Halaman Facebook Twitter Warta Lumajang Langganan Berita
Dinkes Dan Pihak BPJS Masih Bingung Soal Fatwa Haram BPJS Kesehatan
Jumat, 31 Juli 2015 18:10 WIB
Wartalumajang.com - Pihak BPJS Kesehatan Lumajang masih bingung dan kaget atas fatwa diharamkannya BPJS Kesehatan oleh MUI. Kepala BPJS Lumajang, Gatot, menyatakan telah mendengar kabar MUI yang memfatwakan haram BPJS Kesehatan melalui media. “Kita tahu kalau ada kabar fatwa haram itu dari media....
MUI Lumajang Belum Dapat Instruksi Fatwa Haram BPJS
Jumat, 31 Juli 2015, 17:48 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com – Fatwa diharamkannya BPJS Kesehatan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat menjadi halaman menari [ ... ]

Ribuan Anggota FKPPI 1321 Lumajang Gelar Apel Akbar
Jumat, 31 Juli 2015, 17:14 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com - Dalam rangka membantu menjaga stabilitas keamanan diwilayah Lumajang serta mewujudkan dan memper [ ... ]

Solikin : Satpol PP Jangan Diamkan Pencurian Pasir
Kamis, 30 Juli 2015, 18:30 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com – Sebagai penegak Peraturan Daerah (Perda), Polisi Pamong Praja (Pol PP) diharapkan tidak mandul dan [ ... ]

Tunggakan Pajak Kendaraan Bermotor Di Lumajang Capai Rp 20 Milyar
Kamis, 30 Juli 2015, 17:50 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com - Tunggakan pajak kendaraan bermotor (Ranmor) di wilayah Kabupaten Lumajang tahun ini jumlahnya sangat [ ... ]

Senin, 23 Pebruari 2015 16:38
Serial Bupati Baru (1) : Pak Bupati, Apa Kabar Pasir Besi Lumajang
Sejatinya tak ada satupun pekerjaan yang tak boleh tuntas. Karena jika tidak tuntas, bisa saja disebut bekerja setengah hati. Di Lumajang cukup banyak pekerjaan yang seharusnya dituntaskan yang hingga saat ini masih meninggalkan t...

Aspirasi

Minggu, 10 Mei 2015 07:41
Menanti Pembangunan Lumajang Yang Inovativ (Bagian 1)
Dalam setiap pergantian kepemimpinan disetiap daerah, selalu saja lahir jargon yang mengarah kepada usaha perbaikan kesejahteraan masyarakat. Jargon-j...

Birokrasi

Tunggakan Pajak Kendaraan Bermotor Di Lumajang Capai Rp 20 Milyar

Kamis, 30 Juli 2015
Tunggakan Pajak Kendaraan Bermotor Di Lumajang Capai Rp 20 Milyar <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:222px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Foto Ilustrasi</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Fraksi PDIP tidak pernah bosan dan lelah menyoroti kinerja pemerintah daerah agar menyelesaikan berbagai persoalan yang ada. Kali ini ada empat poin yang dianggap penting agar segera diselesaikan oleh pemerintah sebagai mana disampaikan dalam rapat paripurna Pandangan Umum terhadap nota penjelasan pengajuan 5 raperda Lumajang, Rabu (29/7) siang.</p> <p>Keempat poin tersebut antara lain, pertama menyangkut Perda. Fraksi PDIP menilai, Pemkab memang punya semangat melaksanakan amanat Perda yang sudah dibuat, namun semangatnya belum diimbangi dengan langkah nyata untuk menjalankan Perda tersebut. Jika hal ini tidak dilakukan oleh pemerintah maka Perda yang sudah dibuat akan mandul.</p> <p>Kedua, menyangkut Permendiknas 28 tahun 2010 tentang penugasan guru sebagai kepala sekolah dan amanat Perda penyelenggaraan pendidikan yang sudah ditetapkan beberapa bulan lalu (termasuk tentang periodesasi kepala sekolah), yang hingga kini belum dijalankan secaa maksimal. Padahal periodesasi kepala sekolah sangat penting untuk regenerasi kepemimpinan dan peningkatan kinerja.</p> <p>“Pemerintah daerah harus melakukan penataan dan menyiapkan dengan matang pada para kepala sekolah melalui seleksi kompetitif dan profesional,” kata Mustainul Umam yang membacakan Pandangan Umum Fraksi PDIP.</p> <p>Poin ketiga menyangkut potensi wisata Lumajang yang hingga kini belum dijalankan secara maksimal. Padahal sudah ada UU No. 28 Tahun 2009 Tentang Pajak Daerah dan retribusi daerah dan perda 14 tahun 2011 Tentang Retribusi Tempat Wisata dan Olah Raga. Jika hal ini dilakukan secara maksimal, maka PAD dari sektor ini akan mengalami peningkatan.</p> <p>Pada bagian lain fraksi banteng ini juga mengkritisi pelaksanaan UU No. 06 Tahun 2014 Tentang Desa pasal 57 ayat 2 dan Permendagri No. 112 Tahun 2014 pasal 40 ayat 3 dan 4. Bahwa Pj berasal dari unsur PNS.</p> <p>“Ini juga belum sepenuhnya dilaksanakan oleh pemerintah daerah sehingga mengganggu pelayanan masyarakat”, kata Mustainul Umam kemudian. (Syam)</p>

