Halaman Facebook Twitter Warta Lumajang Langganan Berita
Desersi, 3 Personil Polres Lumajang Terancam Dipecat
Kamis, 27 November 2014 19:30 WIB
Wartalumajang.com – Menindaklanjuti perintah pimpinan yaitu Kapolri tentang tingkat kedisiplinan anggota Polri khususnya anggota-anggota yang sudah tidak layak lagi menjadi anggota Polri, Polres Lumajang segera mengambil sikap tegas terkait status hukumnya. Informasinya ada 3 personil Polres Luma...
Bawa Sajam, 2 Pemuda Bertato Ditangkap Saat Operasi Zebra
Kamis, 27 November 2014, 19:20 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com – Operasi Zebra Semeru 2014 yang digelar sejak tanggal 26 Nopember kemarin bukan hanya untuk meminim [ ... ]

Curi Motor, Pemuda Protolan SD Dihajar Massa
Kamis, 27 November 2014, 19:11 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com – Aksi pencurian sepeda motor kembali terjadi diwilayah hukum Polres Lumajang, kali ini terjadi di D [ ... ]

Langgar Larangan Parkir, 1 Motor Plat Merah dan 1 Ambulance Desa Dikemposi
Rabu, 26 November 2014, 17:49 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com – Sudah berkali-kali diberi peringatan bahkan sosialisasi juga sudah dilakukan dalam waktu lama baik [ ... ]

2 Pelaku Curas Ditangkap Polisi
Rabu, 26 November 2014, 17:42 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com - Petugas gabungan Sat Reskrim dan Sat Intel Polres Lumajang, berhasil meringkus 2 pelaku dari tiga pe [ ... ]

Sabtu, 15 November 2014 06:51
Lumajang Rawan Bondet, Siapa Pembuatnya ?
Wartalumajang.com – Dalam sepekan terakhir tindak kejahatan yang terjadi di Lumajang diketehui menggunakan bondet. Yang pertama di wilayah Kecamatan Klakah, seorang anggota polisi harus kehilangan jarinya ketika berusaha mengama...

Aspirasi

Jumat, 07 November 2014 08:26
Sjahrazad Masdar, Dua Periode, Dua Kali Pula Di PLT
Wartalumajang.com – Dalam dua kali masa jabatan Bupati Lumajang Sjahrazad Masdar, dua kali pula harus di PLT karena berhadapan dengan dua masalah ya...

Birokrasi

Potensi Bencana Di Lumajang Paling Lengkap

Selasa, 25 November 2014
Potensi Bencana Di Lumajang Paling Lengkap <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:448px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Pemeriksaan kelengkapan kendaraan anggota oleh Dandim 0821 Lumajang</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Untuk mendukung Operasi Zebra 2014 yang akan digelar secara nasional oleh Polri mulai 26 Nopember hingga 9 Desember nanti, Kodim 0821 Lumajang melalui petugas provost melakukan pemeriksaan kelengkapan sepeda motor milik seluruh personil TNI baik itu kendaraan dinas dinas maupun pribadi.</p> <p>Pemeriksaan kelengkapan kendaraan yang dilaksanakan di halaman Makodim 0821 Lumajang dipimpin langsung oleh Dandim 0821 Lumajang Letkol Inf Akhyari, pemeriksaan ini berlaku bagi seluruh personil TNI yang berada dibawah kewenangan Kodim 0821.</p> <p>Komandan Kodim 0821 Lumajang Letkol Inf Akhyari saat diwawancarai sejumlah media menjelaskan, sebenarnya giat pemeriksaan sepeda motor dinas maupun pribadi milik personil TNI sudah rutin dilakukan jajarannya minimal satu bulan sekali baik itu di Makodim maupun di masing-masing Koramil.</p> <p>“Kami periksa semua kelengkapan sepeda motor mulai dari fungsi bel, lampu depan, lampu rem, sign, kaca spion serta plat nomor kendaraan. Apabila ditemukan ada yang tidak berfungsi dengan baik atau tidak ada yang terpasang, maka kami akan memberikan teguran keras untuk segera diperbaikinya,” kata Akhyari.</p> <p>Tidak hanya itu, dirinya dibantu sejumlah provost juga melakukan pemeriksaan terhadap KTA, SIM, serta STNK kendaraan anggota. Jika ditemukan SIM milik anggota mati atau pajak kendaraan mati. Pihaknya akan melakukan tindakan dalam bentuk peringatan keras.</p> <p>Masih kata Dandim 0821 Lumajang, pemeriksaan kelengkapan sepeda motor semua personil TNI di wilayah Lumajang sengaja dilakukan menjelang Ops Zebra 2014, dengan tujuan meminimalisir personil TNI yang melakukan pelanggaran lalu lintas.</p> <p>“Pemeriksaan secara serentak ini merupakan salah satu bukti bahwa Kodim 0821 Lumajang mendukung penuh terhadap Operasi Zebra 2014 yang dilaksanakan oleh Mapolres Lumajang yang dijadwalkan mulai tanggal 26 November hingga 9 Desember 2014 mendatang,” pungkas Akhyari.</p>
"> Dukung Ops Zebra, Kodim 0821 Periksa Kelengk...
  • "> Memasuki Musim Hujan, BPBD Lumajang Waspadai...
  • "> Amankan Kenaikan BBM, Polres Adakan PAM Gabu...
  • "> Calon Tunggal Direktur Tak Lolos, Jabatan Di...

