Halaman Facebook Twitter Warta Lumajang Langganan Berita
Maling Motor di PB Sudirman Dihakimi Warga
Rabu, 17 September 2014 16:40 WIB
Wartalumajang.com - Aksi pencurian sepeda motor yang terjadi diwilayah hukum Polres Lumajang makin marak, dalam melakukan aksinya pelaku makin nekat, mereka tidak hanya beraksi dilokasi-lokasi yang sepi, sejumlah lokasi ramai dan padat kini juga tidak luput dari incaran para pelaku kejahatan spesial...
Besok, Parkir Sepanjang PB Sudirman Akan Ditertibkan
Rabu, 17 September 2014, 16:24 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com - Sesuai hasil hearing dengan DPRD Lumajang beberapa waktu lalu dan juga menindaklanjuti arahan Bupati [ ... ]

Karena Sabu, 4 Warga Klakah Ditangkap Polisi
Selasa, 16 September 2014, 16:49 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com - Berdasarkan informasi yang diberikan masyarakat jika telah terjadi aksi pesta sabu-sabu yang dilakuk [ ... ]

Mantan Anggota DPRD Jatim Dilaporkan ke Polisi
Senin, 15 September 2014, 17:20 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com - Jamal Alkatiri (50), mantan anggota DPRD Jatim asal Lumajang diduga telah melakukan penipuan terhada [ ... ]

H. Bukasan Terpilih Secara Aklamasi Sebagai Ketua PBSI Lumajang
Minggu, 14 September 2014, 09:09 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com – Politisi PDI Perjuangan H. Bukasan, SP.d, MM terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Pengkab Persat [ ... ]

Kamis, 28 Agustus 2014 14:49
Saling Klaim B29, Lumajang-Probolinggo Sepakat Putuskan Batas Wilayah Melalui GPS
Wartalumajang.com – Saling Klaim antara Probolinggo dan Lumajang atas destinaty wisata Puncak B29, yang sering pula disebut sebagai negeri diatas awan, akhirnya ditengahi oleh Pemerintah Propinsi Jawa Timur. Sejumlah pejabat pe...

Aspirasi

Selasa, 02 September 2014 12:25
Ambisi Kelola B29, Jangan-Jangan Nafsu Kuat Tapi Stamina Kendor
Wartalumajang.com – Perebutan B29 untuk dijadikan aset wisata bagi Lumajang terus makin kuat. Pemkab Lumajang dan Pemkab Probolinggo sampai mendatan...

Birokrasi

Besok, Parkir Sepanjang PB Sudirman Akan Ditertibkan

Rabu, 17 September 2014
Besok, Parkir Sepanjang PB Sudirman Akan Ditertibkan <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:448px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Salah satu jalan hotmix di Gucialit</span></span>Wartalumajang.com</strong> - Dalam tahun 2014 ini Pemkab Lumajang mentargetkan bisa menyelesaikan 100 km jalan Kabupaten. Ini dilakukan agar beberapa tahun kedepan seluruh ruas jalan Kabupaten di Lumajang bisa terselesaikan dengan.</p> <p>Dari Dinas PU Lumajang diperoleh informasi bahwa sampai akhir tahun ini bisa terselesaikan sepanjang 437 KMm "Yang sudah selesai selama tiga tahun terakhir ini sudah mencapai 337 KM, untuk tahun ini diharapkan 100 KM lagi bisa diselesaikan," kata Subowo dari Dinas PU Lumajang.</p> <p>Dijelaskan untuk jalan Kabupaten di Kabupaten Lumajang sepanjang 1.051 KM. Pada tahun 2018 mendatang diharapkan semuanya tuntas dalam bentuk jalan Hotmix sehingga secara kualitas bisa lebih baik dibandingkan dengan jalan lapen.</p> <p>"Memang biayanya lebih mahal dibandingkan dengan Lapen, tetapi ketahanan jalan dan kualitasnya memang lebih baik Hotmix. Karenanya Kabupaten Lumajang memilih Hotmix dengan pertimbangan jalan memiliki ketahanan dan kenyamanan bagi penggunanya," kata Subowo kemudian.</p> <p>Disinggung tentang pelaksana proyek jalan Hotmix ini, Subowo mengatakan untuk tahun lalu ada kontraktor yang terpaksa dilakukan putus kontrak karena pekerjaan tidak sesuai dengan ketentuan. Karenanya kedepan harus lebih selektiv dalam menentukan kontraktor pemenengan tender untuk proyek jalan di Lumajang.</p> "> Tahun Ini Lumajang Targetkan Jalan Hotmix Se...
  • "> Ir. Anung Widiarto MM : Kalau Memang B29 Mil...
  • "> Nasib Rusunawa Masih Menunggu Penyerahan Dar...
  • "> 4 Mobdin Dewan Belum Dikembalikan...