"> Fraksi PDIP Terus Soroti Kinerja Aparatur Pe...
  • "> Empat Kandidat Sekda Ikuti Assesment Di Badi...
  • "> Kunjungan Wisata Lebaran Menurun, Disbudpar ...
  • "> Bupati Lumajang Lamban Isi “Kekosongan” ...
  • Hukum

    Solikin : Satpol PP Jangan Diamkan Pencurian Pasir

    Kamis, 30 Juli 2015
    Solikin : Satpol PP Jangan Diamkan Pencurian Pasir <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:336px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Ketua DPRD Lumajang H. Agus Wicaksono S.Sos</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Ketua DPRD Lumajang H. Agus Wicaksono S.Sos lagi-lagi meminta Pemerintah Kabupaten Lumajang bertindak tegas terhadap penambangan pasir yang berlangsung tanpa ijin atau illegal. Penambangan pasir dibibir pantai yang berlangsung hingga sekarang harus mendapatkan perhatian dari pemerintah. Bahkan Agus menyebut pencurian terbesar di Lumajang adalah pencurian pasir.</p> <p>“Kalau mau jujur sebenarnya pencurian terbesar di Kabupaten Lumajang adalah pencurian pasir. Kita lihat saja penambangan pasir sampai kebibir pantai dengan kerusakan lingkungan yang makin parah seperti itu. Mana ada ijin penambangan sampai ke pantai seperti itu,” kata Agus Wicaksono.</p> <p>Namun sayangnya sampai sekarang Pemkab bahkan kepolisian sepertinya belum mengambil tindakan tegas terhadap masalah ini. Agus berharap, saatnya Pemkab dan kepolisian segera melakukan penertiban dan sangsi yang tegas. “Kalau penambangan yang berlangsung dibibir pantai itu kan sampai sekarang masih ada. Belum lagi ditempat lainnya yang asal tambang saja, itu harusnya segera ditindak,” jelas Agus kemudian.</p> <p>Agus kemudian mencontohkan bukti penambangan yang ada adalah besarnya pasir yang keluar dari Lumajang setiap hari. Ini sebenarnya merupakan bukti yang adanya penambangan yang masih berlangsung secara luar biasa di Lumajang. Pertanyaannya, apakah mereka mengangkut dari lokasi penambangan yang legal.</p> <p>“Pasir kita setiap hari diangkut keluar kota dalam jumlah sangat besar dan terus bertambah. Tapi PAD kita terus turun, masak yang begini akan kita biarkan. Sudah seharusnya penertiban itu segera dilakukan agar tidak semakin banyak pasir yang keluar dari Lumajang namun tidak memberikan PAD bagi Kabupaten Lumajang,” jelas Agus kemudian.</p> <p>Bahkan sebelumnya Agus menyebut ada pihak-pihak yang bermain dalam masalah ini, sehingga terjadi pembiaran terhadap maraknya penambangan pasir di Lumajang walau tanpa adanya ijin dari pemerintah. “Sulit dibuktikan, tapi pasti ada yang bermain dalam masalah ini,” demikian kata Agus Wicaksono sebelumnya kepada sejumlah awak media di Lumajang. (fat)</p>

