Halaman Facebook Twitter Warta Lumajang Langganan Berita
PT. IMMS Tidak Bertanggungjawab Jika Ada Penambangan Yang Mengatasnamakan PT. IMMS
Sabtu, 22 November 2014 18:55 WIB
Wartalumajang.com – Manajemen PT. IMMS menegaskan, jika sekarang ada penambangan diwilayah usaha pertambangan milik IMMS dan mengatasnamakan PT. IMMS, maka perusahaan itu sama sekali tidak bertanggungjawab. Hal ini disebabkan, sejak diberlakukannya larangan eksport bahan mentah termasuk pasir besi...
Jaksa Akan Segera Eksekusi Sulsum dan Hadi Khomsari
Jumat, 21 November 2014, 12:23 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com – Atas putusan dua mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Lumajang, Sulsum Wahyudi, M.Kes dan Hadi Cho [ ... ]

Memasuki Musim Hujan, BPBD Lumajang Waspadai Longsor dan Banjir
Kamis, 20 November 2014, 19:29 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com - Musim hujan yang mulai turun setiap hari tidak menutup kemungkinan akan menyebabkan terjadinya benc [ ... ]

Pedagang JLT Tetap Bertahan Berjualan, Walau Diminta Bongkar Sendiri Warungnya
Kamis, 20 November 2014, 19:05 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com – Sampai batas akhir yang ditetapkan Pemkab Lumajang, melalui Kantor satpol PP Lumajang, para pedaga [ ... ]

Baru Ambil Dari Bank, Uang Rp 110 Juta Amblas Digondol Maling
Kamis, 20 November 2014, 17:50 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com - Mobil Toyota Avanza warna silver Nopol N-452-YS milik juragan jagung bernama Adim warga Desa Ranupak [ ... ]

Sabtu, 15 November 2014 06:51
Lumajang Rawan Bondet, Siapa Pembuatnya ?
Wartalumajang.com – Dalam sepekan terakhir tindak kejahatan yang terjadi di Lumajang diketehui menggunakan bondet. Yang pertama di wilayah Kecamatan Klakah, seorang anggota polisi harus kehilangan jarinya ketika berusaha mengama...

Aspirasi

Jumat, 07 November 2014 08:26
Sjahrazad Masdar, Dua Periode, Dua Kali Pula Di PLT
Wartalumajang.com – Dalam dua kali masa jabatan Bupati Lumajang Sjahrazad Masdar, dua kali pula harus di PLT karena berhadapan dengan dua masalah ya...

Birokrasi

Memasuki Musim Hujan, BPBD Lumajang Waspadai Longsor dan Banjir

Kamis, 20 November 2014
Memasuki Musim Hujan, BPBD Lumajang Waspadai Longsor dan Banjir <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:334px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Pasukan mendapat pengarahan di Mapolres Lumajang</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Untuk mengantisipasi dampak kenaikan BBM, Polres Lumajang menurunkan tim gabungan yang akan mengamankan sejumlah titik rawan di Lumajang. Beberapa titik yang menjadi pusat pengamanan diantaranya SPBU, tempat-tempat penting lainnya serta jalanan yang menjadi sentra transportasi di Lumajang. Tim gabungan ini terdiri dari anggota Polres Lumajang, Satpol PP, TNI, dan Dinas Perhubungan.</p> <p>Pasukan sebanyak 50 orang ini diberangkatkan dari Polres Lumajang melalui apel di Mapolres Lumajang. Mereka akan berkeliling keseluruh wilayah Lumajang untuk memastikan ketertiban umum pasca kenaikan BBM di Lumajang.</p> <p>“Kita lakukan pengamanan ini sesuai dengan petunjuk atasan, termasuk kemungkinan adanya mogok dari sektor transportasi di Lumajang. Kita tidak ingin terjadi apapun berkaitan dengan kenaikan harga BBM ini,” kata Kompol Enu Sasmonang, Kabag Sumda Polres Lumajang.</p> <p>Usai apel didepan Mapolres Lumajang pasukan Setingkat Kompi ini langsung diberangkatkan dari Halaman Polres Lumajang. Ketika ditanya soal langkah yang akan dilakukan Sasmonang hanya menyatakan tindakan yang akan dilakukan sesuai SOP. “Kalau memang terjadi sesuatu kita akan bertindak sesuai SOP,” kata Sasmonang hari ini, Selasa (18/11)</p>
"> Amankan Kenaikan BBM, Polres Adakan PAM Gabu...
  • "> Calon Tunggal Direktur Tak Lolos, Jabatan Di...
  • "> Samsul Huda (F-Demokrat) : Tanpa Rencana Bes...
  • "> Samsul Huda : APBD 2015 Ditargetkan Bisa Dis...