    Hukum

    Mantan Anggota DPRD Jatim Dilaporkan ke Polisi

    Senin, 15 September 2014
    Mantan Anggota DPRD Jatim Dilaporkan ke Polisi <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:619px;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Inilah keempat tersangka yang salah satu diantaranya masih duduk dibangku SMP</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Aksi yang dilakukan Ald bersama keempat rekannya tergolong berani. Dalam usia yang masih sangat muda dan masih duduk dibangku SMP, Ald diketahui telah beberapa kali terlibat dalam aksi pencurian motor dibeberapa tempat di Lumajang. Sementara selain Ald, Stw juga diketahui masih pelajar sebuah Madarasah Aliyah di Yosowilangun, yang juga menjadi komplotan Ald dalam melakukan aksinya mencuri motor.</p> <p>Aksi Ald dan kawan-kawan akhirnya terungkap, setelah rabu (10/9) kemarin aksinya keperook pemilik motor yang ditinggal disawah oleh pemiliknya. Teriakan pemilik motor yang diketahui bernama Slamet Riyadi, warga desa Krai Kecamatan Yosowilangun, mendapatkan sambutan dari warga setempat dan berhasil menangkap komplotan ini berikut sepeda motor curiannya Honda Astrea supra dengan Nopol DK-5364-QY.</p> <p>Aksi ini berhasil digagalkan warga dan polisi dan menangkap keempat pelaku masing-masing Ald, Stw, Hk dan Dn. Beruntung polisi sigap dalam mengamankan keempat pelaku, karena massa yang ikut dalam pengejaran ini sangat beringas dan nyaris menghakimi pelaku pencurian motor ini.</p> <p>Dari hasil penyidikan Polsek Yosowilangun diketahui, komplotan pencuri motor ini telah melakukan aksinya di 18 tempat, yakni diwilayah Kecanmatan Yosowilangun, Tekung, Kunir dan Rowokangkung.  Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, keempat pelaku pencurian motor ini sekarang ditahan di Mapolsek Yosowilangun guna penyidikan lebih lanjut.</p> <p>Kapolsek Yosowilangun AKP Budi Setiyono kepada wartawan mengatakan, hasil curian mereka selama ini dijual ke wilayah Klakah dan sebagian dari hasil penjualan motor tersebut digunakan untuk membeli Handphone. Polisi kabarnya juga sudah mengantongi nama yang diduga sebagai penadah dari motor curian keempat orang ini.</p> "> Bugh, Masih Kelas 2 SMP Nekat Curi Motor...
  • "> 3 Kali Mangkir Dari Panggilan Polisi, Bos PT...
  • "> Pasca Lebaran Sejumlah Kasus Korupsi Akan ...
  • "> Kajari Minta Pemkab Tidak Intervensi Dalam K...

    Politik

    Agus Wicaksono : “Manfaatkan Setiap Tugas Keluar Kota Untuk Membeli Buku”