    "> Pencurian Terbesar Di Lumajang Adalah Pencur...
  • "> Beredar Kabar Pemkab Sudah Bayar Ganti Rugi ...
  • "> LBH Arya Wiraraja Dan FH Unilu Gelar Penyulu...
  • "> Jelang Puasa, Polres Akan Gelar Operasi Peta...
  • Politik

    PAN Melawan : Pemilihan Wabup Adalah Ranahnya Partai Pengusung, Bukan Bupati

    Rabu, 29 Juli 2015
    PAN Melawan : Pemilihan Wabup Adalah Ranahnya Partai Pengusung, Bukan Bupati <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:221px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Ketua DPRD Lumajang H. Agus Wicaksono</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Bupati Lumajang As’at Malik berjanji tidak akan menunggu lebih lama lagi untuk segera mengirimkan nama calon Wakil Bupati Lumajang kepada DPRD. Diharapkan dalam minggu ini pengiriman dua nama calon Wakil Bupati Lumajang itu sudah terkirim ke DPRD Lumajang. Jika sampai akhir minggu ini PAN tidak segera memutuskan satu nama, maka satu nama sekalipun akan dikirimkan ke DPRD Lumajang guna proses pemilihan wakil Bupati Lumajang.</p> <p>Hal ini disampaikan Bupati Lumajang As’at Malik usai mengikuti sidang paripurna DPRD Lumajang hari ini, Selasa (29/7) ketika ditemui sejumlah wartawan di Lumajang. Bupati juga mengatakan, Partai Demokrat dan Partai Golkar sudah sepakat untuk satu nama calon yakni Dr. Buntaran yang sebelumnya menjabat sebagai Sekda Lumajang.</p> <p>Sedangkan PAN sampai saat ini masih menawarkan dua nama, yakni Usman Efendi dan Lutfi Irbawanto. Dengan dua nama dari PAN ini maka calon wakil Bupati Lumajang menjadi tiga orang, sedangkan sesuai Undang-Undang hanya boleh ada dua calon wakil Bupati Lumajang untuk kemudian dipilih oleh DPRD Lumajang.</p> <p>“Seperti saya katakan Demokrat dan Golkar sudah menunjuk satu nama yakni Dr. Buntaran. Sedangkan dari PAN menunjuk dua yakni Pak Lutfi dan Pak Usman Efendi. Saya bilang ini nggak mungkin kan kalau dua calon dari PAN. Saya bilang, ini saya yang nentukan untuk menjadi satu calon atau saya tinggal semuanya,” kata Bupati Lumajang.</p> <p>Jika dalam beberapa hari ini belum ada keputusan dari PAN, maka pihaknya tidak akan menunggu lagi. “Masak kita akan terus menerus begini. Kita sudah lama menunggu. Kalau memang lama, saya akan ajukan yang dari Partai Demokrat dan Golkar walaupun satu orang. Boleh apa tidak akan saya ajukan satu orang itu. Kalau yang lain (PAN) nggak gimana,” kata Bupati kemudian.</p> <p>Sementara itu Ketua DPRD Lumajang H. Agus Wicaksono pada kesempatan yang sama mengatakan, pihaknya menunggu bupati mengirimkan dua nama calon sesuai dengan amanat PP No. 49 Tahun 2008. “Sesuai dengan kewenangan saya, saya hanya mengingatkan kepada Bapak Bupati agar segera mengirim dua nama calon,” kata Agus Wicaksono.</p> <p>Ketika menyinggung pernyataan bupati yang hanya akan mengirim satu nama calon jika PAN lambat mengirikan nama calonya, Agus Wicaksono menegaskan bahwa sesuai amanat PP. No. 49 tahun 2008 harus tetap ada dua calon. “Amanat PP No. 49 tahun 2008 harus dua calon. Jadi pak Bupati harus mengirim dua nama calon,” kata Agus Wicaksono kemudian. (fat)</p>

    "> Bupati Ancam Tinggalkan PAN, Ketua DPRD Teta...
  • "> Soal Proses Pemilihan Wabup, Dewan Minta Bup...
  • "> Tak Ajukan Calon Wabup, Partai Golkar Tunggu...
  • "> DPRD Lumajang Gelar Rapat Paripurna Untuk Pe...
  • Aneka Rupa