    Hukum

    Jaksa Akan Segera Eksekusi Sulsum dan Hadi Khomsari

    Jumat, 21 November 2014
    Jaksa Akan Segera Eksekusi Sulsum dan Hadi Khomsari <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:776px;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Inilah senjata yang digunakan AR</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Dipicu rasa cemburu yang meledak-ledak, AR (23) warga Dusun Gondang RT 001 RW 010, Desa Krasak, Kecamatan Kedungjajang, nekat melakukan penyerangan dengan menggunakan senjata Air Sopft Gun terhadap HS warga Jalan bengawan Solo Lumajang. Untung penyerangan tersebut hanya mengenai kaca mobil jenis Suzuki Ertiga. Kendati demikian AR menyatakan penyesalannya telah melakukan penyerangan tersebut dan meminta maaf. Namun tetap saja, masalah ini harus ditangi aparat kepolisian di Polres</p> <p>Menurut Wakapolres Lumajang Kompol Iswahab, ketika menggelar jumpa pers yang berlangsung di halaman Mapolres Lumajang pada Senin (17/11), penyerangan ini dipicu oleh kecemburuan AR karena perempuan yang baru dikenalnya dibawa oleh HS. Karena dibakar api cemburu itulah AR akhirnya mengajak temannya untuk melakukan penyerangan terhadap HS. sekira pukul 09.00 Wib kemarin pagi.</p> <p>“Pelaku marah dan nekat melakukan hal yang bodoh itu karena cewek yang baru dikenalnya, tiba-tiba dibawa korban. Korban sakit hati kemudian mengejarnya dan menyerang korban dengan menggunakan senjata angin jenis Air Soft Gun. Untung terkena kaca pintunya mas,” kata Wakapolres Lumajang Kompol Iswahab</p> <p>Kompol Iswahab juga menjelaskan saat melakukan penyerangan dan pengrusakan terhadap mobil milik korban, pelaku mengaku tidak sendirian. Melainkan dbantu oleh seorang teman karibnya bernama Abdul Siman (25), warga Dusun Sumber Gebang, Desa Merakan, Kecamatan Padang.</p> <p>Ditanya apakah rekan pelaku bernama Abdul Siman juga akan ditangkap? Dengan tegas Kompol Iswahab mengatakan, sampai saat ini Tim Resmob Polres Lumajang masih terus melakukan pengejaran terhadap Abdul Siman.”Insya Allah dalam waktu dekat dia tertangkap, apalagi identitas juga keberadaannya sudah terkepung mas,” jelas Wakapolres Lumajang Kompol Iswahab.</p> <p> </p>
    "> Dipicu Soal Perempuan, Rusak Mobil Pakai Air...
  • "> Hilangkan Senpi, Anggota Wajib Ganti 10 Kali...
  • "> Kasus Koperasi Wirabhakti Tinggal Penetapan ...
  • "> Menunggu Kesungguhan Aparat Hukum Menuntaska...

    Politik

    Agus Wicaksono : “Manfaatkan Setiap Tugas Keluar Kota Untuk Membeli Buku”

