Halaman Facebook Twitter Warta Lumajang Langganan Berita
Tahun Ini Lumajang Targetkan Jalan Hotmix Sepanjang 100 KM
Senin, 01 September 2014 14:48 WIB
Wartalumajang.com - Dalam tahun 2014 ini Pemkab Lumajang mentargetkan bisa menyelesaikan 100 km jalan Kabupaten. Ini dilakukan agar beberapa tahun kedepan seluruh ruas jalan Kabupaten di Lumajang bisa terselesaikan dengan. Dari Dinas PU Lumajang diperoleh informasi bahwa sampai akhir tahun ini bisa...
Ketahuan Merampok, Pemilik Rumah Dibondet
Jumat, 29 Agustus 2014, 19:01 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com – Aksi pelemparan bondet kembali terjadi diwilayah Lumajang, berbeda dengan kejadian beberapa hari l [ ... ]

BBM Langka, Pedagang Pasar Baru Menjerit
Kamis, 28 Agustus 2014, 18:19 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com – Dampak kelangkaan BBM yang melanda hampir diseluruh Nusantara juga berimbas kepada para pedagan [ ... ]

Ir. Anung Widiarto MM : Kalau Memang B29 Milik Lumajang, Probolinggo Ikhlas Kok
Kamis, 28 Agustus 2014, 15:25 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com – Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Kabupaten Probolinggo Ir. H. Anung Widiarto, MM. menyatakan pi [ ... ]

Saling Klaim B29, Lumajang-Probolinggo Sepakat Putuskan Batas Wilayah Melalui GPS
Kamis, 28 Agustus 2014, 14:49 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com – Saling Klaim antara Probolinggo dan Lumajang atas destinaty wisata Puncak B29, yang sering pula di [ ... ]

Kamis, 28 Agustus 2014 14:49
Saling Klaim B29, Lumajang-Probolinggo Sepakat Putuskan Batas Wilayah Melalui GPS
Wartalumajang.com – Saling Klaim antara Probolinggo dan Lumajang atas destinaty wisata Puncak B29, yang sering pula disebut sebagai negeri diatas awan, akhirnya ditengahi oleh Pemerintah Propinsi Jawa Timur. Sejumlah pejabat pe...

Aspirasi

Kamis, 05 Juni 2014 19:14
Jelang Pilpres, Perang Dimedia Jejaring Sosial Berlangsung Sengit
Biasanya menjelang perhelatan Piala Dunia, hiruk pikuk penggila bola mulai mengemuka. Namun perhelatan akbar dicabang olahraga paling popular ini sepe...