    Hukum

    Desersi, 3 Personil Polres Lumajang Terancam Dipecat

    Kamis, 27 November 2014
    Desersi, 3 Personil Polres Lumajang Terancam Dipecat <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:415px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Sulsum Wahyudi dan Hadi khomsari </span></span>Wartalumajang.com</strong> – Atas putusan dua mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Lumajang, Sulsum Wahyudi, M.Kes dan Hadi Chomsari, Kejakasaan Negeri Lumajang menyatakan akan segera melakukan eksekusi terhadap keduanya atas putusan Pengadilan Tipikor Surabaya. Putusan atas kedua mantan pejabat ini masing-masing Sulsum Wahyudi divonis satu tahun penjara sedangkan Ir. Hadi Khomsari diputus 18 bulan. Atas putusan ini, keduanya menyatakan menerima dan tidak menyatakan banding.</p> <p>Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Lumajang Adnan S. ,mengatakan pihaknya sekarang sedang menunggu kutipan putusan hakim dari Pengadilan Tipikor Surabaya. Adnan juga mengakui bahwa sampai hari ini pihaknya belum menerima amar putusan tersebut. “Kita memang belum menerima amar putusannya mas. Tapi jika sampai minggu depan belum kita terima, mungkin kita akan mengambil amar putusan tersebut ke Surabaya sebagai landasan hukum untuk melakukan eksekusi terhadap keduanya,” kata Adnan.</p> <p>Menurut Adnan, karena keduanya tidak melakukan langkah hukum apapun terhadap vonis pengadilan tipikor, maka langkah selanjutnya adalah melakukan eksekusi terhadap keduanya sesuai dengan vonis pengadilan Tipikor. Kasus korupsi di Dinas Lingkungan Hidup Lumajang ini berasal dari pembangunan taman kota di Wonorejo dengan kerugian negara sebesar Rp. 176 juta.</p> <p>Usai melalui proses penidikan di Kejaksaan Negeri Lumajang, kasus ini kemudian dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor di Surabaya dan kasus ini diputus pada tanggal 11 Nopember lalu. Namun sampai hari ini, Jumat (21/11), Kejaksaan Negeri Lumajang belum menerima kutipan putusan tipikor tersebut.</p>
    "> Jaksa Akan Segera Eksekusi Sulsum dan Hadi K...
  • "> Dipicu Soal Perempuan, Rusak Mobil Pakai Air...
  • "> Hilangkan Senpi, Anggota Wajib Ganti 10 Kali...
  • "> Kasus Koperasi Wirabhakti Tinggal Penetapan ...

