Halaman Facebook Twitter Warta Lumajang Langganan Berita
Jelang Lebaran, Tiket Pendakian Semeru Laris Manis
Sabtu, 26 Juli 2014 19:00 WIB
Wartalumajang.com - Menjelang lebaran Idul Fitri 1435 H minat pendaki Semeru kian meningkat. Jika pada hari biasa hanya ada 50 pendaki, jelang lebaran ini pendakian sudah 200 lebih pendaki yang mendaftarkan diri secara online. Kepala Taman Nasional Tengger Semeru (TNBTS) Ayu Dwi Utari, mengatakan, ...
Selama Idul Fitri Dinas Pariwisata Targetkan PAD 700 Juta
Kamis, 24 Juli 2014, 11:55 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com - Selama Idul Fitri tahun ini Dinas Pariwisata Lumajang mentargetkan PAD dari sektor pengelolaan wi [ ... ]

Jalan PB. Sudirman Jadi Jalan Terpadat Jelang Idul Fitri
Rabu, 23 Juli 2014, 19:29 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com - Lebaran Idul Fitri yang tinggal beberapa hari menjadikan seluruh pertokoan di Lumajang penuh sesa [ ... ]

2 Kuli Bangunan Tersengat Listrik, Satu Diantaranya Meninggal
Rabu, 23 Juli 2014, 14:42 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com – Nasib sial dialami dua kuli bangunan yang tengah menggarap rumah milik Agus yang ada di jalan R [ ... ]

Warga Lumajang Antusias Ikuti Penetapan Hasil Pilpres Lewat TV
Rabu, 23 Juli 2014, 12:20 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com - Momen penetapan hasil Pilpres 2014 oleh KPU yang disiarkan secara langsung oleh sebagian besar st [ ... ]

Kamis, 01 Mei 2014 09:04
Pekerja Informal Di Pedesaan, Kapan Akan Diperhatikan
Jika mau bicara soal kemiskinan, maka tidak lepas dari persoalan buruh di Indonesia. Banyak warga miskin di Indonesia dimana penyebab utamanya adalah kecilnya penghasilan sebagai buruh. Buruh di Indonesia identik dengan pekerja pa...

Aspirasi

Kamis, 05 Juni 2014 19:14
Jelang Pilpres, Perang Dimedia Jejaring Sosial Berlangsung Sengit
Biasanya menjelang perhelatan Piala Dunia, hiruk pikuk penggila bola mulai mengemuka. Namun perhelatan akbar dicabang olahraga paling popular ini sepe...

Birokrasi

Selama Idul Fitri Dinas Pariwisata Targetkan PAD 700 Juta

Kamis, 24 Juli 2014
Selama Idul Fitri Dinas Pariwisata Targetkan PAD 700 Juta <p><strong> </strong></p> <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:224px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">AKP Sugianto, Kasubbag Humas Polres Lumajang</span></span>Wartalumajang.com</strong> - Menjelang Idul Fitri tahun ini sebagian masyarakat yang tinggal didekat perlintasan kereta api yang tidak dilengkapi dengan palang pintu akan mendirikan Pos Kamling Perlintasan Kereta Api. Mereka akan secara bergantian akan menjaga perlintasan kereta api untuk memberitahu masyarakat pengguna jalan.</p> <p>Pos kamling khusus ini atas inisiatif masyarakat sendiri karena selama ini cukup sering terjadi kecelakaan kereta api diperlintasan yang tanpa disertai dengan palang pintu. "Ini masyarakat sendiri yang memiliki inisiatif untuk menekan kecelakaan lalulintas terutama diperlintasan kereta api. Mereka melakukannya secara swadaya dan bergantian dengan warga sekitar perlintasan," kata AKP Sugianto, Kasubbag Humas Polres Lumajang.</p> <p>Kata Sugianto lagi, langkah ini merupakan upaya positif yang digagas oleh warga sekitar perlintasan kereta api yang tanpa dilengkapi dengan palang pintu. Makanya, Polres Lumajang memberikan apresiasi positif terhadap inisiatif warga ini dan diharapkan bisa berdampak positif bagi kelancaran lalulintas selama lebaran.</p> <p>Untuk pengaturan berikut jam dari pos kamling khusus ini semuanya ditentukan oleh warga sendiri, karena warga setempat yang lebih tahu tentang jam kedatangan kereta api. "Intinya ikut memberitahu masyarakat kalau mau ada kereta lewat, soal bentuknya seperti apa, masyarakatlah yang lebih tahu," ujar Sugianto kemudian.</p> <p>Di Lumajang terdapat sejumlah ruas jalan yang menjadi perlintasan kereta api. Salah satunya di desa Ledok Tempuro Randuagung dan Ranu Pakis Klakah. Kedua tempat ini juga pernah menelan korban karena memang tanpa ada palang pintu dan tidak ada petugas yang menjaga.</p> "> Masyarakat Akan Dirikan Pos Kamling Perlinta...
  • "> Kepala Diknas : Wali Murid Harus Tahu Untuk ...
  • "> Biaya Daftar Ulang Saat Kenaikan Kelas Marak...
  • "> Amankan Pilpres, Polres Kerahkan Kekuatan Pe...