Birokrasi

Tahun Ini Lumajang Targetkan Jalan Hotmix Sepanjang 100 KM

Senin, 01 September 2014
Tahun Ini Lumajang Targetkan Jalan Hotmix Sepanjang 100 KM <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:336px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Ir. H. Anung Widiarto, Kepala Dinas Budaya Dan Pariwisata Kab. Probolinggo</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Kabupaten Probolinggo Ir. H. Anung Widiarto, MM. menyatakan pihaknya tidak pernah melakukan klaim terhadap puncak B29 yang fenomenal itu. Anung juga menyangkal kalau dinas yang dipimpinnya pernah pernah melakukan prmosi dalam bentuk iklan untuk menarik minat wisatawan untuk datang ke Puncak B29 melalui Probolingo. Anung bahkan menyatakan, bahwa nama B29 hanya ciptaan saja, sementara dalam PP. No. 45 tahun 2012 tidak ada istilah B29 itu.</p> <p>Usai mengadakan pertemuan yang difasilitasi oleh Pemerintah Propinsi Jawa Timur hari ini, Anung menyatakan bahwa masalah B29 tinggal menunnggu waktu saja untuk ditentukan akan masuk Lumajang atau Probolinggo. “Nggak pernah mas kita klaim itu. Tapi memang wartawan kadang-kadang tertarik kepada masalah ini. Kan beritanya bisa part1, part2 (Bersambung=red) dan seterusnya,” kata Anung hari ini, Kamia (28/8) di Lobby Pemkab Lumajang.</p> <p>Anung kemudian member contoh Wisata Bromo yang bisa masuk dari mana saja, bisa dari Lumajang, bisa dari Probolinggo bahkan Malang. “Kita tidak ada keinginan ini punya siapa, contoh gunung Bromo bisa datang dari mana saja. Bisa dari Lumajang, Probolinggo dan Malang. Jadi klaim-klaiman itu sebenarnya tidak ada,” kata Anung kemudian.</p> <p>Kata Anung yang akan dilakukan kedua kabupaten ini hanya untuk menentukan wilayah itu masuk Kabupaten Lumajang atau Probolingo. Sedang untuk pengelolaan sebenarnya masih harus bekerjasama dengan pihak Perhutani. “Kita ini kan hanya ingin mengembangkan saja. Kalau wilayah yang sebenarnya kan milik Perhutani. Kita hanya bisa kerjasama saja,” jelas Anung.</p> <p>Anung juga menyatakan Iklas, jika dalam pengukuran yang akan dilakukan, jumat (29/8), ternyata puncak yang disengketakan ini adalah milik dari Lumajang. “Ya Ikhlaslah,” katanya kepada wartawan.</p> <p>Sementara Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Kabupaten Lumajang Drs. Gawat Sudarmanto juga menyatakan hal serupa. Soal B29 pihaknya sudah kesepakatan dengan Pemkab Probolinggo. "Kita sudah ada kesepakatan kok, sekarang bisa dilihat kesepakatannya," kata Gawat yang duduk berdampingan dengan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Probolinggo Ir. H. Anung Widiarto, MM.</p> "> Ir. Anung Widiarto MM : Kalau Memang B29 Mil...
  • "> Nasib Rusunawa Masih Menunggu Penyerahan Dar...
  • "> 4 Mobdin Dewan Belum Dikembalikan...
  • "> Redaksi KUA-PPAS Tahun 2015 Ketahuan Copy Pa...

    Hukum

    3 Kali Mangkir Dari Panggilan Polisi, Bos PT. Victory Jadi DPO

    Kamis, 14 Agustus 2014
    3 Kali Mangkir Dari Panggilan Polisi, Bos PT. Victory Jadi DPO <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:352px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Ilustrasi</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Sejumlah kasus besar termasuk kasus korupsi akan kembali dibuka pasca lebaran ini. Setidaknya pemeriksaan itu akan dilakukan terhadap sejumlah kasus korupsi yang sempat terhenti selama puasa dan lebaran. Aparat yang berwenang akan kembali memanggil sejumlah saksi termasuk tersangka sejumlah kasus korupsi di Lumajang. Informasi yang berhasil kami himpun dari Unit Pidana Khusus Polres Lumajang, sejumlah kasus besar yang sedang ditangani Polres Lumajang akan segera dilanjutkan pemeriksaannya.</p> <p>Bahkan kabarnya ada sejumlah kasus baru yang akan melibatkan birokrasi di Lumajang yang akan segera memasuki tahapan pemanggilan saksi-saksi setelah lebaran. “Kita tinggal menunggu jadwal pemanggilan saja, InsyaAllah setelah hari raya ini,” kata sumber kami di Polres Lumajang.</p> <p>Belakangan Polres Lumajang sedang memeriksa kasus pasir besi dan sejumla kasus lainnya. Sedangkan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur pernah datang ke Lumajang untuk memeriksa belasan pejabat pemkab terkait pasir besi. Sayangnya, sampai sekarang kasus ini belum terdengar kelanjutannya. Kabarnya, pemanggilan lanjutan terhadap belasan pejabat Pemkab Lumajang ini dilanjutkan di Kejaksaan Tinggi di Surabaya.</p> <p>Kejaksaan Negeri Lumajang sendiri pernah memanggil sejumlah orang terkait dengan kasus P2SEM dan proyek kelistrikan di Lumajang. Namun lagi-lagi masalah ini tak terdengar lagi kabarnya. Pada dua kasus ini, menurut informasi yang berhasil kami himpun dari Kejaksaan Negeri Lumajang masih menunggu hasil audit dari BPKP, namun audit yang ditunggu tersebut hingga sekarang masih belum kunjun datang.</p> <p>“Kami masih menunggu hasil audit dari BPKP mas, dan sampai sekarang memang belum ada. Makanya prosesnya agak lambat,” kata sumber kami di Kejaksaan Negeri Lumajang, yang untuk sementara namanya tidak mau dimediakan.</p> "> Pasca Lebaran Sejumlah Kasus Korupsi Akan ...
  • "> Kajari Minta Pemkab Tidak Intervensi Dalam K...
  • "> Dua Tersangka Kasus Dugaan Korupsi DLH Dijeb...
  • "> Jual Dextro, Pemuda Labruk Lor Dicokok Polis...