    Politik

    Agus Wicaksono : “Manfaatkan Setiap Tugas Keluar Kota Untuk Membeli Buku”

    Selasa, 02 September 2014
    Agus Wicaksono : “Manfaatkan Setiap Tugas Keluar Kota Untuk Membeli Buku” <p><strong> </strong></p> <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:345px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Sjahrazad Masdar, Ketua DPC Partai Demokrat Lumajang</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Absennya Bupati Lumajang Sjahrazad Masdar Dalam aktivitas pemerintahan dan politik karena masih sakit ternyata berimbas juga Partai Demokrat. Bupati yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Lumajang telah menugaskan salah satu wakil ketua DPC, dalam hal ini Drs. Samsul Huda untuk menjalankan roda partai sampai bupati benar-benar sembuh.</p> <p>Kabar tentang penugasan untuk mengendalikan organisasi ini juga dibenarkan oleh Samsul Huda selaku penerima tugas tersebut. Ketika ditemui media ini sehari sebelum pelantikan DPRD, Samsul mengaku jika dirinya memang diminta untuk mengendalikan organisasi Partai Demokrat. “Sifatnya hanya tugas untuk mengendalikan organisasi, karena memang ada beberapa moment dimana Partai Demokrat harus hadir. Jadi tugas untuk mengendalikan organisasi saja,” kata Samsul Huda.</p> <p>Samsul menyangkal kalau dirinya ditunjuk sebegai pelaksana tugas (Plt). Namun demikian, Samsul mengaku bahwa dirinya mendapat mandat untuk mengendalikan organisasi tersebut dalam bentuk surat tugas dari Ketua DPC Partai Demokrat Lumajang, Sjahrazad Masdar kepada dirinya selaku Wakil Ketua II. “Hanya surat tugas saja dari ketua kepada wakil ketua II untuk mengendalikan organsisasi,” kata Samsul.</p> <p>Sementara disisi lain berhembus kabar bahwa pemberian surat tugas tidak melalui forum resmi dalam pleno pengurus DPC Demokrat Lumajang. Seharusnya pemberian surat tugas seperti itu harus diputuskan dalam rapat pleno DPC Partai Demokrat Lumajang.</p> <p>Sementara Sekretaris DPC Partai Demokrat Lumajang, Moch. Sofi ketika dikonfirmasi secara terpisah mengaku tidak tahu soal surat tugas tersebut. “Saya ndak tahu mas, malah saya baru dengar dari saudara sekarang ini,” kata Sofi yang kami temui setelah acara pelantikan DPRD Lumajang, Kamis (21/8).</p>
    "> Sakitnya Bupati Berimbas Pada Partai Demokra...
  • "> KPU Lumajang Kembali Membongkar 1.762 Kotak ...
  • "> Penuhi Ketetapan MK, KPU Lumajang Bongkar Ra...
  • "> Herman Affandi : Kita Minta Relawan Prabowo ...

