Halaman Facebook Twitter Warta Lumajang Langganan Berita
50 Anggota DPRD Lumajang Dilantik
Kamis, 21 Agustus 2014 16:31 WIB
Wartalumajang.com – Pasca anggota DPRD Kabupaten Lumajang terpilih ditetapkan KPU beberapa waktu lalu akhirnya 50 anggota dewan terpilih tersebut dilantik hari ini, Kamis (21/8). Acara pelantikan DPRD Kabupaten Lumajang yang akan bekerja selama lima thun kedepan ini diadakan di Pendopo Kabupate...
Pelantikan Dewan Lumajang Diwarnai Aksi Demo PMII
Kamis, 21 Agustus 2014, 14:37 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com – Acara pelantikan DPRD Lumajang periode 2014-2019 yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Lumajang [ ... ]

Tabrakan Maut di JLT, Satu Pengendara Motor Meninggal Dilokasi
Rabu, 20 Agustus 2014, 16:43 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com – Jalur Jalan Lintas Timur (JLT) memang dikenal sebagai jalur tengkorak, karena kondisi jalan yan [ ... ]

577 Personil Polisi Amankan Pelantikan DPRD Lumajang
Rabu, 20 Agustus 2014, 16:35 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com – Pelantikan anggota DPRD terpilih yang akan berlangsung besok, Kamis (21/8), akan mendapat pengawal [ ... ]

Lomba Egrang Ricuh, Satpol PP Tuding Panitia Pelaksana Tidak Jujur
Selasa, 19 Agustus 2014, 20:57 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com – Lomba balap egrang antar staf SKPD dilingkungan Pemkab Lumajang yang berlangsung hari ini, Sela [ ... ]

Kamis, 01 Mei 2014 09:04
Pekerja Informal Di Pedesaan, Kapan Akan Diperhatikan
Jika mau bicara soal kemiskinan, maka tidak lepas dari persoalan buruh di Indonesia. Banyak warga miskin di Indonesia dimana penyebab utamanya adalah kecilnya penghasilan sebagai buruh. Buruh di Indonesia identik dengan pekerja pa...

Aspirasi

Kamis, 05 Juni 2014 19:14
Jelang Pilpres, Perang Dimedia Jejaring Sosial Berlangsung Sengit
Biasanya menjelang perhelatan Piala Dunia, hiruk pikuk penggila bola mulai mengemuka. Namun perhelatan akbar dicabang olahraga paling popular ini sepe...

Birokrasi

50 Anggota DPRD Lumajang Dilantik

Kamis, 21 Agustus 2014
50 Anggota DPRD Lumajang Dilantik <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:341px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Kapolres Lumajang, AKBP Singgamata</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Pelantikan anggota DPRD terpilih yang akan berlangsung besok, Kamis (21/8), akan mendapat pengawalan ketat pihak kepolisian, pasalnya saat yang bersamaan hari ini di Jakarta akan dibacakan putusan MK terkait sengketa Pilpres 2014.</p> <p>Hal ini dilakukan Polres Lumajang karena sejak 19 Agustus hingga batas yang belum ditentukan Kapolri menetapkan status Siaga 1 diseluruh Indonesia, untuk itu pada kegiatan tersebut Polres Lumajang akan menerjunkan 577 personil untuk melakukan pengamanan baik didalam lokasi kegiatan maupun diluar.</p> <p>Kapolres Lumajang, AKBP Singgamata ketika kami temui dikantornya mengatakan untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang bakal terjadi pada kegiatan pelantikan dan juga menghadapi putusan MK pihaknya akan mengerahkan 2/3 kekuatan. “Selain menjaga pelaksanaan kegiatan di Pendopo, personil juga akan ditempatkan di KPU dan gudang Amanda,” katanya.</p> <p>Seluruh personil yang tidak kebagian tugas jaga dilokasi-lokasi penting akan stanby di Mapolres Lumajang yang juga sebagai markas komando, hal ini dilakukan untuk mengantisipasi jika ada ekskalasi gangguan yang bersifat mendadak. “Pantauan dari intel sejauh ini di Lumajang masih kondusif, tetapi hal itu tidak membuat kita lengah, kesiap siagaan tetap pada level 1,” ujar Singgamata.</p> <p>Informasi yang kami terima dari Polres Lumajang, pada pelaksanaan kegiatan pelantikan DPRD petugas akan dibagi dalam 3 ring. Ring 1 petugas berpakaian preman akan berjaga didalam lokasi kegiatan, ring 2 petugas pakaian dinas berjaga diluar pagar lokasi kegiatan sedangkan ring 3 petugas akan berjaga disejumlah titik termasuk petugas yang mengatur lalulintas sekitar lokasi kegiatan.</p> "> 577 Personil Polisi Amankan Pelantikan DPRD ...
  • "> Lomba Egrang Ricuh, Satpol PP Tuding Panitia...
  • "> Hasil Temuan Dewan Soal Pertambangan Akan Di...
  • "> Terlalu Banyak Pungli Tambang, Lumajang Nyar...