    Politik

    Sakitnya Bupati Berimbas Pada Partai Demokrat Lumajang

    Jumat, 22 Agustus 2014
    Sakitnya Bupati Berimbas Pada Partai Demokrat Lumajang <p><strong>W</strong><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:351px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">KPU ketika membongkar kotak suara di Hotel Amanda</span></span></strong><strong>artalumajang.com</strong> – Sesuai dengan instruksi KPU pusat dalam surat tertanggal 11 Agustus yang meminta seluruh KPU kabupaten/kota untuk membuka kotak suara dan mengambil form yang dibutuhkan KPU dalam proses persidangan di MK, KPU Lumajang kemarin, Selasa (12/8), kembali membuka kotak suara yang ada di gudang Hotel Amanda Lumajang.</p> <p>Meskipun kemarin selama dua hari tanggal 9 dan 10 sudah dilakukan pembukaan kotak suara untuk 106 TPS, namun karena ini perintah dari KPU pusat demi kelancaran proses persidangan di MK maka KPU Lumajang harus membuka 1.762 kotak suara.</p> <p>Ridhol Mujib, Komisioner KPU Lumajang Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Pengembangan Informasi ketika ditemui sejumlah wartawan dilokasi pebongkaran mengatakan pembongkaran ini merupakan instruksi dari KPU pusat untuk mengambil form data A5, DPTb, DPKTb dan AT Khusus. “Ini sesuai dengan surat edaran dari KPU pusat nomor 1468/KPU/VIII/2014 tertanggal 11 Agustus kemarin,” katanya.</p> <p>Perintah pembongkaran ini diberlakukan bagi seluruh TPS, sedangkan jumlah TPS yang ada di Kabupaten Lumajang sebanyak 1.762 TPS, namun untuk 106 TPS yang sudah diambil datanya dua hari lalu hal itu tidak dilakukan karena berkas datanya sudah dikirim ke Jakarta. “Jadi semua kotak suara dibuka untuk mengambil form yang sudah ditentukan oleh KPU pusat,” imbuh Ridhol Mujib.</p> <p>Untuk mekanisme pengirimannya nanti beda dengan form data yang dibongkar dua hari lalu, untuk saat ini form datanya dikirim melalui internet setelah sebelumnya di scan terlebih dahulu, sedangkan form data 106 TPS sebelumnya dikirim dalam bentuk aslinya.</p> <p>Sementara itu Ketua Panwaslu Lumajang, Didik Almashudi ketika dikonfirmasi dilokasi pembongkaran mengatakan proses pembongkaran ini merupakan bentuk persiapan KPU dalam menghadapi proses persidangan di MK. “Jadi jika sewaktu-waktu dibutuhkan pihak KPU sudah siap,” katanya.</p> <p>Namun Didik menyayangkan proses pembongkaran kotak suara ini harus dilakukan KPU Lumajang, padahal saat rekapitulasi hasil Pilpres 16 Juli lalu Panwaslu sudah merekomendasikan untuk membuka kotak suara agar autentifikasi data yang ada bisa sesuai. “Jika saat itu KPU mau mengindahkan rekomendasi kami mungkin proses pembongkaran ini tidak akan terjadi di Lumajang,” pungkasnya.</p> "> KPU Lumajang Kembali Membongkar 1.762 Kotak ...
  • "> Penuhi Ketetapan MK, KPU Lumajang Bongkar Ra...
  • "> Herman Affandi : Kita Minta Relawan Prabowo ...
  • "> TimSes Jokowi-JK Lumajang : Kita Amankan Per...