    Aneka Rupa

    Jual Rujak Keliling, Gerobaknya Isuzu Panther

    Selasa, 25 November 2014
    Jual Rujak Keliling, Gerobaknya Isuzu Panther <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:448px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Fariha Mariroh Dengan Piagam Penghargaan dari Kerjunas</span></span>Wartalumajang.com</strong> - Setelah menjadi jauara dalam Kejurda Catur tingkat Jawa Timur beberapa waktu lalu, Fariha Mariroh, pecatur muda asal Lumajang terus menorehkan prestasinya. Kali ini Fariro yang masih tercatat siswa di SMAn 2 Lumajang berhasil meraih medali emas dalam Kejurnas yang digelar PB. Percasi di Makasar. Perjuangan Fariha akhirnya membuahkan hasil setelah berhasil menumbangkan pecatur andalan asal Kalimantan Utara Qolbia Fitri yang merupakan juara tahun lalu pada event Kejurnas.</p> <p>Keberhasilan Fariha Mariro menjadi kebanggaan bagi Lumajang, karena selama ini dalam event Kejurnas Lumajang selalu gagal meraih juara. Dalam event Kejurnas ini Fariha mewakili Propinsi Jawa Timur bersama sejumlah pecatur lainnya yang juga mewakili Jawa Timur. Perwakilan Jawa Timur ini diambil dari Kejurda Catur yang diselenggarakan beberapa waktu lalu.</p> <p>Dengan keberhasilan Fariha ini maka tinggal selangkah lagi Fariha akan segera menjadi wakil Indonesia diperhelatan internasional untuk kelas Junir Putri. Rencananya dalam waktu dekat ini Fariha akan diberangkan ke Vietnam untuk sebuah kejuaraan catur tingkat Negara-negara anggota ASEAN.</p> <p>“Saya belum tahu kapan pak, tapi katanya dalam waktu dekat ini aka nada event catur tingkat ASEAN yang akan diselenggarakan di Vietnam. Selama ini saya memang ingin bertanding keluar negeri pak,” kata Fariha ketika ditemui media ini dikediamnnya di jalan MT. Haryono Lumajang.</p> <p>Menandai keberhasilan ini, senin sore (24/11) sejumlah pengurus PERCASI Lumajang berkumpul dirumah Fariha untuk sebuah acara syukuran kecil atas keberhasilan ini. “Kami sangat bangga dengan prerstasi ini karena ini untuk pertama kalinya atlit catur Lumajang berhasil menjadi juara dalam Kejurnas. Karenanya kami sangat ingin prestasi Fariha ini menjadi motivasi bagi pecatur lainnya di Lumajang,” kata H. Herman Affandi, Ketua Percasi Lumajang.</p> <p>Dalam event Kejurnas yang berlangsung di Makasar ini Jawa Timur juga mengirim beberapa atlir catur lainnya yang berasal dari Lumajang. Namun kedua atlit lainnya gagal meraih prestasi pucak. M. Agus Kurniawan dan Ega dwi Jayanti berhasil masuk dalam peringkat 4 nasional dikelasnya masing-masing.</p> <p> </p>
    "> Fariha Mariro, Pecatur Junior Lumajang, Raih...
  • "> Pedagang JLT Tetap Bertahan Berjualan, Walau...
  • "> H. Bukasan Terpilih Secara Aklamasi Sebagai ...
  • "> Petasan Belum Bisa Dipisahkan Dari Tradisi I...

    Peristiwa

    Bawa Sajam, 2 Pemuda Bertato Ditangkap Saat Operasi Zebra

    Kamis, 27 November 2014
    Bawa Sajam, 2 Pemuda Bertato Ditangkap Saat Operasi Zebra <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:336px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">tersangka pencuri motor yang dihajar massa </span></span>Wartalumajang.com </strong>– Aksi pencurian sepeda motor kembali terjadi diwilayah hukum Polres Lumajang, kali ini terjadi di Desa Selok Besuki Kecamatan Sukodono. Salah seorang warganya terpaksa gigit jari karena sepeda motornya hilang ketika diparkir dihalaman rumah, pelaku berhasil ditangkap dan dihakimi massa.</p> <p>Agus Sudarsono (23), warga Sumberbaru Jember ditangkap polisi setelah sebelumnya dihajar massa setelah kepergok mencuri sepeda motor Supra X 125 warna merah milik warga Selok Besuki. Beruntung saat dihajar massa, polisi segera datang sehingga pelaku selamat dari amukan warga yang semakin liar.</p> <p>Setelah berhasil mencuri sepeda motor tersebut, pelaku lari menuju ke selatan, namun dia tidak mengetahui jika ada sejumlah warga yang membuntutinya. Ketika tiba disekitar Desa Banyuputih Lor, laju pelaku berhasil dihadang oleh warga sekitar yang langsung menghakiminya hingga babak belur.</p> <p>Melihat kondisi pelaku babak belur, Polisi langsung membawanya ke RS Bhayangkara untuk dilakukan perawatan. Setelah mendapat perawatan pertama, pelaku langsung dimasukkan ke ruang perawatan khusus yang ada di rumah sakit tersebut dan dijaga ketat oleh sejumlah personil polisi. “Itu mas, pelaku ada diruang khusus,” kata salah seorang petugas sambil menunjukkan ruangan tersebut.</p> <p>Menurut salah seorang anggota Resmob Polres Lumajang yang tidak mau disebutkan namanya, aksi ini nampaknya sudah direncanakan sejak awal, pasalnya pelaku sengaja naik bis dari rumahnya dengan tujuan yang tidak pasti, setelah melihat ada sebuah sepeda motor ditinggal pemiliknya pelaku turun dari bis dan mencuri sepeda motor tersebut.</p> <p>Kasubbag Humas Polres Lumajang, AKP Sugianto ketika dikonfirmasi media ini dikantornya mengatakan kejadiannya kemarin siang, Rabu (26/11), sekitar pukul 13.00 Wib diwilayah Polsek Sukodono, namun pelaku ditangkap di Desa Banyuputih Lor Kecamatan Randuagung.</p> <p>Untuk sementara pihaknya belum bisa memberikan keterangan lengkap terkait dengan pengungkapan ini, karena masih dilakukan olah TKP dan pengumpulan keterangan saksi. “Lengkapnya masih dalam proses, sekarang masih proses penyelidikan dan pengembangan,” katanya.</p> <p>Namun yang jelas, melihat dari kronoligis kejadian awal, patut diduga jika pelaku ini merupakan pelaku tunggal, karena dalam aksinya dia hanya sendirian dan tidak ditemukan senjata tajam, jika nanti terbukti, pelaku akan dikenai pasal pencurian dengan pemberatan (curat). “Namun kita masih tunggu hasil akhir penyelidikan,” pungkas Sugianto.</p>
    "> Curi Motor, Pemuda Protolan SD Dihajar Massa...
  • "> Langgar Larangan Parkir, 1 Motor Plat Merah ...
  • "> 2 Pelaku Curas Ditangkap Polisi...
  • "> Tingkatkan Kualitas Anggota, Polres Gelar La...