    Hukum

    Kajari Minta Pemkab Tidak Intervensi Dalam Kasus Korupsi DLH

    Selasa, 08 Juli 2014
    Kajari Minta Pemkab Tidak Intervensi Dalam Kasus Korupsi DLH <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:415px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Kedua tersangka ketika hendak dimasukkan kedalam Lapas Lumajang</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Dua tersangka kasus dugaan korupsi di tubuh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkab Lumajang akhirnya dijebloskan kedalam sel tahanan penjara Lapas Lumajang, karena kedua tersangka tersebut hingga kini tidak mau mengembalikan uang kerugian negara yang mencapai Rp. 176 juta.</p> <p>Setelah melalui proses panjang Kejaksaan Negeri (Kejari) Lumajang akhirnya menjebloskan Sulsum Wahyudi, SKM dan Ir. Hadi Chomsari tersangka dugaan korupsi di DLH Lumajang kedalam penjara, kedua tersangka diduga bersalah menyalahgunakan jabatannya yang mengakibatkan kerugian negara.</p> <p>Nurchoyin, SH, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Lumajang usai mengantan kedua tersangka ke Lapas Lumajang mengatakan hal ini dilakukan agar proses pemeriksaan terhadap kedua tersangka dapat berjalan cepat. “Selain itu kedua tersangka juga tidak mau mengembalikan kerugian negara,” katanya.</p> <p>Bukti kuat munculnya kerugian negara ini setelah pihak kejaksaan mengirimkan berkas perkara ini ke BPKP untuk dilakukan audit, dan hasil audit menyatakan adanya kerugian negara. Meskipun ada jaminan dari Bupati Lumajang terhadap kedua tersangka tersebut namun karena keduanya bersikukuh tidak mau mengembalikan kerugian negara maka keduanya tetap harus ditahan. “Inikan undang-undang tidak ada kaitannya dengan bupati, ini penegakkan hukum, maka kita kesampingkan itu,” ungkap Nurchoyin.</p> <p>Proses penahanan ini diawali dengan pemanggilan terhadap dua tersangka untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan dan penandatanganan berkas berita acara dan keduanya mengakui segala perbuatannya.</p> <p>Sedangkan untuk proses selanjutnya pihak kejaksaan berjanji akan memproses secepatnya dan setelah berkas penuntutan selesai maka akan langsung diserahkan ke pengadilan tipilor di Surabaya. “Untuk penahanan ini maksimal selama 20 hari, dan diperkirakan persidangan akan dimulai setelah hari raya,” ujar Nurchoyin.</p> <p>Untuk diketahui, kasus dugaan korupsi ini muncul setelah DLH melaksanakan proyek pengerjaan media jalan, taman dan air mancur di pertigaan Wonorejo yang menggunakan anggaran APBD tahun 2011-2012, saat itu Sulsum Wahyudi menjabat Kepala DLH dan saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang, sedangkan Hadi Chomsari saat itu diinformasikan sebagai PPTK DLH.</p> "> Dua Tersangka Kasus Dugaan Korupsi DLH Dijeb...
  • "> Jual Dextro, Pemuda Labruk Lor Dicokok Polis...
  • "> Kasus Dugaan Korupsi DLH Lumajang Segera Dil...
  • "> Dikemas Dalam Botol Air Meniral Bekas, Penju...