    Aneka Rupa

    Petasan Belum Bisa Dipisahkan Dari Tradisi Idul Fitri

    Jumat, 01 Agustus 2014
    Petasan Belum Bisa Dipisahkan Dari Tradisi Idul Fitri <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:448px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Gunung Semeru Lumajang</span></span>Wartalumajang.com</strong> - Menjelang lebaran Idul Fitri 1435 H minat pendaki Semeru kian meningkat. Jika pada hari biasa hanya ada 50 pendaki, jelang lebaran ini pendakian sudah 200 lebih pendaki yang mendaftarkan diri secara online.</p> <p>Kepala Taman Nasional Tengger Semeru (TNBTS) Ayu Dwi Utari, mengatakan, jumlah ini memang meningkat dari hari biasanya, namun tetap lebih kecil dibandingkan dengan lebaran tahun lalu. "Tahun lalu jumlah pendaki saat lebaran lebih banyak, sekarang agak berkurang karena pendaki banyak yang memilih mendaki saat agustus nanti," kata wanita yang akrab dipanggil bu Ayu tersebut.</p> <p>Untuk memberikan rasa aman kepada pendaki selama lebaran pihak TNBTS menambah tenaga lebih banyak dari biasanya. Untuk pendakian yang melalui Malang disiapkan 50 personil, sedangkan pendaki yang melalui Lumajang disiapkan 30 tenaga yang akan mengarahkan pendaki Semeru.</p> <p>Dijelaskan pula, jumlah 200 pendaki itu adalah mereka yang membeli tiket secara online. Jumlah ini diperkirakan akan terus meningkat karena sebagian langsung datang kelokasi.</p> <p>Selain lebaran ini Puncak Semeru kemungkinan masih akan terus dibanjiri pendaki saat agustusan nanti. Karena pada saat agustusan ada tradisi upacara agustusan di Puncak Semeru. Kondisi Semeru yang relativ aman untuk dijelajahi pendaki kemungkinan akan terus mendorong meningkatnya jumlah pendaki saat agustusan nanti.</p> "> Jelang Lebaran, Tiket Pendakian Semeru Laris...
  • "> MPPM Timur Peringati Pekan Bung Karno Dengan...
  • "> Atlit Catur Junior Lumajang Raih Peringkat D...
  • "> Ramainya JLT di Malam Minggu...

    Peristiwa

    Ketahuan Merampok, Pemilik Rumah Dibondet

    Jumat, 29 Agustus 2014
    Ketahuan Merampok, Pemilik Rumah Dibondet <p><strong> </strong></p> <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:448px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Salah satu pedagang ayam potong di Pasar Baru Lumajang</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Dampak kelangkaan BBM yang melanda hampir diseluruh Nusantara juga berimbas kepada para pedagang khsusunya pedagang yang ada di pasar Baru Lumajang, selain karena biaya perjalanan yang meningkat akibat harga bensin ditingkat eceran yang melambung tinggi juga karena harga kulakan atau pembelian sejumlah dagangan pada tingkat agen juga mengalami kenaikan.</p> <p>Para pedagang mengaku keuntungan yang diperoleh sejak kelangkaan BBM ini semakin menyusut, pasalnya harga kulakan naik sedangkan mereka tidak berani menaikkan harga kepada konsumen dengan alasan takut konsumennya beralih.</p> <p>Sofi, salah satu pedagang ayam potong di pasar Baru Lumajang ketika dikonfirmasi media ini mengaku jika harga ayam potong awalnya dikisaran Rp. 22 ribu perekor, namun akibat kelangkaan BBM ini dirinya harus kulakan dengan harga Rp 25 ribu perekor, sedangkan dirinya menjual kepada konsuen masih tetap dikisaran Rp. 30 ribu perekor. “Saya nggak berani menaikkan mas, bisa lari pelanggan saya nanti,” katanya.</p> <p>Sementara itu Sunar, salah satu pengusaha selep tepung di pasar tersebut juga mengaku jika omsetnya mengalami penurunan sekitar 20 persen dibanding sebelum adanya kelangkaan BBM, selain itu dia juga kesulitan mencari BBM sebegai bahan bakar selepnya. “Omset turum mas, biasanya sehari saya dapat Rp. 80 ribu sekarang ya sekitar Rp. 50 – 60 ribu,” ungkapnya.</p> <p>Selain kedua pedagang tersebut, imbas dari kelangkaan BBM juga dirasakan sejumlah pedagang yang ada di pasar Baru Lumajang seperti pedagang ikan laut, daging, telur serta sejumlah pedagang sayur mayur.</p> <p>Hampir senada para pedagang ini berharap kepada pemerinah agar segera mengambil kebijakan agar kelangkaan BBM ini tidak berlangsung lama. “Kalau begini terus bisa rugi kami mas,” pungkas Sunar.</p> "> BBM Langka, Pedagang Pasar Baru Menjerit...
  • "> Eceren Bensin Capai Rp. 8 Ribu, Antrian Di S...
  • "> Aksi Teatrikal Batalyon 527 Buat Penonton Te...
  • "> Pelantikan Dewan Lumajang Diwarnai Aksi Demo...