    Wisata Budaya

    Warga Tagih Janji Disbudpar Untuk Bebaskan Lahan Dekat Situs Biting

    Selasa, 18 November 2014
    Warga Tagih Janji Disbudpar Untuk Bebaskan Lahan Dekat Situs Biting <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:392px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Inilah salah satu ruas jalan menuju B29 yang mulai rusak</span></span>Wartalumajang.com </strong>– Puncak B29 yang diperkenalkan secara gencar oleh Pemkab Lumajang belum disertai dengan perawatan jalan yang memadai. Bahkan jalan satu-satunya yang melalui desa Argosari mulai terkelupas karena gerusan air hujan. Ditengah terus turunnya hujan pada bulan desember mendatang, dikhawatirkan akses jalan tersebut kian menghambat menuju kelokasi wisata eksotik ini.</p> <p>“Saya akhirnya harus kembali mas ketika kemarin hujan turun sangat deras. Disamping memang karena hujannya sangat deras, jalan yang kami lalui kami perkirakan akan mempersulit langkah kami menuju keasana,” kata Udin, salah seorang reporter media online yang membawa teman-temannya untuk melihat eloknya puncak B29.</p> <p>Pada ruas jalan di Desa Argosari ini misalnya, kini sudah terdapat beberapa titik jalan yang aspalnya mulai mengelupas. Bahkan dibeberapa titik mulai membuat kubangan ditengah jalan ketika turun hujan. “Saya khawatir karena hujan turun terus menerus, jalanan ini akan semakin rusak dan makin mempersulit wisawatan yang akan menuju ke B29,” kata salah seorang warga disana.</p> <p>Hingga saat ini sudah terdapat lebih dari 20 titik pada ruas jalan ini yang mengalami kerusakan dan berpotensi kerusakannya makin parah. Bahkan salah seorang wisatawan yang hendak menuju ke B29 sempat memberikan sarannya, agar Pemkab Lumajang mengambil langkah cepat untuk memperbaiki kerusakan jalan ini. Jika tidak dikhawatirkan puncak B29 ini akan semakin sulit untuk diakses melalui Lumajang.</p> <p> </p>
    "> Digerus Air Hujan, Akses Ke B29 Mulai Dihamb...
  • "> Ribuan Pengunjung Kunjungi Pameran Museum Si...
  • "> Sejarawan Asal Belanda Harry Poeze, Kunjungi...
  • "> AMPAS Tuding Pemkab Abaikan Peninggalan Seja...