    Hukum

    3 Kali Mangkir Dari Panggilan Polisi, Bos PT. Victory Jadi DPO

    Kamis, 14 Agustus 2014
    3 Kali Mangkir Dari Panggilan Polisi, Bos PT. Victory Jadi DPO <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:352px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Ilustrasi</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Sejumlah kasus besar termasuk kasus korupsi akan kembali dibuka pasca lebaran ini. Setidaknya pemeriksaan itu akan dilakukan terhadap sejumlah kasus korupsi yang sempat terhenti selama puasa dan lebaran. Aparat yang berwenang akan kembali memanggil sejumlah saksi termasuk tersangka sejumlah kasus korupsi di Lumajang. Informasi yang berhasil kami himpun dari Unit Pidana Khusus Polres Lumajang, sejumlah kasus besar yang sedang ditangani Polres Lumajang akan segera dilanjutkan pemeriksaannya.</p> <p>Bahkan kabarnya ada sejumlah kasus baru yang akan melibatkan birokrasi di Lumajang yang akan segera memasuki tahapan pemanggilan saksi-saksi setelah lebaran. “Kita tinggal menunggu jadwal pemanggilan saja, InsyaAllah setelah hari raya ini,” kata sumber kami di Polres Lumajang.</p> <p>Belakangan Polres Lumajang sedang memeriksa kasus pasir besi dan sejumla kasus lainnya. Sedangkan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur pernah datang ke Lumajang untuk memeriksa belasan pejabat pemkab terkait pasir besi. Sayangnya, sampai sekarang kasus ini belum terdengar kelanjutannya. Kabarnya, pemanggilan lanjutan terhadap belasan pejabat Pemkab Lumajang ini dilanjutkan di Kejaksaan Tinggi di Surabaya.</p> <p>Kejaksaan Negeri Lumajang sendiri pernah memanggil sejumlah orang terkait dengan kasus P2SEM dan proyek kelistrikan di Lumajang. Namun lagi-lagi masalah ini tak terdengar lagi kabarnya. Pada dua kasus ini, menurut informasi yang berhasil kami himpun dari Kejaksaan Negeri Lumajang masih menunggu hasil audit dari BPKP, namun audit yang ditunggu tersebut hingga sekarang masih belum kunjun datang.</p> <p>“Kami masih menunggu hasil audit dari BPKP mas, dan sampai sekarang memang belum ada. Makanya prosesnya agak lambat,” kata sumber kami di Kejaksaan Negeri Lumajang, yang untuk sementara namanya tidak mau dimediakan.</p> "> Pasca Lebaran Sejumlah Kasus Korupsi Akan ...
  • "> Kajari Minta Pemkab Tidak Intervensi Dalam K...
  • "> Dua Tersangka Kasus Dugaan Korupsi DLH Dijeb...
  • "> Jual Dextro, Pemuda Labruk Lor Dicokok Polis...