    Selasa, 02 September 2014
    Agus Wicaksono : “Manfaatkan Setiap Tugas Keluar Kota Untuk Membeli Buku” <p><strong> </strong></p> <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:345px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Sjahrazad Masdar, Ketua DPC Partai Demokrat Lumajang</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Absennya Bupati Lumajang Sjahrazad Masdar Dalam aktivitas pemerintahan dan politik karena masih sakit ternyata berimbas juga Partai Demokrat. Bupati yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Lumajang telah menugaskan salah satu wakil ketua DPC, dalam hal ini Drs. Samsul Huda untuk menjalankan roda partai sampai bupati benar-benar sembuh.</p> <p>Kabar tentang penugasan untuk mengendalikan organisasi ini juga dibenarkan oleh Samsul Huda selaku penerima tugas tersebut. Ketika ditemui media ini sehari sebelum pelantikan DPRD, Samsul mengaku jika dirinya memang diminta untuk mengendalikan organisasi Partai Demokrat. “Sifatnya hanya tugas untuk mengendalikan organisasi, karena memang ada beberapa moment dimana Partai Demokrat harus hadir. Jadi tugas untuk mengendalikan organisasi saja,” kata Samsul Huda.</p> <p>Samsul menyangkal kalau dirinya ditunjuk sebegai pelaksana tugas (Plt). Namun demikian, Samsul mengaku bahwa dirinya mendapat mandat untuk mengendalikan organisasi tersebut dalam bentuk surat tugas dari Ketua DPC Partai Demokrat Lumajang, Sjahrazad Masdar kepada dirinya selaku Wakil Ketua II. “Hanya surat tugas saja dari ketua kepada wakil ketua II untuk mengendalikan organsisasi,” kata Samsul.</p> <p>Sementara disisi lain berhembus kabar bahwa pemberian surat tugas tidak melalui forum resmi dalam pleno pengurus DPC Demokrat Lumajang. Seharusnya pemberian surat tugas seperti itu harus diputuskan dalam rapat pleno DPC Partai Demokrat Lumajang.</p> <p>Sementara Sekretaris DPC Partai Demokrat Lumajang, Moch. Sofi ketika dikonfirmasi secara terpisah mengaku tidak tahu soal surat tugas tersebut. “Saya ndak tahu mas, malah saya baru dengar dari saudara sekarang ini,” kata Sofi yang kami temui setelah acara pelantikan DPRD Lumajang, Kamis (21/8).</p>
    "> Sakitnya Bupati Berimbas Pada Partai Demokra...
  • "> KPU Lumajang Kembali Membongkar 1.762 Kotak ...
  • "> Penuhi Ketetapan MK, KPU Lumajang Bongkar Ra...
  • "> Herman Affandi : Kita Minta Relawan Prabowo ...

    Aneka Rupa

    Pedagang JLT Tetap Bertahan Berjualan, Walau Diminta Bongkar Sendiri Warungnya

    Kamis, 20 November 2014
    Pedagang JLT Tetap Bertahan Berjualan, Walau Diminta Bongkar Sendiri Warungnya <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:381px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">H. Bukasan, SP.d, MM Ketua PBSI Periode 2014-2018</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Politisi PDI Perjuangan H. Bukasan, SP.d, MM terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Pengkab Persatuan Bulutangkis Selusuh Indonesia (PBSI) Lumajang untuk periode 2014-2018. Terpilihnya H. Bukasan secara aklamasi terjadi, setelah Pimpinan Sidang memberikan waktu kepada pengurus dan anggota PBSI Lumajang untuk mencalonkan diri. Namun hingga waktu berakhir, tak satupun calon Ketua yang tampil mencalonkan diri. Akhirnya H. Bukasan ditetapkan secara aklamasi oleh 32 club yang ada di Lumajang menjadi Ketua PBSI yang baru.</p> <p>Sehari sebelumnya bahkan sempat beredar bahwa akan ada dua orang yang akan maju sebagai calon ketua. Namun ketika pada Sabtu (13/9) Musyawarah Kabupaten PBSI digelar di Rumah Makan Nglangeni Lumajang, tak satupun peserta Muskab yang menyatakan mencalonkan diri. Bahkan Ketua PBSI sebelumnya, Drajat Sugiarto ketika memberikan sambutan diawal acara menyatakan tidak bersedia walaupun diminta untuk mencalonkan diri.</p> <p>Acara Muskab PBSI ini dihadiri oleh 32 Anggota Club bulutangkis yang ada di Lumajang. Hadir juga dalam kesempatan ini Wakil Ketua KONI Edi Sujarwo dan Sekretaris Umum KONI Lumajang Budi Satria. Acara Muskab berlangsung singkat dan ditutup dengan sambutan Ketua Terpilih H. Bukasan yang menyampaikan sejumlah keinginannya untuk memajukan olahraga di Lumajang, khususnya dari Cabang Bulutangkis.</p> <p>“Kedepan pembinaan olahraga khususnya bulutangkis harus berlangsung secara sinergis. Dana pembinaan olahrahga itu sebenarnya ada di Dinas Pendidikan, Kantor Kanpora dan KONI. Jika semua lembaga ini bersinergi untuk memajukan cabang olahraga di Lumajang, saya yakin prestasi Lumajang akan semakin baik dimasa yang akan dating,” kata Bukasan.</p> <p>Dihadapan peserta Muskab dan undangan lainnya, Bukasan berjanji tidak akan mencampur-adukkan antara olahraga dan politik. Namun diharapkan dirinya sebagai politisi dari PDI Perjuangan bias memperjuangan aspirasi masyarakat olahraga di Lumajang.</p> <p>“Saya tidak akan mencampur-adukkan antara politik dan olahraga. Namun saya berharap peran saya sebagai anggota DPRD Lumajang bisa memperjuangan kepentingan masyarakat olahraga di Lumajang. Setidaknya bisa memperjuangan peningkatan anggaran bagi pembinaan olahraga di Lumajang. Tidak hanya untuk cabang bulutangkis, namun juga untuk cabang-cabang lainnya. Ini yang mudah-mudahan bisa kita kawal bersama nanti,” kata Bukasan.</p> <p>Bukasan tidak menampik adanya atlit berprestasi dari Lumajang yang kemudian berkembang diluar daerah karena kurangnya perhatian dari pemerintah. Kata Bukasan, jika anggaran dari APBD memadai maka setiap atlit berprestasi yang ada di Lumajang tetap bisa berada di Lumajang untuk mengharumkan nama baik Lumajang.</p>
    "> H. Bukasan Terpilih Secara Aklamasi Sebagai ...
  • "> Petasan Belum Bisa Dipisahkan Dari Tradisi I...
  • "> Jelang Lebaran, Tiket Pendakian Semeru Laris...
  • "> MPPM Timur Peringati Pekan Bung Karno Dengan...