    Selasa, 02 September 2014
    Agus Wicaksono : “Manfaatkan Setiap Tugas Keluar Kota Untuk Membeli Buku” <p><strong> </strong></p> <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:345px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Sjahrazad Masdar, Ketua DPC Partai Demokrat Lumajang</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Absennya Bupati Lumajang Sjahrazad Masdar Dalam aktivitas pemerintahan dan politik karena masih sakit ternyata berimbas juga Partai Demokrat. Bupati yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Lumajang telah menugaskan salah satu wakil ketua DPC, dalam hal ini Drs. Samsul Huda untuk menjalankan roda partai sampai bupati benar-benar sembuh.</p> <p>Kabar tentang penugasan untuk mengendalikan organisasi ini juga dibenarkan oleh Samsul Huda selaku penerima tugas tersebut. Ketika ditemui media ini sehari sebelum pelantikan DPRD, Samsul mengaku jika dirinya memang diminta untuk mengendalikan organisasi Partai Demokrat. “Sifatnya hanya tugas untuk mengendalikan organisasi, karena memang ada beberapa moment dimana Partai Demokrat harus hadir. Jadi tugas untuk mengendalikan organisasi saja,” kata Samsul Huda.</p> <p>Samsul menyangkal kalau dirinya ditunjuk sebegai pelaksana tugas (Plt). Namun demikian, Samsul mengaku bahwa dirinya mendapat mandat untuk mengendalikan organisasi tersebut dalam bentuk surat tugas dari Ketua DPC Partai Demokrat Lumajang, Sjahrazad Masdar kepada dirinya selaku Wakil Ketua II. “Hanya surat tugas saja dari ketua kepada wakil ketua II untuk mengendalikan organsisasi,” kata Samsul.</p> <p>Sementara disisi lain berhembus kabar bahwa pemberian surat tugas tidak melalui forum resmi dalam pleno pengurus DPC Demokrat Lumajang. Seharusnya pemberian surat tugas seperti itu harus diputuskan dalam rapat pleno DPC Partai Demokrat Lumajang.</p> <p>Sementara Sekretaris DPC Partai Demokrat Lumajang, Moch. Sofi ketika dikonfirmasi secara terpisah mengaku tidak tahu soal surat tugas tersebut. “Saya ndak tahu mas, malah saya baru dengar dari saudara sekarang ini,” kata Sofi yang kami temui setelah acara pelantikan DPRD Lumajang, Kamis (21/8).</p> "> Sakitnya Bupati Berimbas Pada Partai Demokra...
  • "> KPU Lumajang Kembali Membongkar 1.762 Kotak ...
  • "> Penuhi Ketetapan MK, KPU Lumajang Bongkar Ra...
  • "> Herman Affandi : Kita Minta Relawan Prabowo ...

    Aneka Rupa

    H. Bukasan Terpilih Secara Aklamasi Sebagai Ketua PBSI Lumajang

    Minggu, 14 September 2014
    H. Bukasan Terpilih Secara Aklamasi Sebagai Ketua PBSI Lumajang <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:300px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Foto Ilustrasi</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Walau sudah lama dilarang pemerintah, namun sampai saat ini bunyi petasan tak terhindarkan dari rutinitas Idul Fitri. Sejak selesai Sholat Ied dan selama lebaran, suara petasan bersautan, khususnya dipedesaan. Karena penjual petasan sudah mulai sepi dipasaran, warga menyiasatinya dengan membuat sendiri dengan cara membeli bubuk “mercon” tersebut yang masih dijual dipasaran.</p> <p>Menurut sejumlah warga yang kami temui, bubuk petasan tersebut dibeli ditempat biasanya. Sedangkan bahasan petasan dari kertas disiasati dengan membeli Koran bekas yang banyak dijual dipasaran. Disamping jatuh harganya lebih murah, dengan membuat sendiri bisa membuat sesuai dengan kehendak sendiri.</p> <p>“Kalau membuat sendiri kita bisa membuat sesuai dengan kehendak sendiri pak, disamping itu harganya jadi lebih murah. Apalagi sekarang yang jualan sudah tidak ada pak,” kata salah seorang warga.</p> <p>Warga tidak menyebutkan dari mana mendapatkan bubuk mercon tersebut, namun yang pasti bubuk masih bisa dibeli dengan bebas sampai sekarang. Menyinggung tentang kebiasaan membunyikan petasan saat lebaran, warga menyebutnya sebagai tradisi yang sulit untuk dihindari.</p> <p>“Setahun sekali pak, memang sudah bisa seperti itu. Jadi rasanya nggak enak kalau nggak ada petasan,” katanya kemudian.</p> <p>Kendati demikian secara umum kepemilikan petasan sudah jauh menurun dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Warga, termasuk dipedesaan sudah lebih banyak yang memilih membeli kembang api untuk merayakan idul fitri.</p> "> Petasan Belum Bisa Dipisahkan Dari Tradisi I...
  • "> Jelang Lebaran, Tiket Pendakian Semeru Laris...
  • "> MPPM Timur Peringati Pekan Bung Karno Dengan...
  • "> Atlit Catur Junior Lumajang Raih Peringkat D...