    Politik

    KPU Lumajang Kembali Membongkar 1.762 Kotak Suara

    Selasa, 12 Agustus 2014
    KPU Lumajang Kembali Membongkar 1.762 Kotak Suara <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:356px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Pembongkaran kotak suara di Hotel Amanda</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Sesuai dengan ketetapan yang dikeluarkan Mahkamah Konstitusi (MK) tertanggal 8 Agustus 2014 yang menginstruksikan KPU untuk membuka kotak suara sesuai dengan permintaan saksi pasangan Capres dan Cawapres serta permintaan dari Panwaslu, maka mulai kemarin hingga hari ini, Senin (11/8), KPU Lumajang melaksanakan pembongkaran ratusan kotak suara untuk mengambil sejumlah formulir sesuai tuntutan saksi.</p> <p>Pembongkaran tersebut dilaksanakan di dua lokasi dan dalam waktu dua hari, karena lokasi penyimpanannya ada di dua tempat yaitu kantor KPU Lumajang dan gudang Hotel Amanda. Siti Mudawiyah, ketua KPU Lumajang ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan untuk form C1 berhologram dan D1 ada di kantor KPU Lumajang dan pelaksanaannya sudah dilakukan kemarin mulai pukul 10.00 Wib hingga selesai. “Untuk pelaksanaan di kantor KPU secara prinsip tidak ada kendala, semua berjalan aman dan lancar, saksi dari dua pasangan hadir menyaksikannya,” katanya.</p> <p>Pada awal pelaksanaan diakui Mudawiyah memang ada sedikit protes dari para saksi dan Panwaslu yang menginginkan pelaksanaan pembukaan kotak dilakukan terhadap kotak yang berisi form DPKTB lebih dulu, namun karena sesuai dengan ketetapan MK yang menginstruksikan membuka kotak form C1 lebih dulu maka pihaknya menjalankan sesuai instruksi tersebut. “Kita menjalankan sesuai dengan yang diminta oleh MK,” ungkapnya.</p> <p>Disinggung soal jumlah kotak suara yang dibuka selama dua hari ini pihaknya membuka seratus lebih kotak suara dari hampir seluruh PPK atau kecamatan yang ada, namun tidak semua desa dan TPS yang dibuka, hanya kotak dari TPS dan desa yang sesuai dengan laporan saksi saja yang dibuka.</p> <p>Sementara itu, pantauan media ini di gudang Hotel Amanda kemarin, pembukaan kotak suara untuk mengambil form C7 atau yang berisi daftar hadir dan form DPKTB atau yang berisi daftar pemilih yang menggunakan KTP hingga berita ini diketik masih berlangsung aman dan lancar.</p> <p>Nampak sejumlah petugas dari KPU mengeluarkan kotak suara dari tumpukan yang menjulang tinggi sesuai dengan permintaan dari saksi yang mengajukan keberatan. Selain petugas KPU, nampak pula para saksi dari dua pasangan calon serta Panwas dan juga petugas dari kepolisian.</p> <p>Ridhol Mujib, Komisioner KPU Lumajang Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Pengembangan Informasi ketika ditemui media ini dilokasi pembukaan kotak suara mengatakan hingga saat ini proses pembukaan kotak suara berjalan lancar dan aman. “Mudah-mudahan proses ini dapat cepat selesai dan besok hasilnya dapat segera dikirim ke Jakarta,” ujarnya.</p> <p>Dilain pihak, untuk melakukan pengamanan pasca pengumuman hasil Pilpres oleh KPU yang dilanjutkan dengan tuntutan pihak Prabowo-Hatta yang kalah dalam Pilpres tersebut, pihak Polres Lumajang menerjunkan personilnya sebanyak 2 SSK (Satuan Setingkat Kompi) yang bertugas menjaga obyek vital yang berhubungan dengan Pilpres. “Seperti kantor KPU Lumajang dan gudang kotak suara yang ada di Hotel Amanda Lumajang,” kata AKP Sugianto, Kasubbag Humas Polres Lumajang.</p> "> Penuhi Ketetapan MK, KPU Lumajang Bongkar Ra...
  • "> Herman Affandi : Kita Minta Relawan Prabowo ...
  • "> TimSes Jokowi-JK Lumajang : Kita Amankan Per...
  • "> Relawan Jokowi-JK Bagikan Tabloid “Obor ...

