Halaman Facebook Twitter Warta Lumajang Langganan Berita
Catur Wisata PERCASI CUP Jaring Bibit Untuk Pekan Olahraga Daerah
Sabtu, 20 Desember 2014 13:51 WIB
Wartalumajang.com – Diikuti lebih dari 100 pecatur dalam dan luar kota, event gelar Catur Wisata PERCSASI CUP hari ini, Sabtu (20/12) dibuka oleh Kepala Kantor Pemuda dan Olahraga Drs. Agus Triyono. Jumlah peserta ini dipastikan akan bertambah, karena saat acara dibuka sejumlah orang tua atlit yan...
Sabtu Besok, Gelaran Catur Wisata Akan Digelar PERCASI Lumajang
Jumat, 19 Desember 2014, 20:37 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com – Sebagai bagian dari upaya pembinaan cabang olahraga catur di Lumajang, Sabtu (20/12) besok sebuah  [ ... ]

Gagal Membunuh Dengan Bondet, OTD Bacok Korban Dengan Sajam
Jumat, 19 Desember 2014, 18:43 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com - Aksi pembunhan sadis kembali terjadi di wilayah hukum Polres Lumajang. Kali ini., korbannya adalah S [ ... ]

Bawa Senjata Tajam, Ternyata Pakai Motor Curian Juga
Jumat, 19 Desember 2014, 13:13 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com – Sepandai-pandai tupai melompat akhirnya akan terjatuh juga. Ungkapan ini mungkin pas bagi Mansur ( [ ... ]

Yogi Mantovani, Protolan Siswa SMAN Pasirian Bacok Kepsek
Kamis, 18 Desember 2014, 16:53 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com – Karena selalu disalahkan atas kejadian pemecahan kaca di SMAN Pasirian, Yogi Mantovani warga De [ ... ]

Sabtu, 15 November 2014 06:51
Lumajang Rawan Bondet, Siapa Pembuatnya ?
Wartalumajang.com – Dalam sepekan terakhir tindak kejahatan yang terjadi di Lumajang diketehui menggunakan bondet. Yang pertama di wilayah Kecamatan Klakah, seorang anggota polisi harus kehilangan jarinya ketika berusaha mengama...

Aspirasi

Jumat, 07 November 2014 08:26
Sjahrazad Masdar, Dua Periode, Dua Kali Pula Di PLT
Wartalumajang.com – Dalam dua kali masa jabatan Bupati Lumajang Sjahrazad Masdar, dua kali pula harus di PLT karena berhadapan dengan dua masalah ya...