    Peristiwa

    Maling Motor di PB Sudirman Dihakimi Warga

    Rabu, 17 September 2014
    Maling Motor di PB Sudirman Dihakimi Warga <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:354px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">4 warga Klakah, tersangka pengguna dan pengedar sabu</span></span>Wartalumajang.com</strong> - Berdasarkan informasi yang diberikan masyarakat jika telah terjadi aksi pesta sabu-sabu yang dilakukan oleh sejumlah pemuda di Desa Mlawang Kecamatan Klakah, petugas Polres Lumajang khususnya tim dari Satreskoba segera meluncur ke lokasi dan setelah ditemukan sejumlah bukti maka keempat pemuda warga desa tersebut langsung digelandang ke Mapolres Lumajang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.</p> <p>Kasat Reskoba Polres Lumajang, AKP Amin Sujandono ketika dikonfirmasi sejumlah wartawan diruang kerjanya hari ini, Selasa (16/9), mengatakan penangkapan 4 tersangka tersebut berkat informasi dari masyarakat. “Setelah mendapat informasi tersebut, Senin (15/9) kemarin sekitar pukul 15.00 Wib kami segera mengirimkan 2 anggota tim Satreskoba untuk melakukan pengecekan,” katanya.</p> <p>Setelah dilakukan pengecekan ternyata benar, didalam sebuah rumah kosong yang ada di Dusun Krajan Desa Mlawang Kecamatan Klakah terdapat sebuah kegiatan yang mencurigakan karena saat itu pintu depan tertutup rapat, setelah mendapat bantuan sejumlah personil maka tim segera melakukan penggrebekan.</p> <p>Diruang depan petugas berhasil menangkap seorang tersangka bernama Rendi Pratama (24) warga sekitar, dari tangannya petugas mengamankan barang bukti berupa 1 buah bekas bungkus rokok Sampoerna mild warna putih yang berisi 1 pocket serbuk Kristal warna putih yang di duga shabu-shabu.</p> <p>Setelah mengamankan satu tersangka tersebut, tim langsung melakukan penggeledahan kedalam rumah tersebut, didalam sebuah ruangan tim menangkap dua tersangka lain yang juga tengah menikmati sabu-sabu. ”Dua tersangka tersebut berinisial D dan A,” ujar Amin.</p> <p>Dari tangan Angga Septianto (29) dan Doni Eko Setiawan (30) ini, petugas mengamankan barang bukti berupa seperangkat alat hisap sabu-sabu (terdiri dari 1 buah pipet kaca,1 buah sedotan warna putih, 1 buah lorek api jenis gas warna hijau, 1 buah sumbu kompor sabu), 1 buah botol alcohol 95 %, 1 buah plastik klik sisa bungkus serbuk kristal warna putih yg di duga sabu.</p> <p>Setelah menangkap tiga orang tersangka pengguna sabu-sabu, petugas tidak lantas menghentikan penggeledahan, tim dari Satreskoba Polres Lumajang ini masih terus melakukan pemeriksaan hingga kedalam, dan benar saja didalam sebuah ruangan paling dalam petugas berhasil menangkap lagi satu orang yang diduga berperan sebagai pengedar.</p> <p>Dari tangan Agustinus (32) warga sekitar, petugas berhasil mengamankan barang bukti yang lebih banyak jumlahnya antara lain 1 buah plastic klip sisa bungkus sabu, 5 paket sabu, 1 buah timbangan elektrik merk camry, 1 buah sendok sabu-sabu terbuat dari sedotan warna putih, dan 1 bendel plastik klip. ”Untuk tersangka yang terakhir ini diduga adalah sebagai pengedarnya, karena di TKP kami menemukan sebuah timbangan yang diduga untuk menimbang sabu-sabu,” ungkap Amin.</p> <p>Pasca penangkapan 4 tersangka yang diduga sebagai pengguna dan pengedar sabu-sabu ini pihak Satreskoba Polres Lumajang masih melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap para tersangka untuk mengetahui darimana asal barang tersebut. ”Menurut informasi mereka, asal barang tersebut dari daerah Klakah, namun kami masih terus melakukan pengembangan,” pungkas Amin.</p> "> Karena Sabu, 4 Warga Klakah Ditangkap Polisi...
  • "> Judi Sabung Ayam Beromzet Besar Digerebek Po...
  • "> 710 Calon Jamaah Haji Lumajang Bersilaturahm...
  • "> Diduga Gara-Gara Boster Antena TV, Tiga Ruma...