    Peristiwa

    PT. IMMS Tidak Bertanggungjawab Jika Ada Penambangan Yang Mengatasnamakan PT. IMMS

    Sabtu, 22 November 2014
    PT. IMMS Tidak Bertanggungjawab Jika Ada Penambangan Yang Mengatasnamakan PT. IMMS <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:375px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Mobil milik korban pembobolan </span></span>Wartalumajang.com</strong> - Mobil Toyota Avanza warna silver Nopol N-452-YS milik juragan jagung bernama Adim warga Desa Ranupakis, Kecamatan Klakah, dibobol maling. Uang sebesar Rp. 110 juta yang dibungkus tas kresek warna hitam milik korban dan baru diambil dari salah satu Bank di Lumajang amblas digondol pelaku.</p> <p>Aksi pembobolan pintu mobil milik juragan jagung ini terjadi di halaman gudang penggilingan padi milik H. Rofi’i yang terletak di Desa Tukum, Kecamatan Tekung, arah menuju ke Desa Denok, Kecamatan Kota Lumajang pada Kamis (20/11) sekitar pukul 11.00 Wib, saat ditinggal melihat jagung yang hendak diangkutnya.</p> <p>Sarito, teman korban ketika dikonfirmasi sejumlah wartawan ketika keluar dari ruang Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polres Lumajang mengatakan, pagi itu korban dengan mengendarai mobilnya terus menuju ke salah satu Bank di Lumajang. Usai mengambil uang, korban terus menuju ke gudang penggilingan padi milik H. Rofi’i.</p> <p>Setelah memarkir mobilnya, dirinya bersama korban turun melihat jagung yang hendak diangkutnya. ”Uang korban yang baru diambil dari Bank dengan dibungkus tas kresek itu tetap berada di dalam mobilnya. Pintu mobil korban semua terkunci mas,” ungkap Sarito.</p> <p>Tak lama kemudian, tiba-tiba terdengar suara mencurigakan seperti orang berusaha membuka pintu mobil. Curiga, dirinya bersama korban langsung menuju ke mobilnya. “Saya melihat dua orang lari dari sekitaran mobil sambil membawa tas kresek warna hitam dan langsung melompat ke motor yang sudah menungu disebelah pagar gudang itu dan kabur ke selatan,” imbuhnya.</p> <p>Melihat uang yang baru diambil dari Bank itu raib, spontan korban berteriak maling. Teriakan korban membuat sejumlah karyawan gudang serta warga setempat berlarian menuju korban. ”Uang setoran jagung milik saya amblas dicuri maling. Pelaku 2 orang kabur ke selatan menggunakan sepeda motor Yamaha Vixion pakai kaos agak abu-abu,” ujar Sarito menceritakan awal kejadiannya.</p> <p>Sementara itu, Kasubbag Humas Polres Lumajang AKP Sugianto ketika dikonfirmasi media ini di ruang kerjanya mengakui jika pihaknya telah menerima laporan dari korban yang diketahui juragan jagung jika mobilnya dibobol maling dan uangnya sebesar 110 juta digondol maling. “Laporan korban sudah diproses oleh SPK dan saat ini sudah ditangani oleh Sat reskrim Polres Lumajang. Pelaku masih dalam pengejaran petugas Resmob,” katanya.</p> <p>Atas kejadian tersebut pihaknya menghimbau kepada masyarakat agar memanfaatkan petugas kepolisian, baik yang bertugas di kantor-kantor perbankan atau di Mapolres Lumajang untuk melakukan pengawalan saat mengambil uang dari bank. “Polisi selalu siap jika masyarakat meminta bantuan pegawalan, dan untuk semua itu gratis tidak dipungut biaya sepeserpun, jadi masyarakat jangan segan-segan untuk meminta bantuan kepada kami,” pungkas Sugianto.</p>
    "> Baru Ambil Dari Bank, Uang Rp 110 Juta Ambla...
  • "> Kapolres : Kejadian di Kepri Tidak Berpengar...
  • "> Tolak Kenaikan BBM, Aksi PMII Lumajang Ricuh...
  • "> H-2 Penggusuran Warung JLT, Paguyuban Pedaga...