Birokrasi

Khawatir Terjangan Puting Beliung, Pohon Didalam Kota Dipangkas

Kamis, 18 Desember 2014
Khawatir Terjangan Puting Beliung, Pohon Didalam Kota Dipangkas   <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:336px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Plt.Bupati Lumajang As'at Malik</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Ada yang berbeda dalam pidato Plt. Bupati Lumajang Drs. As’at Malik ketika menyampaikan sambutan pada acara Sendratari Kolosal yang berlangsung minggu (14/12) malam di Alun-Alun Lumajang. Dalam sambutan ini As’at Malik menyampaikan semuanya dalam bentuk Parikan (pantun) dengan gaya Jula-Juli Suroboyoan yang diiringi langsung oleh Gamelan yang dihadirkan dalam acara sendratari kolosal ini. Tampil bersama dengan istrinya, As’at Malik secara bergantian menyampaikan pantun sebagaimana kebiasaannya dalam memberikan sambutan pada acara apapun.</p> <p>Namun ada hal yang lebih menarik diantara sekian parikannya. Salah satunya ada yang bernada agak tinggi bahkan terkesan agak “marah”. Namun ketika dikonfirmasi soal hal ini As’at Malik menyatakan bahwa parikannya tersebut untuk seluruh masyarakat Lumajang agar berpartisipasi dalam pembangunan di Kabupaten Lumajang.</p> <p>“Jeruk Purut digawe sambel, Lek kakean Sambel loro wetenge. Ayo Nurut ojok memel. Lek memel dowo urusane,” kata As’at Malik yang disambut tepuk tangan para hadirin yang menyaksikan acara sendratari kolosal ini.</p> <p>Usai acara Sendratari kami yang mencoba mengkonfirmasi soal pantunnya yang bernada ancaman itu Wabup menyangkal bahwa pantunnya diperuntukkan bagi PNS yang <em><strong>“nyrimpeti”</strong></em> tugasnya. As’at Malik juga menyangkal bahwa pantun bernada agak beda dari biasanya tersebut diperuntukkan bagi perorangan yang ada di Pemkab Lumajang.</p> <p>“Semua itu kalau sembrono ruwet memang. Bukan untuk pegawai di Pemkab. Saya hanya mengikuti iramanya teman-teman ya. Ini untuk semua masyarakat Lumajang.Tapi kalau memang ada pegawai yang salah, ya memang kewajiban saya untuk mengingatkan,” kata As’at Malik.</p> <p>Sambutan bernada seperti ini memang baru pertama kalinya disampaikan oleh As’at Malik. Sebelumntya biasanya datar-datar saja. Namun entah kenapa tadi malam As’at Malik menyampaikan pantun yang bernada agak berbeda tersebut. Bahkan untuk yang bernada berbeda tersebut sempat diulang dua kali dan dilanjutkan dengan pantun lainnya yang isinya tidak jauh berbeda. “Sekolah numpak jaran. Ojok Kakean Pola, ben di saakeni pengeran,” kata As’at kemudian.</p> <p>Tidak diperoleh penjelasan siapakah sebenarnya disebut<em><strong> “kakean polah”</strong></em> (banyak tingkah=red) dalam sambutan Harjalu tersebut. As’at Malik hanya menyebut bahwa semua itu berlaku umum bagi siapapun dalam membangun Kabupaten Lumajang menuju arah yang lebih baik.(Fat)</p>
"> Plt Bupati Drs. As’at Malik : Ayo Nurut Oj...
  • "> Wabup : Birokrat Harus Berpikir Seperti Nega...
  • "> Pertemuan Warga Kalidilem Dengan Eksekutif d...
  • "> Terlanjur Kontrak, Pemkab Tetap Gelar Rapat ...