    Politik

    Herman Affandi : Kita Minta Relawan Prabowo Hatta Juga Tenang

    Jumat, 11 Juli 2014
    Herman Affandi : Kita Minta Relawan Prabowo Hatta Juga Tenang <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:480px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">foto ilustrasi</span></span>Wartalumajang.com </strong>– Kemenangan pasangan Jokowi-JK di Kabupaten Lumajang tidak membuat Tim Sukses dan Relawan istirahat dalam melakukan tugas-tugas sebagai Tim Sukses dan relawan. Wakil Sekretaris TimSes Jokowi-JK Kabupaten Lumajang H. Bukasan MP.d masih terus mengamankan perolehan suara hingga proses perhitungan selesai. Katanya, walaupun di Lumajang sudah menang melalui proses perthitungan sementara, namun pihaknya tetap melarang kepada simpatisan dan relawannya untuk mengekspresikan kemenangan ini dengan cara yang berlebihan.</p> <p>“Tugas kita belum selesai. Sekarang yang harus kita lakukan adalah mengamankan hasil perhitungan suara sampai ketingkat penghitungan resmi di KPU Lumajang nantinya. Bahkan kita sudah minta kepada seluruh saksi untuk mengamankan form C1, karena itu memang sebagai bukti kuat atas angka-angka perolehan suara pasangan Jokowi-JK di Lumajang,” kata Bukasan.</p> <p>Berkaitan dengan kemenangan pasangan Jokowi-JK ini, Bukasan meminta kepada seluruh pendukung pasangan Jokowi-JK untuk menahan diri, tidak melakukan konvoi kemenangan dan memilih diam sampai seluruh proses perhitungan selesai.</p> <p>“Kita sudah sampaikan kepada seluruh relawan untuk bisa menahan diri dan tidak melakukan konvoi sebagai bentuk kegembiraan. Karena Pak Jokowi sendiri sudah meminta kepada kita semua untuk diam sampai proses perhitungan di KPU selesai,” kata Bukasan kemudian.</p> <p>Dalam Pemilu Presiden yang berlangsung 9 Juli kemarin, pasangan Jokowi-JK berhasil menang di 16 Kecamatan dan hanya dilima kecamatan dimanasa pasangan Prabowo-Hatta menang. Lima lima kecamatan yang berhasil dimenangkan pasangan Prabowo Hatta adalah Kec. Klakah, Ranuyoso, Randuagung, Kedungjajang, dan Gucialit. Sedangkan 16 kecamatan lainnya, Jokowi unggul dengan selisih suara lebih dari 62 ribu suara.</p> "> TimSes Jokowi-JK Lumajang : Kita Amankan Per...
  • "> Relawan Jokowi-JK Bagikan Tabloid “Obor ...
  • "> BHT Yakin Dapat Menangkan Prabowo-Hatta di L...
  • "> Gerbong Hari Tanoe Diyakini Tak Pengaruhi Pe...