    Wisata Budaya

    Warga Tagih Janji Disbudpar Untuk Bebaskan Lahan Dekat Situs Biting

    Selasa, 18 November 2014
    Warga Tagih Janji Disbudpar Untuk Bebaskan Lahan Dekat Situs Biting <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:392px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Inilah salah satu ruas jalan menuju B29 yang mulai rusak</span></span>Wartalumajang.com </strong>– Puncak B29 yang diperkenalkan secara gencar oleh Pemkab Lumajang belum disertai dengan perawatan jalan yang memadai. Bahkan jalan satu-satunya yang melalui desa Argosari mulai terkelupas karena gerusan air hujan. Ditengah terus turunnya hujan pada bulan desember mendatang, dikhawatirkan akses jalan tersebut kian menghambat menuju kelokasi wisata eksotik ini.</p> <p>“Saya akhirnya harus kembali mas ketika kemarin hujan turun sangat deras. Disamping memang karena hujannya sangat deras, jalan yang kami lalui kami perkirakan akan mempersulit langkah kami menuju keasana,” kata Udin, salah seorang reporter media online yang membawa teman-temannya untuk melihat eloknya puncak B29.</p> <p>Pada ruas jalan di Desa Argosari ini misalnya, kini sudah terdapat beberapa titik jalan yang aspalnya mulai mengelupas. Bahkan dibeberapa titik mulai membuat kubangan ditengah jalan ketika turun hujan. “Saya khawatir karena hujan turun terus menerus, jalanan ini akan semakin rusak dan makin mempersulit wisawatan yang akan menuju ke B29,” kata salah seorang warga disana.</p> <p>Hingga saat ini sudah terdapat lebih dari 20 titik pada ruas jalan ini yang mengalami kerusakan dan berpotensi kerusakannya makin parah. Bahkan salah seorang wisatawan yang hendak menuju ke B29 sempat memberikan sarannya, agar Pemkab Lumajang mengambil langkah cepat untuk memperbaiki kerusakan jalan ini. Jika tidak dikhawatirkan puncak B29 ini akan semakin sulit untuk diakses melalui Lumajang.</p> <p> </p>
    "> Digerus Air Hujan, Akses Ke B29 Mulai Dihamb...
  • "> Ribuan Pengunjung Kunjungi Pameran Museum Si...
  • "> Sejarawan Asal Belanda Harry Poeze, Kunjungi...
  • "> AMPAS Tuding Pemkab Abaikan Peninggalan Seja...