    Dinkes Dan Pihak BPJS Masih Bingung Soal Fatwa Haram BPJS Kesehatan

    Jumat, 31 Juli 2015
    Dinkes Dan Pihak BPJS Masih Bingung Soal Fatwa Haram BPJS Kesehatan <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:620px;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Foto Ilustrasi</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Fatwa diharamkannya BPJS Kesehatan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat menjadi halaman menarik berbagai media di tanah air bahkan menjadi obrolan masyarakat luas di tingkat bawah. Di saat semua memperbincangkan soal fatwa haram tersebut, MUI Kabupaten Lumajang mengaku belum menerima tembusan dan tindak lanjut dari fatwa itu.</p> <p>Ketika dikonfirmasi media ini pihak MUI Lumajang menyatakan belum menerima salinan dan perintah apapun dari MUI Pusat. “Belum ada petunjuk apapun,” ujar KH. Muflih Farid, Ketua MUI Lumajang dikonfirmasi wartawan.</p> <p>Muflich Faried juga mengaku terkejut setelah mendapat infmasi dari media atas fatwa haram BPJS Kesehatan itu. ”Jangankan orang lain saya sendiri juga terkejut,” kata Muflich Faried kemudian.</p> <p>Faried juga mengaku belum mengetahui detail mengapa BPJS diharamkan oleh MUI. Perlu diketahui, sebagaimana mana dilansir berbagai media, ada beberapa alasan mengapa MUI mengeluarkan fatwa haram BPJS Kesehatan. Beberapa di antaranya adalah, tidak mencerminkan konsep ideal jaminan sosial dalam ajaran Islam, adanya riba/bunga, karyawan perusahaan yang menjadi peserta BPJS yang terlambat membayar iuran lebih dari 3 bulan akan diputus, nonkaryawan (bukan karyawan BPJS) yang menjadi peserta BPJS terlambat membayar iuran lebih dari 6 bulan akan diputus, BPJS diduga mengandung unsur gharar serta maisir.</p> <p>Gharar adalah ketidak jelasan kualitas dan kwantitas suatu produk sehingga mengandung unsur penipuan. Maisir adalah menguntungkan pihak tertentu tanpa harus kerja keras. (SYAM)</p>

    "> MUI Lumajang Belum Dapat Instruksi Fatwa Har...
  • "> Pakir Penuh, Sisi Timur Jalan PB. Sudirman D...
  • "> Jelang Idul Fitri, BAZ Lumajang Bantu 9.200 ...
  • "> Relokasi PKL Pujasera Ke Embong Kembar Masih...
  • Peristiwa