    Aneka Rupa

    Jelang Lebaran, Tiket Pendakian Semeru Laris Manis

    Sabtu, 26 Juli 2014
    Jelang Lebaran, Tiket Pendakian Semeru Laris Manis <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:314px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Prokalamtor Kemerdekaan RI Bung Karno</span></span>Wartalumajang.com</strong> - Dalam rangka memperingati hari lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni, dan juga memperingati kelahiran Sang Proklamator Soekarno yang jatuh pada tanggal 6 Juni, LSM Masyarakat Peduli Peninggalan Majapahit (MPPM) Timur mengadakan Pekan Bung Karno. Acara ini digelar mulai 1-6 Juni dan diisi dengan kegiatan nonton bareng bersama warga di sekitar situs-situs di Kabupaten Lumajang dan juga Bedah Buku mengenai Soekarno Muda oleh Piter Kasenda (Sejarahwan UNTAG Jakarta).</p> <p>Kegiatan Pekan Bung Karno ini dibuka dengan acara Nonton Bareng (Nobar) fimm Ketika Bung Di Ende bersama masyarakat di sekitar Situs Candi Betari Durga, Desa Kedungmoro, Kecamatan Kunir Kabupaten Lumajang Minggu (01/06/2014) pada pukul 19.00. Nobar yang diadakan di depan rumah pak Badeli ini dihadiri oleh Ratusan warga Desa Kedungmoro. Warga terlihat sangat antusias sekali melihat flim yang menceritakan bapak pendiri bangsa. Mulyono salah satu waga Desa Kedungmoro menuturkan bahwa warga sangat antusias sekali menonton flim yang bernuansa sejarah. Mulyono juga menambahkan bahwa warga akan sangat senang jika nantinya tiap momentum hari bersejarah diadakan nonton bareng.</p> <p>Ketua MPPM Timur Mansur Hidayat mengatakan, Pekan Bung Karno ini bertujuan untuk lebih mengenal hari lahir Pancasila kepada masyarakat umum. “Pancasila sebagai dasar negara harus diketahui oleh masyarakat bagaimana sejarah dan proses lahirnya. Pancasila merupakan suatu dasar negara yang berdasarkan pada keBhinekaaan baik agama, suku dan ras yang selama ini semakin kabur,” kata Mansur Hidayat.</p> <p>Mansur juga menuturkan bahwa nanti nobar Ketika Bung di Ende ini akan juga dilakukan di Randu Agung dan Senduro dimana dikedua tempat tersebut ada dua situs-situs bersejarah yaitu Candi Randu Agung dan Situs Kandangan.</p> "> MPPM Timur Peringati Pekan Bung Karno Dengan...
  • "> Atlit Catur Junior Lumajang Raih Peringkat D...
  • "> Ramainya JLT di Malam Minggu...
  • "> Berangkat Dengan Dana Sendiri Atlit Catur Lu...

    Peristiwa

    Jalan PB. Sudirman Jadi Jalan Terpadat Jelang Idul Fitri

    Rabu, 23 Juli 2014
    Jalan PB. Sudirman Jadi Jalan Terpadat Jelang Idul Fitri <p><strong> </strong></p> <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:336px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Rumah tempat korban tersengat listrik</span></span>Wartalumajang.com </strong>– Nasib sial dialami dua kuli bangunan yang tengah menggarap rumah milik Agus yang ada di jalan Raya Panjaitan no. 60 Citrodiwangsan Lumajang, saat tengah merenovasi rumah tersebut Avan dan Sodik, warga Desa Boreng Kecamatan Lumajang tersengat listrik hingga satu diantaranya terpental dan terjatuh dari atap rumah.</p> <p>Saat itu Sodik yang tengah melakukan pekerjaan renovasi rumah tersebut sedang membenahi bagian atap bangunan, sedangkan dua rekannya menunggu dibawah. Salah satu rekannya merasa curiga karena tidak terdengar suara aktivitas Sodik, sehingga ia minta kepada Avan untuk melihat keatas.</p> <p>Setelah dilihat keatas, nampak Sodik tengah dalam kondisi berkelojotan tersengat listrik, melihat kondisi tersebut Avan bermaksud menolong, namun karena tidak dibekali dengan pengetahuan yang cukup soal kelistrikan akhirnya Avan juga ikut tersengat listrik, bahkan dia juga terpental dari atap bangunan.</p> <p>Kejadian yang terjadi pagi ini, Rabu (23/7), sekira pukul 08.00 Wib sempat membuat warga sekitar geger hingga keluar dari rumah. Mendapat informasi kejadian tersebut, petugas dari Polres Lumajang segera meluncur ke lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP, bahkan Kapolres Lumajang AKBP Singgamata, SIK, yang juga tiba dilokasi kejadian langsung ikut membantu menurunkan korban dari atap atau genting rumah tersebut.</p> <p>Usai evakuasi kedua korban, AKBP Singgamata kepada sejumlah wartawan mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman soal kejadian tersebut apakah ada unsur kelalaian atau kecelakaan murni. “Ada dua korban yang tersengat listrik dan saat dilokasi keduanya masih hidup,” katanya.</p> <p>Informasi yang diperoleh media ini menyebutkan satu diantara dua korban tersebut yaitu Avan dinyatakan meninggal dunia ketika dalam perjalanan menuju ke rumah sakit, sementara satu korban lagi hingga berita ini ditulis dalam kondisi kritis.</p> "> 2 Kuli Bangunan Tersengat Listrik, Satu Dian...
  • "> Warga Lumajang Antusias Ikuti Penetapan Hasi...
  • "> Jelang Pengumuman Pilpres 2014 Polisi dan TN...
  • "> Hadirkan Ketua PWI Jatim, Humas Pemkab Gelar...