    Wisata Budaya

    Sejarawan Asal Belanda Harry Poeze, Kunjungi Situs Biting

    Rabu, 12 Pebruari 2014
    Sejarawan Asal Belanda Harry Poeze, Kunjungi Situs Biting <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:216px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Salah satu temuan di Desa Kedungmoro Kec. Kunir</span></span>Wartalumajang.com</strong> - Aliansi Masyarakat Pelestari Sejarah (AMPAS) Lumajang menilai Lumajang memiliki peninggalan sejarah yang sangat besar dan beragam. Namun sejumlah peninggalan sejarah tersebut hingga saat ini belum dikembangkan secara serius oleh Pemkab Lumajang, bahkan terkesan diabaikan sehingga merugikan kepentingan masyarakat yang wajib tahu tentang sejarah dan masa lalu Lumajang.</p> <p>Hal ini disampaikan Koordinator AMPAS Lumajang Lutfia Amerta, hari ini, kamis (30/1). Dalam kesempatan yang sama Lutfi menyatakan keinginannya agar situs-situs peninggalan sejarah diselamatkan seperti yang sudah dilakukan terhadap situs Biting Kutorenon Lumajang. Beberapa situs lainnya yang diharapkan bisa diselamatkan adalah penemuan Candi Betari Durga didesa Kedungmoro Kecamatan Kunir Lumajang.</p> <p>Terhadap peninggalan ini, AMPAS berharap agar dilakukan ekskavasi sehingga menjadi informasi penting yang bisa diakses oleh masyarakat luas. Dalam kesempatan yang sama Lutfi yang juga Sekretaris MPPM Timur berharap agar Pemkab secara serius melakukan penyelamatan tempat-tempat bersejarah di Lumajang yang diantaranya bisa dilakukan dengan cara mengalihkan pembangunan Perumnas Biting kewilayah diluar kawasan situs.</p> <p>Tuntutan lainnya antara lain, mendorong situs Biting menjadi Kawasan cagar budaya nasional sebagai kebanggaan masyarakat Lumajang dan kebanggaan masyarakat Tapal Kuda (bekas ibukota kerajaan Lumajang Tigang Juru). AMPAS juga berharap agar pemkab Lumajang mememuhi janjinya dan memberi fasilitas untuk melakukan penelitian dan ekskavasi Candi Betari Durga Di Desa Kedungmoro Kecamatan Kunir.</p> <p>Lufti juga menyatakan harapannya agar pemerintah memberikan kompensasi kepada masyarakat pemilik tanah dan penemu situs sehingga ada kejelasan nasib mereka sesuai dengan UU Cagar Budaya.</p> <p>Sebelumnya Ketua Bappekab Lumajang Ir. Indah Amperawati menyatakan bahwa Pemkab sudah merencanakan untuk membangun sebuah museum peninggalan sejarah Lumajang yang akan ditempatkan di kompleks KWT Lumajang.</p> "> AMPAS Tuding Pemkab Abaikan Peninggalan Seja...
  • "> MPPM Timur Gelar Malam Padang Rembulan dan K...
  • "> Rumah Budaya Nusantara Pentaskan Sendra Tari...
  • "> Pemkab Lumajang Lamban, Situs Biting Akhirny...