    Ribuan Anggota FKPPI 1321 Lumajang Gelar Apel Akbar

    Jumat, 31 Juli 2015
    Ribuan Anggota FKPPI 1321 Lumajang Gelar Apel Akbar <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:240px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Ranu Klakah</span></span>Wartalumajang.com</strong> - Musim kemarau yang terjadi nampaknya telah menimbulkan bencana kekeringan disejumlah wilayah Lumajang, tercatat ada 6 kecamatan yang saat ini dilanda kekeringan, antara lain Kecamatan Ranuyoso, Klakah, Randuagung, Kedungjajang, Padang dan Gucialit. Bahkan, kekeringan yang dipicu musim kemarau ini membawa dampak menyusutnya air permukaan danau dilereng Gunung Lemongan.</p> <p>Purwanto SH, Sekretaris BPBD Kabupaten Lumajang ketika ditemui dikantornya, Rabu (29/7), mengatakan bahwa penyusutan itu terjadi di Ranu Klakah yang berada di wilayah Kecamatan Klakah dan Ranu Bedali yang terletak di wilayah Kecamatan Ranuyoso.</p> <p>“Kedua ranu (danau, red) di lereng Gunung Lemongan ini, sejak terjadi kekeringan selama sebulan lebih, mengalami penyusutan permukaan airnya. Dari laporan yang kami terima, penyusutannya sampai 3 centimeter,” Katanya.</p> <p>Penyusutan permukaan air ranu di lereng gunung berketinggian 1.331 meter diatas permukaan laut (mdpl) ini terjadi karena sumber mata air sebagai penyuplai air ranu juga menyusut terdampak kekeringan.</p> <p>Termasuk juga, permukaan air ranu juga terdampak dari fenomena koyo yang terjadi beberapa pekan lalu, akibat naiknya kadar belerang di dasar ranu. Kegiatan ini merupakan aktivitas vulkanik rutin, karena Ranu Klakah maupun Ranu Bedali merupakan kawah aktif Gunung Lemongan. “Dan fenomena koyo ini juga membawa dampak terhadap penyusutan permukaan air ranu,” paparnya.</p> <p>Purwanto menjelaskan, ada satu Kecamatan yang masuk kategori krisis air parah, yakni Ranuyoso. Sedangkan, untuk kategori sedang diantaranya meliputi wilayah Kecamatan Klakah, Randuagung, Kedungjajang, Padang dan Gucialit.</p> <p>“Meski untuk wilayah Kecamatan Padang dan Gucialit intensitasnya masih rendah dan cukup terjangkau air bersih. Hal ini dipetakan sesuai kondisi geografis di wilayah-wilayah itu, dengan mempertimbangkan jarak angkut air dari sumber ke rumah-rumah warga dan keberadaan sumber mata air yang dibutuhkan,” urainya.</p> <p>BPBD Lumajang tidak hanya melakukan distribusi air bersih ke wilayah krisis saja untuk mengantisipasi kekeringan ini. Pasalnya, tahun ini juga telah dijadwalkan pembangunan sarana pengadaan air bersih dengan system dongki.</p> <p>“Kami akan membangun dongki di Desa Buwek, Kecamatan Randuagung dengan biaya lebih dari Rp. 150 juta. Targetnya, sarana ini bisa menjamin ketersediaanair bersih bagi warga di 4 Dusun. Dengan cara ini, sedikit demi sedikit wilayah krisis air bersih yang rutin melanda di setiap musim kemarau bisa dikurangi,” pungkas Purwanto. (ww)</p>

    "> Akibat Kemarau, Danau di Lereng Lemongan Men...
  • "> Kasat Reskrim Gerah, Banyak Telpon Gelap Men...
  • "> Gara-gara Klakson, Sopir Truk Dikeroyok Seju...
  • "> Pusat Gempa Di Malang, Retakkan Rumah Di Ran...
  • Wisata Budaya

    Meriah…! Konser Amal Untuk Situs Biting

    Senin, 18 Mei 2015
    Meriah…! Konser Amal Untuk Situs Biting <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:526px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Inilah Kawasan Air Terjun Tumpak Sewu Lumajang</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Pemkab Lumajang sudah berkali-kali menyatakan bahwa kawasan wisata air terjun Tumpak Sewu merupakan kawasan wisata yang masih berbahaya untuk dikunjungi. Bukan karena medannya yang cukup berat untuk dilalui, namun berbagai sarana pendukung sampai sekarang masih belum ada. Bahkan Pemkab menyebut air terjun Tumpak Sewu ini nantinya akan dijadikan wisata minat khusus.</p> <p>Jumat (1/5) kemarin seorang mahasiswa meninggal dunia setelah terjatuh dari tebing yang cukup curam dan dalam ini. Mahasiswa yang diketahui berasal dari Pasuruan ini harus kehilangan nyawa saat hendak mengabadikan foto dirinya melalui foro Selfi yang berakibat yang bersangkutan terpeleset dan jatuh masuk kejurang.</p> <p>Ketua Bappekab Lumajang Ir. Indah Amperawati sebelumnya sudah mengingatkan masyarakat untuk untuk tidak datang ketempat ini karena cukup berbahaya. Rombongan wartawan yang pernah datang ketempat ini juga menyebut kawasan ini sebagai kawasan wisata yang cukup berbahaya dan menegangkan.</p> <p>“Kita bisa saja mengembangkan kawasan ini, namun tentunya akan menjadi wisata minat khusus. Jadi tidak semua orang bisa datang ketempat ini,” kata Indah Amperawati.</p> <p>Sayangnya himbauan ini nyaris tak digubris dan sejumlah orang terus berduyun-duyun mendatangi tempat ini, setelah keindahan tempat ini banyak di Upload kemedia social Facebook dan Twiter. Bahkan ketika rombongan wartawan datang ketempat ini juga mendapati rombongan wisatatawan yang berasal dari Jakarta. “Memang tempat ini sangat dikenal luas belakangan ini setelah kawasan lain, yakni Puncak B29 lebih dulu popular,” kata salah seorang wisatawan yang pernah datang ketempat ini.</p> <p>Kini satu orang meninggal dunia sebagai akibat dari keingintahuan mereka untuk menjelajah tempat berbahaya ini. “Tempat ini baru akan kita kembangkan mungkin pada tahun 2016 mendatang setelah melalui kajian yang mendalam,” kata Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Kabupaten Lumajang, Drs. Gawat Sudarmanto beberapa waktu lalu.</p>