    Wisata Budaya

    Sejarawan Asal Belanda Harry Poeze, Kunjungi Situs Biting

    Rabu, 12 Pebruari 2014
    Sejarawan Asal Belanda Harry Poeze, Kunjungi Situs Biting <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:216px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Salah satu temuan di Desa Kedungmoro Kec. Kunir</span></span>Wartalumajang.com</strong> - Aliansi Masyarakat Pelestari Sejarah (AMPAS) Lumajang menilai Lumajang memiliki peninggalan sejarah yang sangat besar dan beragam. Namun sejumlah peninggalan sejarah tersebut hingga saat ini belum dikembangkan secara serius oleh Pemkab Lumajang, bahkan terkesan diabaikan sehingga merugikan kepentingan masyarakat yang wajib tahu tentang sejarah dan masa lalu Lumajang.</p> <p>Hal ini disampaikan Koordinator AMPAS Lumajang Lutfia Amerta, hari ini, kamis (30/1). Dalam kesempatan yang sama Lutfi menyatakan keinginannya agar situs-situs peninggalan sejarah diselamatkan seperti yang sudah dilakukan terhadap situs Biting Kutorenon Lumajang. Beberapa situs lainnya yang diharapkan bisa diselamatkan adalah penemuan Candi Betari Durga didesa Kedungmoro Kecamatan Kunir Lumajang.</p> <p>Terhadap peninggalan ini, AMPAS berharap agar dilakukan ekskavasi sehingga menjadi informasi penting yang bisa diakses oleh masyarakat luas. Dalam kesempatan yang sama Lutfi yang juga Sekretaris MPPM Timur berharap agar Pemkab secara serius melakukan penyelamatan tempat-tempat bersejarah di Lumajang yang diantaranya bisa dilakukan dengan cara mengalihkan pembangunan Perumnas Biting kewilayah diluar kawasan situs.</p> <p>Tuntutan lainnya antara lain, mendorong situs Biting menjadi Kawasan cagar budaya nasional sebagai kebanggaan masyarakat Lumajang dan kebanggaan masyarakat Tapal Kuda (bekas ibukota kerajaan Lumajang Tigang Juru). AMPAS juga berharap agar pemkab Lumajang mememuhi janjinya dan memberi fasilitas untuk melakukan penelitian dan ekskavasi Candi Betari Durga Di Desa Kedungmoro Kecamatan Kunir.</p> <p>Lufti juga menyatakan harapannya agar pemerintah memberikan kompensasi kepada masyarakat pemilik tanah dan penemu situs sehingga ada kejelasan nasib mereka sesuai dengan UU Cagar Budaya.</p> <p>Sebelumnya Ketua Bappekab Lumajang Ir. Indah Amperawati menyatakan bahwa Pemkab sudah merencanakan untuk membangun sebuah museum peninggalan sejarah Lumajang yang akan ditempatkan di kompleks KWT Lumajang.</p> "> AMPAS Tuding Pemkab Abaikan Peninggalan Seja...
  • "> MPPM Timur Gelar Malam Padang Rembulan dan K...
  • "> Rumah Budaya Nusantara Pentaskan Sendra Tari...
  • "> Pemkab Lumajang Lamban, Situs Biting Akhirny...