    Aneka Rupa

    Petasan Belum Bisa Dipisahkan Dari Tradisi Idul Fitri

    Jumat, 01 Agustus 2014
    Petasan Belum Bisa Dipisahkan Dari Tradisi Idul Fitri <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:448px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Gunung Semeru Lumajang</span></span>Wartalumajang.com</strong> - Menjelang lebaran Idul Fitri 1435 H minat pendaki Semeru kian meningkat. Jika pada hari biasa hanya ada 50 pendaki, jelang lebaran ini pendakian sudah 200 lebih pendaki yang mendaftarkan diri secara online.</p> <p>Kepala Taman Nasional Tengger Semeru (TNBTS) Ayu Dwi Utari, mengatakan, jumlah ini memang meningkat dari hari biasanya, namun tetap lebih kecil dibandingkan dengan lebaran tahun lalu. "Tahun lalu jumlah pendaki saat lebaran lebih banyak, sekarang agak berkurang karena pendaki banyak yang memilih mendaki saat agustus nanti," kata wanita yang akrab dipanggil bu Ayu tersebut.</p> <p>Untuk memberikan rasa aman kepada pendaki selama lebaran pihak TNBTS menambah tenaga lebih banyak dari biasanya. Untuk pendakian yang melalui Malang disiapkan 50 personil, sedangkan pendaki yang melalui Lumajang disiapkan 30 tenaga yang akan mengarahkan pendaki Semeru.</p> <p>Dijelaskan pula, jumlah 200 pendaki itu adalah mereka yang membeli tiket secara online. Jumlah ini diperkirakan akan terus meningkat karena sebagian langsung datang kelokasi.</p> <p>Selain lebaran ini Puncak Semeru kemungkinan masih akan terus dibanjiri pendaki saat agustusan nanti. Karena pada saat agustusan ada tradisi upacara agustusan di Puncak Semeru. Kondisi Semeru yang relativ aman untuk dijelajahi pendaki kemungkinan akan terus mendorong meningkatnya jumlah pendaki saat agustusan nanti.</p> "> Jelang Lebaran, Tiket Pendakian Semeru Laris...
  • "> MPPM Timur Peringati Pekan Bung Karno Dengan...
  • "> Atlit Catur Junior Lumajang Raih Peringkat D...
  • "> Ramainya JLT di Malam Minggu...

    Peristiwa

    Pelantikan Dewan Lumajang Diwarnai Aksi Demo PMII

    Kamis, 21 Agustus 2014
    Pelantikan Dewan Lumajang Diwarnai Aksi Demo PMII <p><strong> </strong></p> <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:367px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Mobil pickup ketika tengah diperiksa petugas</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Jalur Jalan Lintas Timur (JLT) memang dikenal sebagai jalur tengkorak, karena kondisi jalan yang mulus serta lalulintas jalan yang sepi terkadang membuat para pengendara yang melintas lengah dan seenaknya saja memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi, hal ini tentu saja dapat mengakibatkan kecelakaan bagi pengendara yang tidak bisa mengendalikan kendaraannya dengan baik.</p> <p>Hal serupa terjadi siang ini, Rabu (20/8), disekitar JLT atau tepatnya di sebelah utara lampu merah Desa Sumberejo Kecamatan Sukodono. Akibat terlalu kencang memacu laju kendaraannya, Tosin warga Jember yang datang dari arah utara tidak bisa mengendalikan laju mobilnya dan akhirnya menabrak sebuah sepeda motor yang melaju dari arah berlawanan, kejadian ini mengakibatkan pengemudi sepeda motor meninggal ditempat kejadian.</p> <p>Awalnya, Tosin tengah mengendarai sebuah mobil pickup L 300 dengan Nopol P-9305-MY, dari arah utara Tosin memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi, ketika melintas tikungan sekitar 200 meter utara lampu merah Sumberejo, Tosin tidak bisa mengendalikan laju kendaraannya dan keluar dari batas marka jalan.</p> <p>Saat bersamaan dari arah berlawanan melintas Siswanto, warga Desa Banjarwaru Kecamatan Lumajang yang tengah mengendarai sepeda motor Honda Beat Nopol N-6941-ZZ, Siswanto tengah membonceng rekannya Sugiarti, dari desa yang sama.</p> <p>Karena kedua kendaraan ini melaju dengan kecepatan tinggi, maka benturan hebat tidak dapat dihindari yang mengakibatkan Siswanto terpental dari kendaraannya dan meninggal seketika, sementara rekan yang diboncengnya saat ini dalam kondisi kritis dan dirawat di IRD RS dr. Haryoto Lumajang.</p> <p>Kasatlantas Polres Lumajang, AKP Samirin yang langsung meninjau lokasi kejadian kepada sejumlah wartawan mengatakan pengemudi pickup dan kendaraannya saat ini tengah diamankan di Kantor Satlantas Lumajang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. “Dugaan sementara penyebab kecelakaan adalah, mobil pickup melaju dengan kecepatan tinggi yang akhirnya selip dan menabrak sepeda motor dari arah berlawanan,” katanya.</p> "> Tabrakan Maut di JLT, Satu Pengendara Motor ...
  • "> Sejumlah Wali Murid Pertanyakan Tarikan Agus...
  • "> Produksi Batako Warga Binaan Lapas Lumajang ...
  • "> Rumah Mantan Ketua DPD PAN Diobok-Obok Malin...