    Mansur Hidayat, Ketua MPPM TimurMansur Hidayat, Ketua MPPM TimurWartalumajang.com - Situs Biting terletak di Dusun Biting, Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang. Situs ini adalah suatu kawasan bekas ibu kota kerajaan Nusantara yang dikelilingi oleh 3 sungai besar (Bondoyudo di utara, Ploso di barat, Bodang di timur) dan 1 sungai buatan Cangkring di selatan. Di sisi dalam sungai-sungai tersebut dapat diketemukan benteng yang melingkari dengan ketebalan bervariasi antara 3-6 meter, tinggi antara 6-10 meter dan panjang melingkarinya antara 8-10 kilo meter. Dengan ketebalan dan panjangnya dapat dikatakan bahwa situs ini merupakan situs terbesar dan terpanjang di Indonesia. Dari sisi arsitektur, situs ini merupakan contoh benteng lokal Nusantara.

    Situs Biting ini diketemukan pertama kali oleh J Mageman pada tahun 1861 dan kemudian di teliti ulang oleh A. Muhlenfeld pada tahun 1920. Menurut penelitian Balai Arkeologi Yogyakarta yang dimulai tahun 1982-1991, kawasan Situs Biting memiliki luas 135 hektar yang mencakup 6 blok/area yaitu blok keraton seluas 76,5 ha, blok Jeding (Taman Sari) 5 ha, blok Biting 10,5 ha, blok Randu 14,2 ha, blok Salak 16 ha, dan blok Duren 12,8 ha. Di blok-blok tersebut, kita dapat diketemukan kawasan pemukiman, kawasan pemandian atau Taman sari dan kawasan peribadatan. Begitu kayanya akan benda-benda bersejarah, di kawasan ini banyak ditemukan bersebaran artefak-artefak seperti keramik cina dari aabd ke-12 sampai 16, gerabah kuno maupun batu bata kuno.

    Menurut catatan sejarah, Lamajang merupakan suatu wilayah yang cukup penting sejak jaman kerajaan Kediri pada abad ke 12 dan kerajaan Singosari pada abad ke-13. Setelah Singosari runtuh dan awal berdirinya kerajaan Majapahit, dalam beberapa catatan kuno seperti Prasasti Kudadu yang kemudian diperkuat oleh Babad Negara Kertagama, Babad Pararaton, Kidung Harsawijaya, Kidung Ranggalawe, Kidung Panji Wijayakrama dan Kidung Sorandaka, diberitakan bahwa Adipati Sumenep Arya Wiraraja dan Raden Wijaya mengadakan perjanjian kerja sama untuk membagi pulau Jawa menjadi 2 wilayah yang sama besar. Setelah kemenangan besar atas Prabu Jayakatwang di Kediri dan pengusiran tentara Tar Tar pada tahun 1292 Masehi, maka setahun kemudian pada 10 Nopember 1293 Masehi berdirilah 2 kerajaan besar yaitu Majapahit di sebelah barat dengan raja Raden Wijaya atau Kertarajasa Jayawardana dan Lamajang Tigang Juru dengan raja yaitu Arya Wiraraja. Dalam runutan sejarahnya salah satu putra Arya Wiraraja yang bernama Mpu Nambi telah membuat benteng besar di Pajarakan sebagai pertahanan ketika Majapahit hendak menyerang Lamajang Tigang Juru.

    Secara pasti, kita tidak mengetahui siapa pendiri dari benteng tersebut. Namun berdasar runutan sejarah dan bukti-bukti arkeologi yang mengatakan bahwa benteng dan pemukimannya dibangun pada sekitar abad ke-14, maka terdapat kesimpulan awal bahwa benteng ini dibangun pada masa Arya Wiraraja dan kemudian dilanjutkan oleh para penerusnya seperti Mpu Nambi dan seterusnya. Hal ini juga diperkuat oleh survey lapangan MPPM Timur di mana banyak batu bata di kawasan situs ini yang bermotif clurit dan juga terdapat kesamaan istilah ketika menyebut menara pengintai di situs Batu Putih di Sumenep dengan nama “Pengongakan” dan di situ Biting dengan nama “Pengungakan”. Hal ini penting untuk dijelaskan supaya sejarah Indonesia mengetahui bahwasanya kawasan ini bukan merupakan peninggalan kerajaan Majapahit, tetapi menunjuk pada penguasa lokal sebagai pemangku kepentingan yang seungguhnya.