    Mansur Hidayat, Ketua MPPM TimurMansur Hidayat, Ketua MPPM TimurWartalumajang.com - Situs Biting terletak di Dusun Biting, Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang. Situs ini adalah suatu kawasan bekas ibu kota kerajaan Nusantara yang dikelilingi oleh 3 sungai besar (Bondoyudo di utara, Ploso di barat, Bodang di timur) dan 1 sungai buatan Cangkring di selatan. Di sisi dalam sungai-sungai tersebut dapat diketemukan benteng yang melingkari dengan ketebalan bervariasi antara 3-6 meter, tinggi antara 6-10 meter dan panjang melingkarinya antara 8-10 kilo meter. Dengan ketebalan dan panjangnya dapat dikatakan bahwa situs ini merupakan situs terbesar dan terpanjang di Indonesia. Dari sisi arsitektur, situs ini merupakan contoh benteng lokal Nusantara.

    Situs Biting ini diketemukan pertama kali oleh J Mageman pada tahun 1861 dan kemudian di teliti ulang oleh A. Muhlenfeld pada tahun 1920. Menurut penelitian Balai Arkeologi Yogyakarta yang dimulai tahun 1982-1991, kawasan Situs Biting memiliki luas 135 hektar yang mencakup 6 blok/area yaitu blok keraton seluas 76,5 ha, blok Jeding (Taman Sari) 5 ha, blok Biting 10,5 ha, blok Randu 14,2 ha, blok Salak 16 ha, dan blok Duren 12,8 ha. Di blok-blok tersebut, kita dapat diketemukan kawasan pemukiman, kawasan pemandian atau Taman sari dan kawasan peribadatan. Begitu kayanya akan benda-benda bersejarah, di kawasan ini banyak ditemukan bersebaran artefak-artefak seperti keramik cina dari aabd ke-12 sampai 16, gerabah kuno maupun batu bata kuno.

    Menurut catatan sejarah, Lamajang merupakan suatu wilayah yang cukup penting sejak jaman kerajaan Kediri pada abad ke 12 dan kerajaan Singosari pada abad ke-13. Setelah Singosari runtuh dan awal berdirinya kerajaan Majapahit, dalam beberapa catatan kuno seperti Prasasti Kudadu yang kemudian diperkuat oleh Babad Negara Kertagama, Babad Pararaton, Kidung Harsawijaya, Kidung Ranggalawe, Kidung Panji Wijayakrama dan Kidung Sorandaka, diberitakan bahwa Adipati Sumenep Arya Wiraraja dan Raden Wijaya mengadakan perjanjian kerja sama untuk membagi pulau Jawa menjadi 2 wilayah yang sama besar. Setelah kemenangan besar atas Prabu Jayakatwang di Kediri dan pengusiran tentara Tar Tar pada tahun 1292 Masehi, maka setahun kemudian pada 10 Nopember 1293 Masehi berdirilah 2 kerajaan besar yaitu Majapahit di sebelah barat dengan raja Raden Wijaya atau Kertarajasa Jayawardana dan Lamajang Tigang Juru dengan raja yaitu Arya Wiraraja. Dalam runutan sejarahnya salah satu putra Arya Wiraraja yang bernama Mpu Nambi telah membuat benteng besar di Pajarakan sebagai pertahanan ketika Majapahit hendak menyerang Lamajang Tigang Juru.

    Secara pasti, kita tidak mengetahui siapa pendiri dari benteng tersebut. Namun berdasar runutan sejarah dan bukti-bukti arkeologi yang mengatakan bahwa benteng dan pemukimannya dibangun pada sekitar abad ke-14, maka terdapat kesimpulan awal bahwa benteng ini dibangun pada masa Arya Wiraraja dan kemudian dilanjutkan oleh para penerusnya seperti Mpu Nambi dan seterusnya. Hal ini juga diperkuat oleh survey lapangan MPPM Timur di mana banyak batu bata di kawasan situs ini yang bermotif clurit dan juga terdapat kesamaan istilah ketika menyebut menara pengintai di situs Batu Putih di Sumenep dengan nama “Pengongakan” dan di situ Biting dengan nama “Pengungakan”. Hal ini penting untuk dijelaskan supaya sejarah Indonesia mengetahui bahwasanya kawasan ini bukan merupakan peninggalan kerajaan Majapahit, tetapi menunjuk pada penguasa lokal sebagai pemangku kepentingan yang seungguhnya.