    Mansur Hidayat, Ketua MPPM TimurMansur Hidayat, Ketua MPPM TimurWartalumajang.com - Situs Biting terletak di Dusun Biting, Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang. Situs ini adalah suatu kawasan bekas ibu kota kerajaan Nusantara yang dikelilingi oleh 3 sungai besar (Bondoyudo di utara, Ploso di barat, Bodang di timur) dan 1 sungai buatan Cangkring di selatan. Di sisi dalam sungai-sungai tersebut dapat diketemukan benteng yang melingkari dengan ketebalan bervariasi antara 3-6 meter, tinggi antara 6-10 meter dan panjang melingkarinya antara 8-10 kilo meter. Dengan ketebalan dan panjangnya dapat dikatakan bahwa situs ini merupakan situs terbesar dan terpanjang di Indonesia. Dari sisi arsitektur, situs ini merupakan contoh benteng lokal Nusantara.

    Situs Biting ini diketemukan pertama kali oleh J Mageman pada tahun 1861 dan kemudian di teliti ulang oleh A. Muhlenfeld pada tahun 1920. Menurut penelitian Balai Arkeologi Yogyakarta yang dimulai tahun 1982-1991, kawasan Situs Biting memiliki luas 135 hektar yang mencakup 6 blok/area yaitu blok keraton seluas 76,5 ha, blok Jeding (Taman Sari) 5 ha, blok Biting 10,5 ha, blok Randu 14,2 ha, blok Salak 16 ha, dan blok Duren 12,8 ha. Di blok-blok tersebut, kita dapat diketemukan kawasan pemukiman, kawasan pemandian atau Taman sari dan kawasan peribadatan. Begitu kayanya akan benda-benda bersejarah, di kawasan ini banyak ditemukan bersebaran artefak-artefak seperti keramik cina dari aabd ke-12 sampai 16, gerabah kuno maupun batu bata kuno.

    Menurut catatan sejarah, Lamajang merupakan suatu wilayah yang cukup penting sejak jaman kerajaan Kediri pada abad ke 12 dan kerajaan Singosari pada abad ke-13. Setelah Singosari runtuh dan awal berdirinya kerajaan Majapahit, dalam beberapa catatan kuno seperti Prasasti Kudadu yang kemudian diperkuat oleh Babad Negara Kertagama, Babad Pararaton, Kidung Harsawijaya, Kidung Ranggalawe, Kidung Panji Wijayakrama dan Kidung Sorandaka, diberitakan bahwa Adipati Sumenep Arya Wiraraja dan Raden Wijaya mengadakan perjanjian kerja sama untuk membagi pulau Jawa menjadi 2 wilayah yang sama besar. Setelah kemenangan besar atas Prabu Jayakatwang di Kediri dan pengusiran tentara Tar Tar pada tahun 1292 Masehi, maka setahun kemudian pada 10 Nopember 1293 Masehi berdirilah 2 kerajaan besar yaitu Majapahit di sebelah barat dengan raja Raden Wijaya atau Kertarajasa Jayawardana dan Lamajang Tigang Juru dengan raja yaitu Arya Wiraraja. Dalam runutan sejarahnya salah satu putra Arya Wiraraja yang bernama Mpu Nambi telah membuat benteng besar di Pajarakan sebagai pertahanan ketika Majapahit hendak menyerang Lamajang Tigang Juru.

    Secara pasti, kita tidak mengetahui siapa pendiri dari benteng tersebut. Namun berdasar runutan sejarah dan bukti-bukti arkeologi yang mengatakan bahwa benteng dan pemukimannya dibangun pada sekitar abad ke-14, maka terdapat kesimpulan awal bahwa benteng ini dibangun pada masa Arya Wiraraja dan kemudian dilanjutkan oleh para penerusnya seperti Mpu Nambi dan seterusnya. Hal ini juga diperkuat oleh survey lapangan MPPM Timur di mana banyak batu bata di kawasan situs ini yang bermotif clurit dan juga terdapat kesamaan istilah ketika menyebut menara pengintai di situs Batu Putih di Sumenep dengan nama “Pengongakan” dan di situ Biting dengan nama “Pengungakan”. Hal ini penting untuk dijelaskan supaya sejarah Indonesia mengetahui bahwasanya kawasan ini bukan merupakan peninggalan kerajaan Majapahit, tetapi menunjuk pada penguasa lokal sebagai pemangku kepentingan yang seungguhnya.