    Mansur Hidayat, Ketua MPPM TimurMansur Hidayat, Ketua MPPM TimurWartalumajang.com - Situs Biting terletak di Dusun Biting, Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang. Situs ini adalah suatu kawasan bekas ibu kota kerajaan Nusantara yang dikelilingi oleh 3 sungai besar (Bondoyudo di utara, Ploso di barat, Bodang di timur) dan 1 sungai buatan Cangkring di selatan. Di sisi dalam sungai-sungai tersebut dapat diketemukan benteng yang melingkari dengan ketebalan bervariasi antara 3-6 meter, tinggi antara 6-10 meter dan panjang melingkarinya antara 8-10 kilo meter. Dengan ketebalan dan panjangnya dapat dikatakan bahwa situs ini merupakan situs terbesar dan terpanjang di Indonesia. Dari sisi arsitektur, situs ini merupakan contoh benteng lokal Nusantara.

    Situs Biting ini diketemukan pertama kali oleh J Mageman pada tahun 1861 dan kemudian di teliti ulang oleh A. Muhlenfeld pada tahun 1920. Menurut penelitian Balai Arkeologi Yogyakarta yang dimulai tahun 1982-1991, kawasan Situs Biting memiliki luas 135 hektar yang mencakup 6 blok/area yaitu blok keraton seluas 76,5 ha, blok Jeding (Taman Sari) 5 ha, blok Biting 10,5 ha, blok Randu 14,2 ha, blok Salak 16 ha, dan blok Duren 12,8 ha. Di blok-blok tersebut, kita dapat diketemukan kawasan pemukiman, kawasan pemandian atau Taman sari dan kawasan peribadatan. Begitu kayanya akan benda-benda bersejarah, di kawasan ini banyak ditemukan bersebaran artefak-artefak seperti keramik cina dari aabd ke-12 sampai 16, gerabah kuno maupun batu bata kuno.

    Menurut catatan sejarah, Lamajang merupakan suatu wilayah yang cukup penting sejak jaman kerajaan Kediri pada abad ke 12 dan kerajaan Singosari pada abad ke-13. Setelah Singosari runtuh dan awal berdirinya kerajaan Majapahit, dalam beberapa catatan kuno seperti Prasasti Kudadu yang kemudian diperkuat oleh Babad Negara Kertagama, Babad Pararaton, Kidung Harsawijaya, Kidung Ranggalawe, Kidung Panji Wijayakrama dan Kidung Sorandaka, diberitakan bahwa Adipati Sumenep Arya Wiraraja dan Raden Wijaya mengadakan perjanjian kerja sama untuk membagi pulau Jawa menjadi 2 wilayah yang sama besar. Setelah kemenangan besar atas Prabu Jayakatwang di Kediri dan pengusiran tentara Tar Tar pada tahun 1292 Masehi, maka setahun kemudian pada 10 Nopember 1293 Masehi berdirilah 2 kerajaan besar yaitu Majapahit di sebelah barat dengan raja Raden Wijaya atau Kertarajasa Jayawardana dan Lamajang Tigang Juru dengan raja yaitu Arya Wiraraja. Dalam runutan sejarahnya salah satu putra Arya Wiraraja yang bernama Mpu Nambi telah membuat benteng besar di Pajarakan sebagai pertahanan ketika Majapahit hendak menyerang Lamajang Tigang Juru.

    Secara pasti, kita tidak mengetahui siapa pendiri dari benteng tersebut. Namun berdasar runutan sejarah dan bukti-bukti arkeologi yang mengatakan bahwa benteng dan pemukimannya dibangun pada sekitar abad ke-14, maka terdapat kesimpulan awal bahwa benteng ini dibangun pada masa Arya Wiraraja dan kemudian dilanjutkan oleh para penerusnya seperti Mpu Nambi dan seterusnya. Hal ini juga diperkuat oleh survey lapangan MPPM Timur di mana banyak batu bata di kawasan situs ini yang bermotif clurit dan juga terdapat kesamaan istilah ketika menyebut menara pengintai di situs Batu Putih di Sumenep dengan nama “Pengongakan” dan di situ Biting dengan nama “Pengungakan”. Hal ini penting untuk dijelaskan supaya sejarah Indonesia mengetahui bahwasanya kawasan ini bukan merupakan peninggalan kerajaan Majapahit, tetapi menunjuk pada penguasa lokal sebagai pemangku kepentingan yang seungguhnya.