    Hukum

    Ungkap Kasus Korupsi, Polsek Tekung Terima Reward

    Kamis, 18 Desember 2014
    Ungkap Kasus Korupsi, Polsek Tekung Terima Reward <p><strong> </strong></p> <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:336px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Wigit Prayitno SH, kuasa hukum P</span></span>Wartalumajang.com </strong>- Buntut penetapan tersangka oleh Kejaksaan Negeri Lumajang terhadap mantan Ketua Koperasi Pegawai Negeri “Wira Bhakti “ KPRI Lumajang berinisial P yang akhir-akhir ini menjadi pembicaraan masyarakat Lumajang langsung direspon oleh Wigit Prayitno SH selaku kuasa hukum P.</p> <p>Di halaman Kejaksaan Negeri Lumajang siang ini, Kamis (11/12), sekitar pukul 10.00 Wib kepada sejumlah wartawan Wigit Prayitno SH menyampaikan, penetapan P oleh penyidik Kejaksaan Negeri Lumajang, itu belum diketahui pihaknya. Bahkan pihaknya juga belum mendapatkan penjelasan secara khusus atau secara resmi terkait hal itu dari penyidik kejaksaan.</p> <p>“Sampai saat ini kami belum menerima surat resmi terkait isu-isu itu. Kedatangan kami ke kejaksaan ini adalah untuk mengklarifikasi perihal perkembangan kasus KPRI agar semuanya bisa jelas dan tidak simpang siur,” kata Wigit, sapaan akrab pengacara asal Jember ini.</p> <p>Wigit juga menjelaskan, selama ini P sudah datang memenuhi panggilan pihak penyidik Kejaksaan Negeri Lumajang hanya sebatas dimintai keterangan. Adapun pemanggilan terakhir sekitar 25 September 2014 lalu. “Selama ini P belum pernah dipanggil sebagai saksi, pernah dipanggil hanya sebatas dimintai keterangan dalam rangka lidik (penyelidikan=red),” ungkapnya.</p> <p>Adapun kedatangannya ke Kejaksaan kali ini selain mengklarifikasi soal penetapan status P sebagai tersangka juga untuk meminta laporan kemajuan pemeriksaan kasus Koperasi Wira Bhakti. “Namun jika kejaksaan punya jadwal tersendiri mengenai kasus ini, ya itu wewenang beliau-beliau yang ada di kejaksaan,” imbuh Wigit.</p> <p>Meski demikian, pihaknya mengaku menghormati apapun keputusan yang telah ditetapkan oleh penyidik Kejaksaan Negeri Lumajang. Sesuai dengan kewenangan, dirinya selaku kuasa hukum hanya sebatas mendampingi pemberi kuasa sesuai dengan ketentuan Undang-Undang dan Hukum yang berlaku. “Kami percaya bahwa penyelidikan perkara dugaan penyimpangan dana Koperasi Pegawai Negeri “Wira Bhakti “ KPRI Lumajang akan dilaksanakan sebagaimana amanah undang-undang,” pungkasnya.</p> <p>Sementara itu, Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Lumajang Adnan Sulistiyono maupun Kepala Kejaksaan Nurmahendra belum berhasil dikonfirmasi karena masih sibuk memeriksa perkara lain. “Bapak masih sibuk mas,” ujar salah seorang pegawai kejaksaan yang enggan disebutkan namanya.(ww)</p>
    "> Wigit Paryitno : Kami Belum Terima Surat Res...
  • "> Satu Lagi Mantan Pejabat Pemkab Yang Akan Di...
  • "> Akhirnya Kejaksaan Akui Satu Tersangka Dari ...
  • "> Beredar Kabar Kejaksaan Sudah Tetapkan Tersa...

    Politik

    Agus Wicaksono : “Manfaatkan Setiap Tugas Keluar Kota Untuk Membeli Buku”

    Selasa, 02 September 2014
    Agus Wicaksono : “Manfaatkan Setiap Tugas Keluar Kota Untuk Membeli Buku” <p><strong> </strong></p> <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:345px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Sjahrazad Masdar, Ketua DPC Partai Demokrat Lumajang</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Absennya Bupati Lumajang Sjahrazad Masdar Dalam aktivitas pemerintahan dan politik karena masih sakit ternyata berimbas juga Partai Demokrat. Bupati yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Lumajang telah menugaskan salah satu wakil ketua DPC, dalam hal ini Drs. Samsul Huda untuk menjalankan roda partai sampai bupati benar-benar sembuh.</p> <p>Kabar tentang penugasan untuk mengendalikan organisasi ini juga dibenarkan oleh Samsul Huda selaku penerima tugas tersebut. Ketika ditemui media ini sehari sebelum pelantikan DPRD, Samsul mengaku jika dirinya memang diminta untuk mengendalikan organisasi Partai Demokrat. “Sifatnya hanya tugas untuk mengendalikan organisasi, karena memang ada beberapa moment dimana Partai Demokrat harus hadir. Jadi tugas untuk mengendalikan organisasi saja,” kata Samsul Huda.</p> <p>Samsul menyangkal kalau dirinya ditunjuk sebegai pelaksana tugas (Plt). Namun demikian, Samsul mengaku bahwa dirinya mendapat mandat untuk mengendalikan organisasi tersebut dalam bentuk surat tugas dari Ketua DPC Partai Demokrat Lumajang, Sjahrazad Masdar kepada dirinya selaku Wakil Ketua II. “Hanya surat tugas saja dari ketua kepada wakil ketua II untuk mengendalikan organsisasi,” kata Samsul.</p> <p>Sementara disisi lain berhembus kabar bahwa pemberian surat tugas tidak melalui forum resmi dalam pleno pengurus DPC Demokrat Lumajang. Seharusnya pemberian surat tugas seperti itu harus diputuskan dalam rapat pleno DPC Partai Demokrat Lumajang.</p> <p>Sementara Sekretaris DPC Partai Demokrat Lumajang, Moch. Sofi ketika dikonfirmasi secara terpisah mengaku tidak tahu soal surat tugas tersebut. “Saya ndak tahu mas, malah saya baru dengar dari saudara sekarang ini,” kata Sofi yang kami temui setelah acara pelantikan DPRD Lumajang, Kamis (21/8).</p>
    "> Sakitnya Bupati Berimbas Pada Partai Demokra...
  • "> KPU Lumajang Kembali Membongkar 1.762 Kotak ...
  • "> Penuhi Ketetapan MK, KPU Lumajang Bongkar Ra...
  • "> Herman Affandi : Kita Minta Relawan Prabowo ...