    Wisata Budaya

    Sejarawan Asal Belanda Harry Poeze, Kunjungi Situs Biting

    Rabu, 12 Pebruari 2014
    Sejarawan Asal Belanda Harry Poeze, Kunjungi Situs Biting <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:216px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Salah satu temuan di Desa Kedungmoro Kec. Kunir</span></span>Wartalumajang.com</strong> - Aliansi Masyarakat Pelestari Sejarah (AMPAS) Lumajang menilai Lumajang memiliki peninggalan sejarah yang sangat besar dan beragam. Namun sejumlah peninggalan sejarah tersebut hingga saat ini belum dikembangkan secara serius oleh Pemkab Lumajang, bahkan terkesan diabaikan sehingga merugikan kepentingan masyarakat yang wajib tahu tentang sejarah dan masa lalu Lumajang.</p> <p>Hal ini disampaikan Koordinator AMPAS Lumajang Lutfia Amerta, hari ini, kamis (30/1). Dalam kesempatan yang sama Lutfi menyatakan keinginannya agar situs-situs peninggalan sejarah diselamatkan seperti yang sudah dilakukan terhadap situs Biting Kutorenon Lumajang. Beberapa situs lainnya yang diharapkan bisa diselamatkan adalah penemuan Candi Betari Durga didesa Kedungmoro Kecamatan Kunir Lumajang.</p> <p>Terhadap peninggalan ini, AMPAS berharap agar dilakukan ekskavasi sehingga menjadi informasi penting yang bisa diakses oleh masyarakat luas. Dalam kesempatan yang sama Lutfi yang juga Sekretaris MPPM Timur berharap agar Pemkab secara serius melakukan penyelamatan tempat-tempat bersejarah di Lumajang yang diantaranya bisa dilakukan dengan cara mengalihkan pembangunan Perumnas Biting kewilayah diluar kawasan situs.</p> <p>Tuntutan lainnya antara lain, mendorong situs Biting menjadi Kawasan cagar budaya nasional sebagai kebanggaan masyarakat Lumajang dan kebanggaan masyarakat Tapal Kuda (bekas ibukota kerajaan Lumajang Tigang Juru). AMPAS juga berharap agar pemkab Lumajang mememuhi janjinya dan memberi fasilitas untuk melakukan penelitian dan ekskavasi Candi Betari Durga Di Desa Kedungmoro Kecamatan Kunir.</p> <p>Lufti juga menyatakan harapannya agar pemerintah memberikan kompensasi kepada masyarakat pemilik tanah dan penemu situs sehingga ada kejelasan nasib mereka sesuai dengan UU Cagar Budaya.</p> <p>Sebelumnya Ketua Bappekab Lumajang Ir. Indah Amperawati menyatakan bahwa Pemkab sudah merencanakan untuk membangun sebuah museum peninggalan sejarah Lumajang yang akan ditempatkan di kompleks KWT Lumajang.</p> "> AMPAS Tuding Pemkab Abaikan Peninggalan Seja...
  • "> MPPM Timur Gelar Malam Padang Rembulan dan K...
  • "> Rumah Budaya Nusantara Pentaskan Sendra Tari...
  • "> Pemkab Lumajang Lamban, Situs Biting Akhirny...