    Dalam kaca mata pelestarian, “Pengupasan” dinding benteng ini sangat penting dilakukan supaya dapat menunjukkan buktinya nyata peninggalan sejarah yang ada di Kabupaten Lumajang kepada masayarakat Lumajang pada khususnya dan Indonesia pada umumnya. Perwujudan bukti terhadap situs ini sangat penting dikarenakan selama ini sejarah Indonesia kurang mengenalkan peninggalan-peninggalan kuno di bekas wilayah kerajaan Lamajang Tigang Juru yang meliputi Kabupaten Lumajang pada khususnya dan Kawasan Tapal Kuda pada umunya.

    Kawasan Situs Biting yang menurut kajian akademis merupakan Kawasan Lindung Budaya sendiri cenederung diterlantarkan dengan dibangunnya Perumahan Nasional yang meliputi 15 Hektar areal situs pada tahun 1996. Pada awal tahun 2011 setelah ada advokasi Lembaga Swadaya Masyarakat bernama Masyarakat Peduli Peninggalan Majapahit Timur (MPPM Timur) pemerintah Kabupaten Lumajang sebenarnya telah membentuk Tim peletarian dan Perlindungan Cagar Budaya Kabupaten Lumajang dengan SK Bupati 188.45/41/427.12/2011 tanggal 23 Februari 2011 yang kemudian menghasilkan rekomendasi untuk melindungi Situs Biting sebagai Kawasan Cagar Budaya. Disamping itu Kementrian Sekretariat Negara juga telah mengirimkan surat kepada Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Direktorat Jendral Sejarah dan Purbakala, Direktorat Peninggalan Purbakala dan Kepala Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Timur dengan surat B-335/Kemsetneg/D-3/Ormas-LSM/SR.02/11/2011 pada tanggal 2 Novemver 2011 yang meminta penanganan masalah Situs Biting sebagaimana laporan dari LSM MPPM Timur. Tindak lanjut daripada hal tersebut, Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Timur melalui surat KS.002/0672/BP3JT/KPK/2012 menurunkan Tim Verivikasi untuk melakukan langkah pendataan Cagar Budaya Kabupaten Lumajang termasuk dengan prioritas Situs Biting.

    Namun dalam perkembangannya, pemerintah Kabupaten Lumajang belum menujukkan langkah-langkah nyata pelestarian kawasan ini. Bahkan yang lebih menyedihkan, pada sekitar 6 bulan lalu, Perumnas Biting indah melakukan pembangunan perumahan kembali dengan merusak benteng barat yang dilindungi berdasarkan surat rekomendasi Tim Pelesatrian dan Pelindungan Cagar Budaya Kabupaten Lumajang. LSM MPPM Timur sebenarnya sudah melayangkan surat protes ini ke Pemerintah Kabupaten Lumajang, namun sampai sekarang belum ada langkah-langkah nyata untuk mencegah perusakan oleh Perumnas Biting tersebut.

    Sebagai kesimpulan, pengupasan dinding benteng ini sangat diperlukan untuk menunjukkan kepada masyarakat Lumajang akan situs bersejarah kebanggaannya dan kepada Pemerintah Kabupaten Lumajang bahwa semua kalangan baik pelajar, mahasiswa, pemuda, akademisi, peneliti maupun berbagai kalangan masyarakat baik di Lumajang maupun di Indonesia menginginkan bahwa Kawasan Situs Biting dalam keadaan darurat untuk dilindungi dan dilestarikan.

    Berdasarkan pertimbangan akademis sesuai dengan penelitian Balai Arkeologi Yogyakarta dan hasil Tim Verivikasi Cagar Budaya BP3 Jawa Timur dimana Situs Biting adalah suatu Situs yang mempunyai ukuran Nasional dan sekarang sedang dalam keadaan darurat karena adanya perusakan massif, maka Masyarakat Peduli Peninggalan Majapahit Timur meminta Pemerintah Pusat dalam hal ini Pemerintah Republik Indonesia untuk menetapkan secara langsung Situs Biting sebagai Kawasan Situs Nasional sebagaimana Kawasan Situs Trowulan, Kawasan Situs Candi Muara jambi dan Kawasan Gunung Padang.

    Sumber : Press Realese MPPM Timur

     

     

     

    Web Designer