    Aneka Rupa

    Catur Wisata PERCASI CUP Jaring Bibit Untuk Pekan Olahraga Daerah

    Sabtu, 20 Desember 2014
    Catur Wisata PERCASI CUP Jaring Bibit Untuk Pekan Olahraga Daerah <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:384px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">H. Herman Affandi, Ketua Percasi Lumajang</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Sebagai bagian dari upaya pembinaan cabang olahraga catur di Lumajang, Sabtu (20/12) besok sebuah turnament catur akan digelar di Kawasan Wisata Ranu Klakah dengan Tajuk Catur Wisata Lumajang. Disamping sebagai bagian dari usaha pembinaan, melalui event ini diharapkan Percasi Lumajang juga bisa mengambil peran dalam mempromosikan pariwisata di Kabupaten Lumajang. Karena dalam event ini akan hadir peserta dari berbagai kota di Jawa Timur, bahkan kabarnya juga akan datang dari luar propinsi Jawa Timur, tepatnya Bali.</p> <p>Ketua Percasi Lumajang H. Herman Affandi yang kami hubungi via ponselnya malam ini mengatakan, sampai H-1 malam ini belum bisa dipastikan jumlah pesertanya. Walaupun dari beberapa kabupaten sudah memastikan akan hadir dalam event ini, namun biasanya peserta baru mendaftarkan diri pada hari pelakasanaan, atau menjelang berlangsungnya pembukaan acara.</p> <p>“Kita belum tahu mas, besok menjelang dibukanya event ini baru kita bisa tahu. Karena biasanya peserta dari luar Kabupaten datang dan langsung mendaftarkan diri kepada panitia. Yang jelas kita hanya akan mempertandingkan tingkat junior dan senior,” kata H. Herman Affandi.</p> <p>Untuk senior akan diikuti oleh peserta umum baik Lumajang maupun dari luar Lumajang. Sedangkan untuk junior hanya akan membuka pendaftaran dari kabupaten Lumajang saja. Itupun untuk junior hanya dibatasi sampai dengan usia 15 tahun saja.</p> <p>“Untuk Juniornya hanya untuk kabupaten Lumajang. Sekaligus dari event ini kita akan melakukan persiapan laga Pekan Olahraga Daerah atau POPDA yang akan datang,” jelas H. Herman kemudian.</p> <p>Menurut rencana event catur wisata ini akan berlangsung selama dua hari hingga hari minggu, 21 desember mendatang. Dengan event ini diharapkan akan memberikan gairah kepada para pecatur Lumajang untuk terus membina kemampuan teknik bermainnya, sehingga bisa meningkatkan prestasi ditingkat yang lebih tinggi. <strong>(fat)</strong></p>
    "> Sabtu Besok, Gelaran Catur Wisata Akan Digel...
  • "> Inilah Rangkaian Acara Dalam Rangka Harjalu ...
  • "> Komisi D Akan Panggil Ketua KONI Soal Peruba...
  • "> Jual Rujak Keliling, Gerobaknya Isuzu Panthe...