    "> Kekhawatiran Bahaya Air Terjun Tumpak Sewu A...
  • "> Wisata Alam Cuban Sewu Baru Bisa Dikembangka...
  • "> Ditengah Hujan Deras, Festival Tari Jaran Sl...
  • "> Tim Balai Arkeologi Yogyakarta Teliti Situs ...
  • Para aktifis LSM MPPMT ketika menggelar orasiPara aktifis LSM MPPMT ketika menggelar orasiWartalumajang.com - Dalam rangka memperingati hari Purbakala yang jatuh tepat pada 14 Juni, sekaligus sebagai bentuk keprihatinan para pencinta benda purbakala terhadap ketidakpedulian pemerintah pada benda-benda peninggalan jaman kerajaan Majapahit yang ada di Lumajang hari ini, Jumat (14/6), LSM Masyarakat Peduli Peninggalan Majapahit Timur (MPPMT) menggelar orasi di Tugu Adipura.

    Pantauan media ini nampak puluhan aktifias LSM MPPMT datang sekitar pukul 08.00 Wib menggelar orasi di perempatan Adipura. Setelah berorasi, aksi tersebut dilanjutkan dengan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP).

    Didepan tugu Adipura, puluhan aktifis MPPMT membentangkan spanduk seruan penyelamatan situs biting. Situs yang konon adalah peninggalan Majapahit pada era kepemimpinan Arya Wiraraja.

    Kepada pengguna jalan, para aktifis membagi-bagikan pampfet dan bunga. Tak pelak aksi tersebut mengundang perhatian dari para pengguna jalan pagi itu. “Kita ingin selamatkan situs biting dari kehancuran,” kata salah satu aktifis dalam orasinya.

    Isi pamflet yang disebar kepada para pengguna jalan tertulis, jika aksi tersebut adalah aksi solidaritas Indonesia untuk situs biting. Yang menyatakan jika peninggalan maha dasyat telah dihancurkan.

    Tiga peninggalan itu antara ;ain, Kraton Lamajang dan benteng terbesar di Indonesia, Peninggalan Arya Wiraraja (Putra asli Lumajang) dan peninggalan Sayyid Abdurahman penyebar agama Islam pertama di Lumajang.

    Usai menggelar orasi, para aktifis peduli sejarah ini melanjutkan aksinya dengan acara tabur bungan di TMP. Aksi ini dilakukan untuk mengenang perjuangan para pejuang yang ada di Lumajang. “Ini juga bagian dari aksi kita,” kata Istiana, salah satu aktifis.

    Sebelum melakukan aksi tabur bunga, para aktifis ini sebelumnya menyanyikan lagu Indonesia Raya dan do’a bersama. Bahkan baliho kembali dibentangkan oleh mereka tepat di depan pintu masuk TMP.

    Mansur Hidayat, Ketua MPPMT kepada wartawan mengatakan hari ini pihaknya menyebar 1000 pamflet yang telah dipersipkan untuk dibagikan ke masyarakat. Langkah yang lain nantinya ia akan beraudensi dengan pemerintah dan DPRD. Juga akan disertai dengan seruan moral, solidaritas Indonesia untuk situs Biting.

    MPPMT juga akan menggalang aksi tanda tangan. Targetnya ialah menggalang 100.000 tanda tangan untuk situs Biting. “Tidak hanya orang Lumajang, juga orang-orang dari luar Lumajang seperti Jakarta, Jember, Surabaya, Malang, dan sebagainya,” kata Mansur Hidayat.

    Web Designer