    Wisata Budaya

    Sejarawan Asal Belanda Harry Poeze, Kunjungi Situs Biting

    Rabu, 12 Pebruari 2014
    Sejarawan Asal Belanda Harry Poeze, Kunjungi Situs Biting <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:216px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Salah satu temuan di Desa Kedungmoro Kec. Kunir</span></span>Wartalumajang.com</strong> - Aliansi Masyarakat Pelestari Sejarah (AMPAS) Lumajang menilai Lumajang memiliki peninggalan sejarah yang sangat besar dan beragam. Namun sejumlah peninggalan sejarah tersebut hingga saat ini belum dikembangkan secara serius oleh Pemkab Lumajang, bahkan terkesan diabaikan sehingga merugikan kepentingan masyarakat yang wajib tahu tentang sejarah dan masa lalu Lumajang.</p> <p>Hal ini disampaikan Koordinator AMPAS Lumajang Lutfia Amerta, hari ini, kamis (30/1). Dalam kesempatan yang sama Lutfi menyatakan keinginannya agar situs-situs peninggalan sejarah diselamatkan seperti yang sudah dilakukan terhadap situs Biting Kutorenon Lumajang. Beberapa situs lainnya yang diharapkan bisa diselamatkan adalah penemuan Candi Betari Durga didesa Kedungmoro Kecamatan Kunir Lumajang.</p> <p>Terhadap peninggalan ini, AMPAS berharap agar dilakukan ekskavasi sehingga menjadi informasi penting yang bisa diakses oleh masyarakat luas. Dalam kesempatan yang sama Lutfi yang juga Sekretaris MPPM Timur berharap agar Pemkab secara serius melakukan penyelamatan tempat-tempat bersejarah di Lumajang yang diantaranya bisa dilakukan dengan cara mengalihkan pembangunan Perumnas Biting kewilayah diluar kawasan situs.</p> <p>Tuntutan lainnya antara lain, mendorong situs Biting menjadi Kawasan cagar budaya nasional sebagai kebanggaan masyarakat Lumajang dan kebanggaan masyarakat Tapal Kuda (bekas ibukota kerajaan Lumajang Tigang Juru). AMPAS juga berharap agar pemkab Lumajang mememuhi janjinya dan memberi fasilitas untuk melakukan penelitian dan ekskavasi Candi Betari Durga Di Desa Kedungmoro Kecamatan Kunir.</p> <p>Lufti juga menyatakan harapannya agar pemerintah memberikan kompensasi kepada masyarakat pemilik tanah dan penemu situs sehingga ada kejelasan nasib mereka sesuai dengan UU Cagar Budaya.</p> <p>Sebelumnya Ketua Bappekab Lumajang Ir. Indah Amperawati menyatakan bahwa Pemkab sudah merencanakan untuk membangun sebuah museum peninggalan sejarah Lumajang yang akan ditempatkan di kompleks KWT Lumajang.</p> "> AMPAS Tuding Pemkab Abaikan Peninggalan Seja...
  • "> MPPM Timur Gelar Malam Padang Rembulan dan K...
  • "> Rumah Budaya Nusantara Pentaskan Sendra Tari...
  • "> Pemkab Lumajang Lamban, Situs Biting Akhirny...