    Peristiwa

    Gagal Membunuh Dengan Bondet, OTD Bacok Korban Dengan Sajam

    Jumat, 19 Desember 2014
    Gagal Membunuh Dengan Bondet, OTD Bacok Korban Dengan Sajam <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:250px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Kedua pemuda pembawa sajam ketika diperiksa di Mapolres Lumajang</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Sepandai-pandai tupai melompat akhirnya akan terjatuh juga. Ungkapan ini mungkin pas bagi Mansur (22) dan Rendi Pratama, keduanya warga desa Ranulogong Kecamatan Randuagung yang hari ini, Jumat (19/12), ditangkap polisi di jalan Gatot Subroto Lumajang. Saat operasi, Mansur akhirnya kedapatan membawa motor tanpa surat-surat yang lengkap. Tak hanya itu, didalam tas yang dibawa Mansur juga ditemukan kunci T yang biasa digunakan untuk untuk merusak kunci kontak motor. Dasar sial, keduanya juga kedapatan membawa senjata tajam.</p> <p>Menurut keterangan polisi, sekitar pukul 11.00, terjadi penjambretan di Pasar Dawuhan Sukodono Lumajang. Akibat peristiwa ini polisi melakukan penyisiran disejumlah ruas jalan di Lumajang. Setiba di jalan Gatot Subroto, polisi mendapati dua pemuda yang tengah berbocengan dengan gelagat yang mencurigakan. Ketika didekati, Mansur yang mengemudikan kendaraan justru berusaha kabur.</p> <p>Karena kabur inilah, polisi bergerak cepat dan melakukan pengejaran. Tak butuh waktu lama, polisi berhasil mengejar Mansur yang mengendarai Yamaha Vixion dengan nomor polisi F-3952-NJ. Ketika ditanya surat-surat, Mansur tidak bisa menunjukkan yang kemudian menjadikan polisi curiga dengan buruannya.</p> <p>Ternyata tak sia-sia, dalam penggeledahan yang dilakukan polisi berhasil ditemukan sejumlah kunci T yang biasanya digunakan untuk melakukan pencurian motor dan senjata tajam. Belum diperoleh informasi lengkap tentang motor yang dibawa Mansur, namun untuk sementara Mansur mengaku membawa motornya dari Malang dan diduga kendaraan tersebut adalah motor curian.</p> <p>“Kita masih belum melakukan pemeriksaan mas, yang jelas saat dipakai yang bersangkutan tidak membawa surat-surat motor yang dibawanya. Makanya untuk sementara kita amankan dulu ke Polres Lumajang,” kata salah seorang polisi yang ikut dalam patrol ini.</p>
    "> Bawa Senjata Tajam, Ternyata Pakai Motor Cur...
  • "> Yogi Mantovani, Protolan Siswa SMAN Pasirian...
  • "> AKBP Singgamata, Dekat Dengan Warga, Murah S...
  • "> Diduga Gelapkan 14 Mobil Rental, 2 Warga Pro...