    Mansur Hidayat, Ketua MPPM TimurMansur Hidayat, Ketua MPPM TimurWartalumajang.com - Situs Biting terletak di Dusun Biting, Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang. Situs ini adalah suatu kawasan bekas ibu kota kerajaan Nusantara yang dikelilingi oleh 3 sungai besar (Bondoyudo di utara, Ploso di barat, Bodang di timur) dan 1 sungai buatan Cangkring di selatan. Di sisi dalam sungai-sungai tersebut dapat diketemukan benteng yang melingkari dengan ketebalan bervariasi antara 3-6 meter, tinggi antara 6-10 meter dan panjang melingkarinya antara 8-10 kilo meter. Dengan ketebalan dan panjangnya dapat dikatakan bahwa situs ini merupakan situs terbesar dan terpanjang di Indonesia. Dari sisi arsitektur, situs ini merupakan contoh benteng lokal Nusantara.

    Situs Biting ini diketemukan pertama kali oleh J Mageman pada tahun 1861 dan kemudian di teliti ulang oleh A. Muhlenfeld pada tahun 1920. Menurut penelitian Balai Arkeologi Yogyakarta yang dimulai tahun 1982-1991, kawasan Situs Biting memiliki luas 135 hektar yang mencakup 6 blok/area yaitu blok keraton seluas 76,5 ha, blok Jeding (Taman Sari) 5 ha, blok Biting 10,5 ha, blok Randu 14,2 ha, blok Salak 16 ha, dan blok Duren 12,8 ha. Di blok-blok tersebut, kita dapat diketemukan kawasan pemukiman, kawasan pemandian atau Taman sari dan kawasan peribadatan. Begitu kayanya akan benda-benda bersejarah, di kawasan ini banyak ditemukan bersebaran artefak-artefak seperti keramik cina dari aabd ke-12 sampai 16, gerabah kuno maupun batu bata kuno.

    Menurut catatan sejarah, Lamajang merupakan suatu wilayah yang cukup penting sejak jaman kerajaan Kediri pada abad ke 12 dan kerajaan Singosari pada abad ke-13. Setelah Singosari runtuh dan awal berdirinya kerajaan Majapahit, dalam beberapa catatan kuno seperti Prasasti Kudadu yang kemudian diperkuat oleh Babad Negara Kertagama, Babad Pararaton, Kidung Harsawijaya, Kidung Ranggalawe, Kidung Panji Wijayakrama dan Kidung Sorandaka, diberitakan bahwa Adipati Sumenep Arya Wiraraja dan Raden Wijaya mengadakan perjanjian kerja sama untuk membagi pulau Jawa menjadi 2 wilayah yang sama besar. Setelah kemenangan besar atas Prabu Jayakatwang di Kediri dan pengusiran tentara Tar Tar pada tahun 1292 Masehi, maka setahun kemudian pada 10 Nopember 1293 Masehi berdirilah 2 kerajaan besar yaitu Majapahit di sebelah barat dengan raja Raden Wijaya atau Kertarajasa Jayawardana dan Lamajang Tigang Juru dengan raja yaitu Arya Wiraraja. Dalam runutan sejarahnya salah satu putra Arya Wiraraja yang bernama Mpu Nambi telah membuat benteng besar di Pajarakan sebagai pertahanan ketika Majapahit hendak menyerang Lamajang Tigang Juru.

    Secara pasti, kita tidak mengetahui siapa pendiri dari benteng tersebut. Namun berdasar runutan sejarah dan bukti-bukti arkeologi yang mengatakan bahwa benteng dan pemukimannya dibangun pada sekitar abad ke-14, maka terdapat kesimpulan awal bahwa benteng ini dibangun pada masa Arya Wiraraja dan kemudian dilanjutkan oleh para penerusnya seperti Mpu Nambi dan seterusnya. Hal ini juga diperkuat oleh survey lapangan MPPM Timur di mana banyak batu bata di kawasan situs ini yang bermotif clurit dan juga terdapat kesamaan istilah ketika menyebut menara pengintai di situs Batu Putih di Sumenep dengan nama “Pengongakan” dan di situ Biting dengan nama “Pengungakan”. Hal ini penting untuk dijelaskan supaya sejarah Indonesia mengetahui bahwasanya kawasan ini bukan merupakan peninggalan kerajaan Majapahit, tetapi menunjuk pada penguasa lokal sebagai pemangku kepentingan yang seungguhnya.