    Mansur Hidayat, Ketua MPPM TimurMansur Hidayat, Ketua MPPM TimurWartalumajang.com - Situs Biting terletak di Dusun Biting, Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang. Situs ini adalah suatu kawasan bekas ibu kota kerajaan Nusantara yang dikelilingi oleh 3 sungai besar (Bondoyudo di utara, Ploso di barat, Bodang di timur) dan 1 sungai buatan Cangkring di selatan. Di sisi dalam sungai-sungai tersebut dapat diketemukan benteng yang melingkari dengan ketebalan bervariasi antara 3-6 meter, tinggi antara 6-10 meter dan panjang melingkarinya antara 8-10 kilo meter. Dengan ketebalan dan panjangnya dapat dikatakan bahwa situs ini merupakan situs terbesar dan terpanjang di Indonesia. Dari sisi arsitektur, situs ini merupakan contoh benteng lokal Nusantara.

    Situs Biting ini diketemukan pertama kali oleh J Mageman pada tahun 1861 dan kemudian di teliti ulang oleh A. Muhlenfeld pada tahun 1920. Menurut penelitian Balai Arkeologi Yogyakarta yang dimulai tahun 1982-1991, kawasan Situs Biting memiliki luas 135 hektar yang mencakup 6 blok/area yaitu blok keraton seluas 76,5 ha, blok Jeding (Taman Sari) 5 ha, blok Biting 10,5 ha, blok Randu 14,2 ha, blok Salak 16 ha, dan blok Duren 12,8 ha. Di blok-blok tersebut, kita dapat diketemukan kawasan pemukiman, kawasan pemandian atau Taman sari dan kawasan peribadatan. Begitu kayanya akan benda-benda bersejarah, di kawasan ini banyak ditemukan bersebaran artefak-artefak seperti keramik cina dari aabd ke-12 sampai 16, gerabah kuno maupun batu bata kuno.

    Menurut catatan sejarah, Lamajang merupakan suatu wilayah yang cukup penting sejak jaman kerajaan Kediri pada abad ke 12 dan kerajaan Singosari pada abad ke-13. Setelah Singosari runtuh dan awal berdirinya kerajaan Majapahit, dalam beberapa catatan kuno seperti Prasasti Kudadu yang kemudian diperkuat oleh Babad Negara Kertagama, Babad Pararaton, Kidung Harsawijaya, Kidung Ranggalawe, Kidung Panji Wijayakrama dan Kidung Sorandaka, diberitakan bahwa Adipati Sumenep Arya Wiraraja dan Raden Wijaya mengadakan perjanjian kerja sama untuk membagi pulau Jawa menjadi 2 wilayah yang sama besar. Setelah kemenangan besar atas Prabu Jayakatwang di Kediri dan pengusiran tentara Tar Tar pada tahun 1292 Masehi, maka setahun kemudian pada 10 Nopember 1293 Masehi berdirilah 2 kerajaan besar yaitu Majapahit di sebelah barat dengan raja Raden Wijaya atau Kertarajasa Jayawardana dan Lamajang Tigang Juru dengan raja yaitu Arya Wiraraja. Dalam runutan sejarahnya salah satu putra Arya Wiraraja yang bernama Mpu Nambi telah membuat benteng besar di Pajarakan sebagai pertahanan ketika Majapahit hendak menyerang Lamajang Tigang Juru.

    Secara pasti, kita tidak mengetahui siapa pendiri dari benteng tersebut. Namun berdasar runutan sejarah dan bukti-bukti arkeologi yang mengatakan bahwa benteng dan pemukimannya dibangun pada sekitar abad ke-14, maka terdapat kesimpulan awal bahwa benteng ini dibangun pada masa Arya Wiraraja dan kemudian dilanjutkan oleh para penerusnya seperti Mpu Nambi dan seterusnya. Hal ini juga diperkuat oleh survey lapangan MPPM Timur di mana banyak batu bata di kawasan situs ini yang bermotif clurit dan juga terdapat kesamaan istilah ketika menyebut menara pengintai di situs Batu Putih di Sumenep dengan nama “Pengongakan” dan di situ Biting dengan nama “Pengungakan”. Hal ini penting untuk dijelaskan supaya sejarah Indonesia mengetahui bahwasanya kawasan ini bukan merupakan peninggalan kerajaan Majapahit, tetapi menunjuk pada penguasa lokal sebagai pemangku kepentingan yang seungguhnya.