    Wisata Budaya

    Libatkan 450 Penari, Sendratari Kolosal Sejarah Lumajang Pukau Penonton

    Senin, 15 Desember 2014
    Libatkan 450 Penari, Sendratari Kolosal Sejarah Lumajang Pukau Penonton <p><strong> </strong></p> <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:448px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Meski hujan peserta tetap semangat beratraksi</span></span>Wartalumajang.com</strong> –Hujan yang mengguyur wilayah Lumajang khususnya di kecamatan kota sejak pagi hari sempat membuat acara Karnaval Seni dan Budaya Daerah molor dari jadwal. Rencananya kegiatan ini dijadwalkan dimulai pagi ini, Kamis (11/12), pukul 09.00 Wib, namun karena hujan tak kunjung berhenti maka pelaksanaan karnaval ini baru bisa dimulai sekitar pukul 12.30 Wib.</p> <p>Karena sudah dijadwalkan dan peserta sudah terlanjur berkumpul diseputaran alun-alun Lumajang, maka meskipun ditengah guyuran hujan rintik-rintik pelaksanaan karnaval ini tetap dilaksanakan, untung saja ketika acara akan dimulai hujan yang turun tidak terlalu deras, hanya gerimis kecil, sehingga peserta tetap bersemangat melaksanakannya.</p> <p>Pantauan media ini, nampak puluhan siswa SD mendemonstrasikan tari Glipang dihadapan tamu undangan yang hadir. Pada kegiatan tersebut nampak hadir Wabup Lumajang H. As’at Malik, Kapolres Lumajang, Komandan Kodim 0821, Komandan Batalyon 527, Sekda Lumajang, sejumlah pejabat Sekwilda, serta para pejabat SKPD.</p> <p>Pada penampilan awal, tamu undangan dan masyarakat yang menonton disuguhi atraksi tarian dari para peserta, mayoritas tarian yang ditampilkan adalah kesenian atau tari Glipang yang menggambarkan para ksatria saat bertempur menghadapi penjajah.</p> <p>Dengan ciri khas pakaian warna-warni serta kacamata hitam, sepatu putih dan tak ketinggalan gelang kaki dengan kumpulan lonceng menghiasi tubuh para penari. Hujan yang turun sejak pagi tidak mengurangi antusiasme peserta, terbukti dengan jumlah peserta yang berjumlah lebih dari 40 kelompok, yang terdiri dari seluruh elemen masyarakat diantaranya dari lembaga pendidikan mulai dari tingkat SD hingga SMA, perwakilan dari SKPD dan camat, kantor instansi pemerintah lain, serta dari kantor-kantor swasta yang ada di Lumajang.</p> <p>Dalam sambutannya, Wakil Bupati Lumajang H As'at Malik selaku Plt Bupati Lumajang menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. "Mudah-mudahan kegiatan ini dapat berjalan dengan sukses," katanya.</p> <p>Plt Bupati juga mengapresiasi semangat para peserta, karena meskipun hujan mereka tetap bersemangat. “Saya salut dengan semangat para peserta, semoga semangat ini dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari sehingga dapat menghasilkan generasi-generasi emas bangsa yang kuat,” imbuh As’at Malik.</p> <p>Meskipun digelar secara sederhana namun kegiatan ini menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat Lumajang, hal ini terbukti dengan membanjirnya masyarakat yang dengan antusias menyaksikan Karnaval Seni dan Budaya ini, bahkan karena terlalu antusiasnya hingga para petugas Satpol PP nampak kewalahan menertibkan penontotn yang cenderung memenuhi jalanan.(ww)</p>
    "> Meski Diguyur Hujan, Peserta Karnaval Seni d...
  • "> Peraih Bung Tomo Award, Parmin Ras : Pemkab ...
  • "> Warga Tagih Janji Disbudpar Untuk Bebaskan L...
  • "> Digerus Air Hujan, Akses Ke B29 Mulai Dihamb...

    Mansur Hidayat, Ketua MPPM TimurMansur Hidayat, Ketua MPPM TimurWartalumajang.com - Situs Biting terletak di Dusun Biting, Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang. Situs ini adalah suatu kawasan bekas ibu kota kerajaan Nusantara yang dikelilingi oleh 3 sungai besar (Bondoyudo di utara, Ploso di barat, Bodang di timur) dan 1 sungai buatan Cangkring di selatan. Di sisi dalam sungai-sungai tersebut dapat diketemukan benteng yang melingkari dengan ketebalan bervariasi antara 3-6 meter, tinggi antara 6-10 meter dan panjang melingkarinya antara 8-10 kilo meter. Dengan ketebalan dan panjangnya dapat dikatakan bahwa situs ini merupakan situs terbesar dan terpanjang di Indonesia. Dari sisi arsitektur, situs ini merupakan contoh benteng lokal Nusantara.