    Dalam kaca mata pelestarian, “Pengupasan” dinding benteng ini sangat penting dilakukan supaya dapat menunjukkan buktinya nyata peninggalan sejarah yang ada di Kabupaten Lumajang kepada masayarakat Lumajang pada khususnya dan Indonesia pada umumnya. Perwujudan bukti terhadap situs ini sangat penting dikarenakan selama ini sejarah Indonesia kurang mengenalkan peninggalan-peninggalan kuno di bekas wilayah kerajaan Lamajang Tigang Juru yang meliputi Kabupaten Lumajang pada khususnya dan Kawasan Tapal Kuda pada umunya.

    Kawasan Situs Biting yang menurut kajian akademis merupakan Kawasan Lindung Budaya sendiri cenederung diterlantarkan dengan dibangunnya Perumahan Nasional yang meliputi 15 Hektar areal situs pada tahun 1996. Pada awal tahun 2011 setelah ada advokasi Lembaga Swadaya Masyarakat bernama Masyarakat Peduli Peninggalan Majapahit Timur (MPPM Timur) pemerintah Kabupaten Lumajang sebenarnya telah membentuk Tim peletarian dan Perlindungan Cagar Budaya Kabupaten Lumajang dengan SK Bupati 188.45/41/427.12/2011 tanggal 23 Februari 2011 yang kemudian menghasilkan rekomendasi untuk melindungi Situs Biting sebagai Kawasan Cagar Budaya. Disamping itu Kementrian Sekretariat Negara juga telah mengirimkan surat kepada Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Direktorat Jendral Sejarah dan Purbakala, Direktorat Peninggalan Purbakala dan Kepala Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Timur dengan surat B-335/Kemsetneg/D-3/Ormas-LSM/SR.02/11/2011 pada tanggal 2 Novemver 2011 yang meminta penanganan masalah Situs Biting sebagaimana laporan dari LSM MPPM Timur. Tindak lanjut daripada hal tersebut, Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Timur melalui surat KS.002/0672/BP3JT/KPK/2012 menurunkan Tim Verivikasi untuk melakukan langkah pendataan Cagar Budaya Kabupaten Lumajang termasuk dengan prioritas Situs Biting.

    Namun dalam perkembangannya, pemerintah Kabupaten Lumajang belum menujukkan langkah-langkah nyata pelestarian kawasan ini. Bahkan yang lebih menyedihkan, pada sekitar 6 bulan lalu, Perumnas Biting indah melakukan pembangunan perumahan kembali dengan merusak benteng barat yang dilindungi berdasarkan surat rekomendasi Tim Pelesatrian dan Pelindungan Cagar Budaya Kabupaten Lumajang. LSM MPPM Timur sebenarnya sudah melayangkan surat protes ini ke Pemerintah Kabupaten Lumajang, namun sampai sekarang belum ada langkah-langkah nyata untuk mencegah perusakan oleh Perumnas Biting tersebut.

    Sebagai kesimpulan, pengupasan dinding benteng ini sangat diperlukan untuk menunjukkan kepada masyarakat Lumajang akan situs bersejarah kebanggaannya dan kepada Pemerintah Kabupaten Lumajang bahwa semua kalangan baik pelajar, mahasiswa, pemuda, akademisi, peneliti maupun berbagai kalangan masyarakat baik di Lumajang maupun di Indonesia menginginkan bahwa Kawasan Situs Biting dalam keadaan darurat untuk dilindungi dan dilestarikan.

    Berdasarkan pertimbangan akademis sesuai dengan penelitian Balai Arkeologi Yogyakarta dan hasil Tim Verivikasi Cagar Budaya BP3 Jawa Timur dimana Situs Biting adalah suatu Situs yang mempunyai ukuran Nasional dan sekarang sedang dalam keadaan darurat karena adanya perusakan massif, maka Masyarakat Peduli Peninggalan Majapahit Timur meminta Pemerintah Pusat dalam hal ini Pemerintah Republik Indonesia untuk menetapkan secara langsung Situs Biting sebagai Kawasan Situs Nasional sebagaimana Kawasan Situs Trowulan, Kawasan Situs Candi Muara jambi dan Kawasan Gunung Padang.

    Sumber : Press Realese MPPM Timur

     

     

     

    Web Designer