Pemkab Lumajang Hendra Agung SH, ketika dikonfirmasi media ini mengatakan, sampai saat ini pemerintah Propinsi Jawa Timur masih memberikan kesempatan kepada Pemkab Lumajang dan Probolinggo soal titik B29 tersebut berikut rencana pengelolaannya.</p> <p>“Kita diberi waktu untuk berunding mas. Tapi sekarang memang belum ada titik temu soal wilayah B29 tersebut. Karenanya untuk sementara kita mengikuti saja apapun yang terjadi. Karena masyarakat memang tahunya B29 itu adalah bagian dari Lumajang,” kata Hendra Agung kepada media ini.</p> <p>Menyinggung batas waktu perundingan yang diberikan oleh Pemerintah Propinsi Jawa Timur, Hendra Agung menyatakan bahwa batas waktunya sebenarnya sudah berkahir. Namun memang sekarang belum ada kesepakatan antara Lumajang dan Probolinggo.</p> <p>“Sudah berakhir sebenarnya mas, kita tunggu saja nanti hasilnya. Kalau sekarang sebenarnya tidak masalah karena masyarakat tetap banyak yang datang dan tahunya itu adalah bagian dari Lumajang,” jelas Hendra Agung kemudian. (fat)</p>

"> Belum Ada Putusan Soal B29, Pemprov Jatim Mi...
  • "> Kabar Pelantikan Bupati, Disertai Harapan Ba...
  • "> SK Pengangkatan As’at Malik Sudah Turun, T...
  • "> Dianggap Tak Ada Itikat Baik, Tambang Ilegal...
  • Hukum

    Awal Bulan Depan, Gugatan Tanah SMPN 1 Sukodono Akan Divonis PN Lumajang

    Selasa, 24 Maret 2015
    Awal Bulan Depan, Gugatan Tanah SMPN 1 Sukodono Akan Divonis PN Lumajang   <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:640px;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Foto Ilustrasi</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Tak ada rotan akarpun jadi, begitulah ungkapan bagi orang yang sudah kepepet mendapatkan barang curian. Hal ini mungkin juga berlaku bagi seorang residivis dalam kasus pencurian dengan kekerasan (curas) bernama Tinggal Adi (31). Adi ditangkap polisi karena nekat mencuri sayur kentang milik tetangganya sendiri.</p> <p>Tinggal Adi (31) warga Desa Argosari Kecamatan Senduro nekat mencuri sayur kentang milik Ponari (52) tetangga sedesanya, padahal pelaku baru saja keluar dari tahanan di Probolinggo dalam kasus curas yang mengakibatkan korbannya meninggal dunia.</p> <p>Menurut polisi, pelaku ini ditangkap oleh Kades Argosari bersama warga dirumahnya kemarin, Minggu (1/3), sekitar pukul 20.00 Wib. Sebelumnya, korban mengetahui jika pelaku telah mencuri 3 sak sayur kentang yang baru saja dipanen dari kebunnya.</p> <p>Dengan cara diangkut menggunakan sepeda motor, hasil curian tersebut dibawa menuju pasar Senduro untuk dijual. Setelah itu korban melapor ke aparat desa setempat yang akhirnya dilakukan penangkapan terhadap pelaku. Setelah ditangkap oleh warga, pelaku diserahkan ke kantor Polsek Senduro.</p> <p>Kasatreskrim Polres Lumajang, AKP Heri Sugiono ketika dikonfirmasi media ini mengatakan setelah dilakukan pemeriksaan, tersangka juga mengaku melakukan aksi yang sama dikebun sayur milik warga Probolinggo yang letaknya memang tidak jauh dari Desa Argosari.</p> <p>Saat ini tersangka tengah meringkuk dalam sel tahanan Mapolsek Senduro, ketika ditangkap ditemukan barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp 170 ribu dan sebuah sepeda motor Yamaha Fiz warna silver tanpa plat nomer. “Kami masih terus melakukan penyelidikan dan pengembangan terhadap tersangka,” kata AKP Heri Sugiono. (ww)</p>

    "> Residivis Curas Berhasil Ditangkap Polisi Sa...
  • "> Polisi Ringkus Dua Pemuda Spesialis Pencuri ...
  • "> Beredar Kabar, Bos PT. IMMS, Juga Ditetapkan...
  • "> Karyawan IMMS Jadi Tersangka, Lam Cong San, ...
  • Politik