    Situs Biting ini diketemukan pertama kali oleh J Mageman pada tahun 1861 dan kemudian di teliti ulang oleh A. Muhlenfeld pada tahun 1920. Menurut penelitian Balai Arkeologi Yogyakarta yang dimulai tahun 1982-1991, kawasan Situs Biting memiliki luas 135 hektar yang mencakup 6 blok/area yaitu blok keraton seluas 76,5 ha, blok Jeding (Taman Sari) 5 ha, blok Biting 10,5 ha, blok Randu 14,2 ha, blok Salak 16 ha, dan blok Duren 12,8 ha. Di blok-blok tersebut, kita dapat diketemukan kawasan pemukiman, kawasan pemandian atau Taman sari dan kawasan peribadatan. Begitu kayanya akan benda-benda bersejarah, di kawasan ini banyak ditemukan bersebaran artefak-artefak seperti keramik cina dari aabd ke-12 sampai 16, gerabah kuno maupun batu bata kuno.

    Menurut catatan sejarah, Lamajang merupakan suatu wilayah yang cukup penting sejak jaman kerajaan Kediri pada abad ke 12 dan kerajaan Singosari pada abad ke-13. Setelah Singosari runtuh dan awal berdirinya kerajaan Majapahit, dalam beberapa catatan kuno seperti Prasasti Kudadu yang kemudian diperkuat oleh Babad Negara Kertagama, Babad Pararaton, Kidung Harsawijaya, Kidung Ranggalawe, Kidung Panji Wijayakrama dan Kidung Sorandaka, diberitakan bahwa Adipati Sumenep Arya Wiraraja dan Raden Wijaya mengadakan perjanjian kerja sama untuk membagi pulau Jawa menjadi 2 wilayah yang sama besar. Setelah kemenangan besar atas Prabu Jayakatwang di Kediri dan pengusiran tentara Tar Tar pada tahun 1292 Masehi, maka setahun kemudian pada 10 Nopember 1293 Masehi berdirilah 2 kerajaan besar yaitu Majapahit di sebelah barat dengan raja Raden Wijaya atau Kertarajasa Jayawardana dan Lamajang Tigang Juru dengan raja yaitu Arya Wiraraja. Dalam runutan sejarahnya salah satu putra Arya Wiraraja yang bernama Mpu Nambi telah membuat benteng besar di Pajarakan sebagai pertahanan ketika Majapahit hendak menyerang Lamajang Tigang Juru.

    Secara pasti, kita tidak mengetahui siapa pendiri dari benteng tersebut. Namun berdasar runutan sejarah dan bukti-bukti arkeologi yang mengatakan bahwa benteng dan pemukimannya dibangun pada sekitar abad ke-14, maka terdapat kesimpulan awal bahwa benteng ini dibangun pada masa Arya Wiraraja dan kemudian dilanjutkan oleh para penerusnya seperti Mpu Nambi dan seterusnya. Hal ini juga diperkuat oleh survey lapangan MPPM Timur di mana banyak batu bata di kawasan situs ini yang bermotif clurit dan juga terdapat kesamaan istilah ketika menyebut menara pengintai di situs Batu Putih di Sumenep dengan nama “Pengongakan” dan di situ Biting dengan nama “Pengungakan”. Hal ini penting untuk dijelaskan supaya sejarah Indonesia mengetahui bahwasanya kawasan ini bukan merupakan peninggalan kerajaan Majapahit, tetapi menunjuk pada penguasa lokal sebagai pemangku kepentingan yang seungguhnya.

    Dalam kaca mata pelestarian, “Pengupasan” dinding benteng ini sangat penting dilakukan supaya dapat menunjukkan buktinya nyata peninggalan sejarah yang ada di Kabupaten Lumajang kepada masayarakat Lumajang pada khususnya dan Indonesia pada umumnya. Perwujudan bukti terhadap situs ini sangat penting dikarenakan selama ini sejarah Indonesia kurang mengenalkan peninggalan-peninggalan kuno di bekas wilayah kerajaan Lamajang Tigang Juru yang meliputi Kabupaten Lumajang pada khususnya dan Kawasan Tapal Kuda pada umunya.