    Dalam kaca mata pelestarian, “Pengupasan” dinding benteng ini sangat penting dilakukan supaya dapat menunjukkan buktinya nyata peninggalan sejarah yang ada di Kabupaten Lumajang kepada masayarakat Lumajang pada khususnya dan Indonesia pada umumnya. Perwujudan bukti terhadap situs ini sangat penting dikarenakan selama ini sejarah Indonesia kurang mengenalkan peninggalan-peninggalan kuno di bekas wilayah kerajaan Lamajang Tigang Juru yang meliputi Kabupaten Lumajang pada khususnya dan Kawasan Tapal Kuda pada umunya.

    Kawasan Situs Biting yang menurut kajian akademis merupakan Kawasan Lindung Budaya sendiri cenederung diterlantarkan dengan dibangunnya Perumahan Nasional yang meliputi 15 Hektar areal situs pada tahun 1996. Pada awal tahun 2011 setelah ada advokasi Lembaga Swadaya Masyarakat bernama Masyarakat Peduli Peninggalan Majapahit Timur (MPPM Timur) pemerintah Kabupaten Lumajang sebenarnya telah membentuk Tim peletarian dan Perlindungan Cagar Budaya Kabupaten Lumajang dengan SK Bupati 188.45/41/427.12/2011 tanggal 23 Februari 2011 yang kemudian menghasilkan rekomendasi untuk melindungi Situs Biting sebagai Kawasan Cagar Budaya. Disamping itu Kementrian Sekretariat Negara juga telah mengirimkan surat kepada Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Direktorat Jendral Sejarah dan Purbakala, Direktorat Peninggalan Purbakala dan Kepala Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Timur dengan surat B-335/Kemsetneg/D-3/Ormas-LSM/SR.02/11/2011 pada tanggal 2 Novemver 2011 yang meminta penanganan masalah Situs Biting sebagaimana laporan dari LSM MPPM Timur. Tindak lanjut daripada hal tersebut, Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Timur melalui surat KS.002/0672/BP3JT/KPK/2012 menurunkan Tim Verivikasi untuk melakukan langkah pendataan Cagar Budaya Kabupaten Lumajang termasuk dengan prioritas Situs Biting.

    Namun dalam perkembangannya, pemerintah Kabupaten Lumajang belum menujukkan langkah-langkah nyata pelestarian kawasan ini. Bahkan yang lebih menyedihkan, pada sekitar 6 bulan lalu, Perumnas Biting indah melakukan pembangunan perumahan kembali dengan merusak benteng barat yang dilindungi berdasarkan surat rekomendasi Tim Pelesatrian dan Pelindungan Cagar Budaya Kabupaten Lumajang. LSM MPPM Timur sebenarnya sudah melayangkan surat protes ini ke Pemerintah Kabupaten Lumajang, namun sampai sekarang belum ada langkah-langkah nyata untuk mencegah perusakan oleh Perumnas Biting tersebut.

    Sebagai kesimpulan, pengupasan dinding benteng ini sangat diperlukan untuk menunjukkan kepada masyarakat Lumajang akan situs bersejarah kebanggaannya dan kepada Pemerintah Kabupaten Lumajang bahwa semua kalangan baik pelajar, mahasiswa, pemuda, akademisi, peneliti maupun berbagai kalangan masyarakat baik di Lumajang maupun di Indonesia menginginkan bahwa Kawasan Situs Biting dalam keadaan darurat untuk dilindungi dan dilestarikan.

    Berdasarkan pertimbangan akademis sesuai dengan penelitian Balai Arkeologi Yogyakarta dan hasil Tim Verivikasi Cagar Budaya BP3 Jawa Timur dimana Situs Biting adalah suatu Situs yang mempunyai ukuran Nasional dan sekarang sedang dalam keadaan darurat karena adanya perusakan massif, maka Masyarakat Peduli Peninggalan Majapahit Timur meminta Pemerintah Pusat dalam hal ini Pemerintah Republik Indonesia untuk menetapkan secara langsung Situs Biting sebagai Kawasan Situs Nasional sebagaimana Kawasan Situs Trowulan, Kawasan Situs Candi Muara jambi dan Kawasan Gunung Padang.

    Sumber : Press Realese MPPM Timur

     

     

     

    Web Designer