    As’at Malik Harus Mandiri Dalam Ambil Keputusan Soal Wabup

    Kamis, 12 Maret 2015
    As’at Malik Harus Mandiri Dalam Ambil Keputusan Soal Wabup <p><strong> </strong></p> <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:336px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Sujatmiko Sh, Ketua DPD Partai Golkar Lumajang</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Kisruh partai Golkar khususnya ditingkat pusat antara kubu Abu Rizal Bakrie (ARB) dengan kubu Agung Laksono nampaknya tidak berpengaruh di Lumajang, Karena DPD Golkar Lumajang pilih menunggu keputusan final atau keputusan yang berkekuatan hukum tetap.</p> <p>Hal ini disampaikan Ketua DPD Golkar Lumajang  Sujatmiko ketika dikonfirmasi media ini di kantor DPRD Lumajang siang ini, Kamis (05/3). Ditambahkannya, penjelasan dari kubu ARB menyatakan masih ada ruang untuk melakukan banding sehingga keputusan Mahkamah Partai yang memenangkan kubu Agung Laksono itu belum final. “Dari kubu pak Abu Rizal atau kubu munas Bali menyatakan keputusan itu belum final,” katanya.</p> <p>Ketika disinggung apakah DPD Golkar Lumajang lebih mendukung kubu munas Bali atau tidak, dengan tegas Jatmiko mengatakan bukan hanya Lumajang yang mendukung hasil munas Bali, hampir seluruh DPD mendukung hasil munas Bali.</p> <p>Namun pihaknya akan mendukung segala keputusan final yang diambil, karena DPD Golkar Lumajang akan menganut pada keputusan yang memiliki legalitas. Selain itu sejauh ini pihaknya juga selalu menjalin komunikasi dengan kedua belah pihak. “Pada intinya kami akan patuh pada pimpinan yang mempunyai legalitas atau berkekuatan hukum yang mengikat,” pungkas Sujatmiko. (ww)</p>

    "> Golkar Lumajang Tunggu Keputusan Final...
  • "> Herman Affandi : Walau Menang Tipis Yang Pen...
  • "> DPC PKB Lumajang Kembali Bergolak...
  • "> Seluruh Pengurus DPC PAN “Kompak” Ajukan...
  • Aneka Rupa

    Harga Bawang Merah Mahal, Usaha Kuliner Mengeluh

    Jumat, 27 Maret 2015
    Harga Bawang Merah Mahal, Usaha Kuliner Mengeluh <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:960px;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Model seperti inilah yang cukup digemari para remaja</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Maraknya modiv sepeda motor menjadi Velk kecil, setir rendah dan berbagai modifikasi lainnya tidak akan pernah dibina, namun akan ditertibkan. Kapolres Lumajang AKBP Aries Syahbudin dengan tegas hari ini mengatakan, jika hanya dibina dan diarahkan tidak akan membawa dampak perubahan. Namun akan beda hasilnya jika pelaku modiv motor yang terkesan memaksakan diri harus ditertibkan setiap ada operasi.</p> <p>“Apanya yang mau dibina, ya kita tertibkan saja. Begitu terjaring dalam operasi yang digelar polisi, maka yang bersangkutan harus mengganti dengan velg standart, termasuk stir harus dikembalikan kepada bentuk semula. Bahkan belakangan kami minta orang tuanya ikut mengantar anaknya untuk mengambil motornya di kantor polisi. Ini kami lakukan agar mereka jera dengan modiv motor tersebut,” kata Kapolres Lumajang.</p> <p>Selama ini usaha untuk menertibkan modiv motor yang merubah bentuk motor menjadi kurang nyaman untuk dikendarai terus dilakukan. Bahkan untuk menimbulkan efek jera, Polres Lumajang mengambil sikap dengan cara menyita aksesories motor yang kurang pas tersebut. Sayangnya sampai sekarang motor-motor dengan modifikasi tersebut masih cukup banyak berkeliaran di Lumajang.</p> <p>Pada malam minggu misalnya motor-motor seperti ini masih kerap kali dengan mudah bisa dijumpai, walaupun Polres terus gencar melakukan operasi. Motor-motor seperti ini sering keluar pada malam minggu. Bahkan disejumlah sekolah masih dengan mudah bisa ditemukan motor-motor yang dimodiv tersebut. (fat)</p>

    "> Modiv Motor Dengan Velg Kecil Tak Akan Dibin...
  • "> Kabar NU : Silaturahmi PCNU Wilayah Tapal Ku...
  • "> Sisi Barat Ruas Jalan Wonorejo Klakah Berlub...
  • "> Pengurus Kopnas Aku Mandiri Coop Kecewa, Pem...
  • Peristiwa