    Kawasan Situs Biting yang menurut kajian akademis merupakan Kawasan Lindung Budaya sendiri cenederung diterlantarkan dengan dibangunnya Perumahan Nasional yang meliputi 15 Hektar areal situs pada tahun 1996. Pada awal tahun 2011 setelah ada advokasi Lembaga Swadaya Masyarakat bernama Masyarakat Peduli Peninggalan Majapahit Timur (MPPM Timur) pemerintah Kabupaten Lumajang sebenarnya telah membentuk Tim peletarian dan Perlindungan Cagar Budaya Kabupaten Lumajang dengan SK Bupati 188.45/41/427.12/2011 tanggal 23 Februari 2011 yang kemudian menghasilkan rekomendasi untuk melindungi Situs Biting sebagai Kawasan Cagar Budaya. Disamping itu Kementrian Sekretariat Negara juga telah mengirimkan surat kepada Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Direktorat Jendral Sejarah dan Purbakala, Direktorat Peninggalan Purbakala dan Kepala Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Timur dengan surat B-335/Kemsetneg/D-3/Ormas-LSM/SR.02/11/2011 pada tanggal 2 Novemver 2011 yang meminta penanganan masalah Situs Biting sebagaimana laporan dari LSM MPPM Timur. Tindak lanjut daripada hal tersebut, Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Timur melalui surat KS.002/0672/BP3JT/KPK/2012 menurunkan Tim Verivikasi untuk melakukan langkah pendataan Cagar Budaya Kabupaten Lumajang termasuk dengan prioritas Situs Biting.

    Namun dalam perkembangannya, pemerintah Kabupaten Lumajang belum menujukkan langkah-langkah nyata pelestarian kawasan ini. Bahkan yang lebih menyedihkan, pada sekitar 6 bulan lalu, Perumnas Biting indah melakukan pembangunan perumahan kembali dengan merusak benteng barat yang dilindungi berdasarkan surat rekomendasi Tim Pelesatrian dan Pelindungan Cagar Budaya Kabupaten Lumajang. LSM MPPM Timur sebenarnya sudah melayangkan surat protes ini ke Pemerintah Kabupaten Lumajang, namun sampai sekarang belum ada langkah-langkah nyata untuk mencegah perusakan oleh Perumnas Biting tersebut.

    Sebagai kesimpulan, pengupasan dinding benteng ini sangat diperlukan untuk menunjukkan kepada masyarakat Lumajang akan situs bersejarah kebanggaannya dan kepada Pemerintah Kabupaten Lumajang bahwa semua kalangan baik pelajar, mahasiswa, pemuda, akademisi, peneliti maupun berbagai kalangan masyarakat baik di Lumajang maupun di Indonesia menginginkan bahwa Kawasan Situs Biting dalam keadaan darurat untuk dilindungi dan dilestarikan.

    Berdasarkan pertimbangan akademis sesuai dengan penelitian Balai Arkeologi Yogyakarta dan hasil Tim Verivikasi Cagar Budaya BP3 Jawa Timur dimana Situs Biting adalah suatu Situs yang mempunyai ukuran Nasional dan sekarang sedang dalam keadaan darurat karena adanya perusakan massif, maka Masyarakat Peduli Peninggalan Majapahit Timur meminta Pemerintah Pusat dalam hal ini Pemerintah Republik Indonesia untuk menetapkan secara langsung Situs Biting sebagai Kawasan Situs Nasional sebagaimana Kawasan Situs Trowulan, Kawasan Situs Candi Muara jambi dan Kawasan Gunung Padang.

    Sumber : Press Realese MPPM Timur

     

     

     

    Web Designer