    Dalam kaca mata pelestarian, “Pengupasan” dinding benteng ini sangat penting dilakukan supaya dapat menunjukkan buktinya nyata peninggalan sejarah yang ada di Kabupaten Lumajang kepada masayarakat Lumajang pada khususnya dan Indonesia pada umumnya. Perwujudan bukti terhadap situs ini sangat penting dikarenakan selama ini sejarah Indonesia kurang mengenalkan peninggalan-peninggalan kuno di bekas wilayah kerajaan Lamajang Tigang Juru yang meliputi Kabupaten Lumajang pada khususnya dan Kawasan Tapal Kuda pada umunya.

    Kawasan Situs Biting yang menurut kajian akademis merupakan Kawasan Lindung Budaya sendiri cenederung diterlantarkan dengan dibangunnya Perumahan Nasional yang meliputi 15 Hektar areal situs pada tahun 1996. Pada awal tahun 2011 setelah ada advokasi Lembaga Swadaya Masyarakat bernama Masyarakat Peduli Peninggalan Majapahit Timur (MPPM Timur) pemerintah Kabupaten Lumajang sebenarnya telah membentuk Tim peletarian dan Perlindungan Cagar Budaya Kabupaten Lumajang dengan SK Bupati 188.45/41/427.12/2011 tanggal 23 Februari 2011 yang kemudian menghasilkan rekomendasi untuk melindungi Situs Biting sebagai Kawasan Cagar Budaya. Disamping itu Kementrian Sekretariat Negara juga telah mengirimkan surat kepada Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Direktorat Jendral Sejarah dan Purbakala, Direktorat Peninggalan Purbakala dan Kepala Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Timur dengan surat B-335/Kemsetneg/D-3/Ormas-LSM/SR.02/11/2011 pada tanggal 2 Novemver 2011 yang meminta penanganan masalah Situs Biting sebagaimana laporan dari LSM MPPM Timur. Tindak lanjut daripada hal tersebut, Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Timur melalui surat KS.002/0672/BP3JT/KPK/2012 menurunkan Tim Verivikasi untuk melakukan langkah pendataan Cagar Budaya Kabupaten Lumajang termasuk dengan prioritas Situs Biting.

    Namun dalam perkembangannya, pemerintah Kabupaten Lumajang belum menujukkan langkah-langkah nyata pelestarian kawasan ini. Bahkan yang lebih menyedihkan, pada sekitar 6 bulan lalu, Perumnas Biting indah melakukan pembangunan perumahan kembali dengan merusak benteng barat yang dilindungi berdasarkan surat rekomendasi Tim Pelesatrian dan Pelindungan Cagar Budaya Kabupaten Lumajang. LSM MPPM Timur sebenarnya sudah melayangkan surat protes ini ke Pemerintah Kabupaten Lumajang, namun sampai sekarang belum ada langkah-langkah nyata untuk mencegah perusakan oleh Perumnas Biting tersebut.

    Sebagai kesimpulan, pengupasan dinding benteng ini sangat diperlukan untuk menunjukkan kepada masyarakat Lumajang akan situs bersejarah kebanggaannya dan kepada Pemerintah Kabupaten Lumajang bahwa semua kalangan baik pelajar, mahasiswa, pemuda, akademisi, peneliti maupun berbagai kalangan masyarakat baik di Lumajang maupun di Indonesia menginginkan bahwa Kawasan Situs Biting dalam keadaan darurat untuk dilindungi dan dilestarikan.

    Berdasarkan pertimbangan akademis sesuai dengan penelitian Balai Arkeologi Yogyakarta dan hasil Tim Verivikasi Cagar Budaya BP3 Jawa Timur dimana Situs Biting adalah suatu Situs yang mempunyai ukuran Nasional dan sekarang sedang dalam keadaan darurat karena adanya perusakan massif, maka Masyarakat Peduli Peninggalan Majapahit Timur meminta Pemerintah Pusat dalam hal ini Pemerintah Republik Indonesia untuk menetapkan secara langsung Situs Biting sebagai Kawasan Situs Nasional sebagaimana Kawasan Situs Trowulan, Kawasan Situs Candi Muara jambi dan Kawasan Gunung Padang.

    Sumber : Press Realese MPPM Timur

     

     

     

    Web Designer