    Tiga Orang Hanyut Banjir, Dua Orang Selamat, Satu Orang Belum Ditemukan

    Minggu, 29 Maret 2015
    Tiga Orang Hanyut Banjir, Dua Orang Selamat, Satu Orang Belum Ditemukan <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:448px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Khoiril ditemani seorang Polwan yang berusaha menghiburnya agar tidak menangis</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Seorang bocah berusia sekitar 10 tahunan ditemukan pengemudi kendaraan yang melintas di Jatiroto sedang berada dibagian bawah truk, tepatnya ditempat penyimpanan ban cadangan truk gandeng. Melihat ada seorang bocah ada dibawah “nggandol” dibagian bawah truk yang sedang berjalan, seorang pengemudi kendaraan yang melihat kejadian ini langsung mendahului truk gandeng tersebut dan memintanya untuk berhenti. Truk gandeng itupun berhenti dan menurunkan bocah yang masih lugu ini dari tempat ban dibagian bawah truk.</p> <p>Karena khawatir terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pengemudi truk gandeng yang berangkat dari Banyuwangi tersebut kemudian menyerahkan bocah malang ini ke Polsek Jatiroto. Polsek Jatiroto kemudian membawa bocah ini ke Polres Lumajang untuk mengetahui asal bocah ini. Namun sayangnya karena bocah ini masih terlalu kecil, sehinga ketika ditanya jawabannya berubah-ubah.</p> <p>Didampingi dua anggota Polwan yang juga menyediakan sejumlah mainan, bocah ini mengaku bernama Khoiril. Sedangkan orang tuanya bernama Rahman. Ibunya meninggal dunia dan ayahnya menikah lagi. Tidak banyak cerita yang bisa diambil dari bocah ini, karena ketika dicecar sejumlah pertanyaan, bocah bernama Khoiril ini tampak gugup dan memilih diam.</p> <p>Keceriannya baru muncul lagi setelah seorang anggota Polwan membawakannya mainan baru. Khoiril mengaku berasal dari Sumatera, namun anak ini bisa berbahasa Jawa. Untuk menenangkan konidis psikologis bocah ini, dua anggota Polwan berusaha menghibur bocah ini dan membelikannya makanan. Sampai berita ini ditulis belum ada kepastian karena bocah malang ini masih sulit diajak bicara.</p> <p>Sementara pada bagian kepala tampak ada bekas luka yang sudah lama sembuh. Ketika ditanya soal luka tersebut, Khoiril menjawab bahwa luka itu bekas pukulan dengan kayu yang dilakukan oleh ayahnya. (fat)</p>

    "> Terlantar, Bocah 10 Tahun Ditemukan “Nggan...
  • "> Polisi Juga Temukan Alat Hisap Sabu Dilokasi...
  • "> Banyak Yang Heran, Pohon Ganja Sebanyak Itu ...
  • "> Hampir 100 Pohon Ganja Ditemukan Di Rumah Ko...
  • Wisata Budaya

    Wisata Alam Cuban Sewu Baru Bisa Dikembangkan Tahun 2016 Mendatang

    Sabtu, 21 Maret 2015
    Wisata Alam Cuban Sewu Baru Bisa Dikembangkan Tahun 2016 Mendatang <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:448px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Inilah penampilan peserta Festival Tari Jaran Slining</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Walau hujan deras tak kunjung reda namun para peserta Festival Tari Jaran Slining tetap berlangsung meriah. Penonton yang ingin menyaksikan acara ini tetap berjubel untuk menyaksikan penampilan para peserta yang dating dari berbagai daerah di Lumajang. Sampai acara dimulai tercatat 39 perserta untuk katagori anak-anak dan remaja. Sedangkan asal peserta mulai dari SD, SMP, SLTA dan Sanggar Seni yang ada di Lumajang.</p> <p>Menurut Zainul Arifin, salah seorang panitia festival ini, dari Festival ini akan diambil tiga penyaji terbaik dari masing-masing katagori. Panitia juga menyediakan dana, trophy dan piagam bagi para penampil terbaik dalam acara ini. Tampak hadir dalam Festival ini Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Kabupaten Lumajang Drs. Gawat Sudarmanto, Sekda Lumajang Dr. Buntaran S dan Wakil Bupati Lumajang Drs. As’at Malik.</p> <p>Sementara tim penilai dalam acara ini menghadirkan akademisi dari Unesa Surabaya, Dinas Budaya dan Pariwisata Jawa Timur serta Dewan Kesenian Lumajang. Tim juri yang berjumlah lima orang ini akan memberikan penilaian kepada seluruh peserta untuk kemudian diambil tiga penyaji yang terbai.</p> <p>Karena peserta ada yang berasal dari SD, maka penampilan para peserta cukup menarik perhatian para penonton karena mereka tampil cukup kocak. Tarian Jaran Slining ini belakangan kian kerap ditampilkan pada acara karnaval tahunan, baik dalam rangka HUT Kemerdekaan RI maupun dalam rangka Hari Jadi Lumajang.</p> <p>“Ini merupakan upaya kita untuk melestarikan tarian Jaran Slining yang ternyata di Lumajang masih cukup banyak peminatnya. Buktinya saat pawai karnaval beberapa waktu lalu, banyak lembaga yang memilih Jaran Slining sebagai bentuk sajian tari mereka. Ini cukup menggembirakan, apalagi sekarang ini peserta banyak anak-anak. Kita sangat berharap generasi muda kita kian mengenali dan mencintai tarian yang berasal dari daerah kita ini,” kata Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Kabupaten Lumajang Drs. Gawat Sudarmanto. (fat)</p>