    Dalam kaca mata pelestarian, “Pengupasan” dinding benteng ini sangat penting dilakukan supaya dapat menunjukkan buktinya nyata peninggalan sejarah yang ada di Kabupaten Lumajang kepada masayarakat Lumajang pada khususnya dan Indonesia pada umumnya. Perwujudan bukti terhadap situs ini sangat penting dikarenakan selama ini sejarah Indonesia kurang mengenalkan peninggalan-peninggalan kuno di bekas wilayah kerajaan Lamajang Tigang Juru yang meliputi Kabupaten Lumajang pada khususnya dan Kawasan Tapal Kuda pada umunya.

    Kawasan Situs Biting yang menurut kajian akademis merupakan Kawasan Lindung Budaya sendiri cenederung diterlantarkan dengan dibangunnya Perumahan Nasional yang meliputi 15 Hektar areal situs pada tahun 1996. Pada awal tahun 2011 setelah ada advokasi Lembaga Swadaya Masyarakat bernama Masyarakat Peduli Peninggalan Majapahit Timur (MPPM Timur) pemerintah Kabupaten Lumajang sebenarnya telah membentuk Tim peletarian dan Perlindungan Cagar Budaya Kabupaten Lumajang dengan SK Bupati 188.45/41/427.12/2011 tanggal 23 Februari 2011 yang kemudian menghasilkan rekomendasi untuk melindungi Situs Biting sebagai Kawasan Cagar Budaya. Disamping itu Kementrian Sekretariat Negara juga telah mengirimkan surat kepada Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Direktorat Jendral Sejarah dan Purbakala, Direktorat Peninggalan Purbakala dan Kepala Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Timur dengan surat B-335/Kemsetneg/D-3/Ormas-LSM/SR.02/11/2011 pada tanggal 2 Novemver 2011 yang meminta penanganan masalah Situs Biting sebagaimana laporan dari LSM MPPM Timur. Tindak lanjut daripada hal tersebut, Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Timur melalui surat KS.002/0672/BP3JT/KPK/2012 menurunkan Tim Verivikasi untuk melakukan langkah pendataan Cagar Budaya Kabupaten Lumajang termasuk dengan prioritas Situs Biting.

    Namun dalam perkembangannya, pemerintah Kabupaten Lumajang belum menujukkan langkah-langkah nyata pelestarian kawasan ini. Bahkan yang lebih menyedihkan, pada sekitar 6 bulan lalu, Perumnas Biting indah melakukan pembangunan perumahan kembali dengan merusak benteng barat yang dilindungi berdasarkan surat rekomendasi Tim Pelesatrian dan Pelindungan Cagar Budaya Kabupaten Lumajang. LSM MPPM Timur sebenarnya sudah melayangkan surat protes ini ke Pemerintah Kabupaten Lumajang, namun sampai sekarang belum ada langkah-langkah nyata untuk mencegah perusakan oleh Perumnas Biting tersebut.

    Sebagai kesimpulan, pengupasan dinding benteng ini sangat diperlukan untuk menunjukkan kepada masyarakat Lumajang akan situs bersejarah kebanggaannya dan kepada Pemerintah Kabupaten Lumajang bahwa semua kalangan baik pelajar, mahasiswa, pemuda, akademisi, peneliti maupun berbagai kalangan masyarakat baik di Lumajang maupun di Indonesia menginginkan bahwa Kawasan Situs Biting dalam keadaan darurat untuk dilindungi dan dilestarikan.

    Berdasarkan pertimbangan akademis sesuai dengan penelitian Balai Arkeologi Yogyakarta dan hasil Tim Verivikasi Cagar Budaya BP3 Jawa Timur dimana Situs Biting adalah suatu Situs yang mempunyai ukuran Nasional dan sekarang sedang dalam keadaan darurat karena adanya perusakan massif, maka Masyarakat Peduli Peninggalan Majapahit Timur meminta Pemerintah Pusat dalam hal ini Pemerintah Republik Indonesia untuk menetapkan secara langsung Situs Biting sebagai Kawasan Situs Nasional sebagaimana Kawasan Situs Trowulan, Kawasan Situs Candi Muara jambi dan Kawasan Gunung Padang.

    Sumber : Press Realese MPPM Timur

     

     

     

    Web Designer