    Dalam kaca mata pelestarian, “Pengupasan” dinding benteng ini sangat penting dilakukan supaya dapat menunjukkan buktinya nyata peninggalan sejarah yang ada di Kabupaten Lumajang kepada masayarakat Lumajang pada khususnya dan Indonesia pada umumnya. Perwujudan bukti terhadap situs ini sangat penting dikarenakan selama ini sejarah Indonesia kurang mengenalkan peninggalan-peninggalan kuno di bekas wilayah kerajaan Lamajang Tigang Juru yang meliputi Kabupaten Lumajang pada khususnya dan Kawasan Tapal Kuda pada umunya.

    Kawasan Situs Biting yang menurut kajian akademis merupakan Kawasan Lindung Budaya sendiri cenederung diterlantarkan dengan dibangunnya Perumahan Nasional yang meliputi 15 Hektar areal situs pada tahun 1996. Pada awal tahun 2011 setelah ada advokasi Lembaga Swadaya Masyarakat bernama Masyarakat Peduli Peninggalan Majapahit Timur (MPPM Timur) pemerintah Kabupaten Lumajang sebenarnya telah membentuk Tim peletarian dan Perlindungan Cagar Budaya Kabupaten Lumajang dengan SK Bupati 188.45/41/427.12/2011 tanggal 23 Februari 2011 yang kemudian menghasilkan rekomendasi untuk melindungi Situs Biting sebagai Kawasan Cagar Budaya. Disamping itu Kementrian Sekretariat Negara juga telah mengirimkan surat kepada Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Direktorat Jendral Sejarah dan Purbakala, Direktorat Peninggalan Purbakala dan Kepala Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Timur dengan surat B-335/Kemsetneg/D-3/Ormas-LSM/SR.02/11/2011 pada tanggal 2 Novemver 2011 yang meminta penanganan masalah Situs Biting sebagaimana laporan dari LSM MPPM Timur. Tindak lanjut daripada hal tersebut, Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Timur melalui surat KS.002/0672/BP3JT/KPK/2012 menurunkan Tim Verivikasi untuk melakukan langkah pendataan Cagar Budaya Kabupaten Lumajang termasuk dengan prioritas Situs Biting.

    Namun dalam perkembangannya, pemerintah Kabupaten Lumajang belum menujukkan langkah-langkah nyata pelestarian kawasan ini. Bahkan yang lebih menyedihkan, pada sekitar 6 bulan lalu, Perumnas Biting indah melakukan pembangunan perumahan kembali dengan merusak benteng barat yang dilindungi berdasarkan surat rekomendasi Tim Pelesatrian dan Pelindungan Cagar Budaya Kabupaten Lumajang. LSM MPPM Timur sebenarnya sudah melayangkan surat protes ini ke Pemerintah Kabupaten Lumajang, namun sampai sekarang belum ada langkah-langkah nyata untuk mencegah perusakan oleh Perumnas Biting tersebut.

    Sebagai kesimpulan, pengupasan dinding benteng ini sangat diperlukan untuk menunjukkan kepada masyarakat Lumajang akan situs bersejarah kebanggaannya dan kepada Pemerintah Kabupaten Lumajang bahwa semua kalangan baik pelajar, mahasiswa, pemuda, akademisi, peneliti maupun berbagai kalangan masyarakat baik di Lumajang maupun di Indonesia menginginkan bahwa Kawasan Situs Biting dalam keadaan darurat untuk dilindungi dan dilestarikan.

    Berdasarkan pertimbangan akademis sesuai dengan penelitian Balai Arkeologi Yogyakarta dan hasil Tim Verivikasi Cagar Budaya BP3 Jawa Timur dimana Situs Biting adalah suatu Situs yang mempunyai ukuran Nasional dan sekarang sedang dalam keadaan darurat karena adanya perusakan massif, maka Masyarakat Peduli Peninggalan Majapahit Timur meminta Pemerintah Pusat dalam hal ini Pemerintah Republik Indonesia untuk menetapkan secara langsung Situs Biting sebagai Kawasan Situs Nasional sebagaimana Kawasan Situs Trowulan, Kawasan Situs Candi Muara jambi dan Kawasan Gunung Padang.

    Sumber : Press Realese MPPM Timur

     

     

     

    Web Designer