    "> Ditengah Hujan Deras, Festival Tari Jaran Sl...
  • "> Tim Balai Arkeologi Yogyakarta Teliti Situs ...
  • "> Mulai Tingkat Paud/TK Hingga Camat Ikut Rama...
  • "> Meskipun Hujan Festival Jaran Kencak Tetap B...
  • Para aktifis LSM MPPMT ketika menggelar orasiPara aktifis LSM MPPMT ketika menggelar orasiWartalumajang.com - Dalam rangka memperingati hari Purbakala yang jatuh tepat pada 14 Juni, sekaligus sebagai bentuk keprihatinan para pencinta benda purbakala terhadap ketidakpedulian pemerintah pada benda-benda peninggalan jaman kerajaan Majapahit yang ada di Lumajang hari ini, Jumat (14/6), LSM Masyarakat Peduli Peninggalan Majapahit Timur (MPPMT) menggelar orasi di Tugu Adipura.

    Pantauan media ini nampak puluhan aktifias LSM MPPMT datang sekitar pukul 08.00 Wib menggelar orasi di perempatan Adipura. Setelah berorasi, aksi tersebut dilanjutkan dengan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP).

    Didepan tugu Adipura, puluhan aktifis MPPMT membentangkan spanduk seruan penyelamatan situs biting. Situs yang konon adalah peninggalan Majapahit pada era kepemimpinan Arya Wiraraja.

    Kepada pengguna jalan, para aktifis membagi-bagikan pampfet dan bunga. Tak pelak aksi tersebut mengundang perhatian dari para pengguna jalan pagi itu. “Kita ingin selamatkan situs biting dari kehancuran,” kata salah satu aktifis dalam orasinya.

    Isi pamflet yang disebar kepada para pengguna jalan tertulis, jika aksi tersebut adalah aksi solidaritas Indonesia untuk situs biting. Yang menyatakan jika peninggalan maha dasyat telah dihancurkan.

    Tiga peninggalan itu antara ;ain, Kraton Lamajang dan benteng terbesar di Indonesia, Peninggalan Arya Wiraraja (Putra asli Lumajang) dan peninggalan Sayyid Abdurahman penyebar agama Islam pertama di Lumajang.

    Usai menggelar orasi, para aktifis peduli sejarah ini melanjutkan aksinya dengan acara tabur bungan di TMP. Aksi ini dilakukan untuk mengenang perjuangan para pejuang yang ada di Lumajang. “Ini juga bagian dari aksi kita,” kata Istiana, salah satu aktifis.

    Sebelum melakukan aksi tabur bunga, para aktifis ini sebelumnya menyanyikan lagu Indonesia Raya dan do’a bersama. Bahkan baliho kembali dibentangkan oleh mereka tepat di depan pintu masuk TMP.

    Mansur Hidayat, Ketua MPPMT kepada wartawan mengatakan hari ini pihaknya menyebar 1000 pamflet yang telah dipersipkan untuk dibagikan ke masyarakat. Langkah yang lain nantinya ia akan beraudensi dengan pemerintah dan DPRD. Juga akan disertai dengan seruan moral, solidaritas Indonesia untuk situs Biting.

    MPPMT juga akan menggalang aksi tanda tangan. Targetnya ialah menggalang 100.000 tanda tangan untuk situs Biting. “Tidak hanya orang Lumajang, juga orang-orang dari luar Lumajang seperti Jakarta, Jember, Surabaya, Malang, dan sebagainya,” kata Mansur Hidayat.

    Web Designer